Sebelum memulai Usaha warteg harus tahu cara memulai, kemudian untung rugi serta cara memanajemen agar usaha yang ditekuni tidak rugi dan menghasilkan omzet yang tinggi.

Warung tegal atau lebih dikenal dengan sebutan warteg adalah sebuah rumah makanan yang menyediakan menu utama nasi dan lauk-pauk. Disebut warung tegal karena pada mulanya yang berwirausaha warung ini adalah orang yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Biasanya warung ini akan meletakkan beberapa jenis lauk di etalase. Tujuannya agar pembeli dapat menunjuk menu masakan yang diinginkannya. Dengan harga yang relatif murah pembeli bebas memilih menu masakan yang disukainya. Bahkan adapula yang berbentuk prasmanan. Di mana pembeli mengambil sendiri nasi dan lauknya kemudian tinggal bayar dikasir.

Baca Juga: Rahasia Trik Buka Bisnis Kopi Agar Meraup Keuntungan Besar dengan Cepat

Meskipun sebagian besar pembelinya adalah masyarakat kelas bawah, namun usaha warteg ini juga layak ditekuni karena memiliki omzet yang besar. Hanya saja bagaimana cara memanajemen usaha tersebut. Sehingga dapat menarik pembeli dan diminati banyak orang. Biasanya warteg ini menjadi alternatif beberapa warga yang sibuk atau sedang malas memasak. Dengan biaya yang terjangkau sudah dapat mengenyangkan perut.

Sebenarnya setiap orang memiliki cara tersendiri untuk memulai usahanya, namun tidak ada salahnya jika mengambil pengalaman dari orang lain yang sudah menekuni bisnis tersebut. Bahkan, biasanya cara ini lebih banyak yang bisa digunakan. Karena pengalaman tersebut sudah dialami dan bisa jadi ditemukan solusinya. Sehingga dapat meminimalisir kerugian yang akan di alami dalam perjelanan usaha warteg yang hendak ditekuni. Dengan demikian, ada cara untuk memulai usaha warteg yang dapat dijadikan pedoman.

Cara Memulai Usaha Warteg dan Cara Memanajemen

Memulai suatu usaha warteg tidak semata-mata langsung bisa. Tentunya sebelum menentukan pilihan usaha tersebut, pastikan terlebih dahulu tempat usaha yang memiliki posisi strategis. Sehingga usaha yang kelak akan ditekuni mampu menarik banyak pengunjung. Selain itu, tak luput cara memanajemen usaha menjadi poin penting dalam proses kemajuan warteg. Jadi, sebelum terjun sebaiknya pelajari apa saja yang berkaitan dengan bisnis tersebut. Berikut cara memulai usaha warteg:

1. Persiapkan Mental

Mengapa mental yang harus disiapkan? Bisnis apapun mental menjadi hal pertama yang harus dipersiapkan. Mental yang kuat sangat diperlukan dalam memulai usaha warteg sebagai persiapan menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi selama usaha berlangsung. Sehingga tidak mudah putus asa dan menyerah.

2. Sarana

Sarana
(Sumber : Wartakota.tribunnews.com)

Sarana yang dimaksud adalah tempat untuk memulai usaha. Jikan belum memiliki tempat sendiri, bisa dengan mengontrak atau menyewa tempat lain. Nah, usahakan pilihlah tempat yang strategis, seperti dipinggir jalan raya, di dekat perkontrakan umum, di dekat pabrik atau dekat kampus. Sebab, meskipun rata-rata konsumennya masyarakat menengah ke bawah, tetapi jangan salah banyak juga pegawai kantor yang menjadikan warteg sebagai salah satu tempat makan favorit.

3. Sistem Operasional 

Persiapan kedua untuk memulai usaha warteg adalah sistem operasional dan sarana prasarana. Hal ini wajib ada sebagai pendukung dalam proses usaha. Mulai dari keahlian memasak serta meja dan kursi yang harus tersedia. Karena usaha warteg adalah usaha dibidang makanan maka keahlian tentunya menjadi salah satu ikon yang sangat berpengaruh terhadap bisnis ini. Memiliki menu masakan yang lezat dan enak serta tempat yang nyaman akan menarik perhatian khusus bagi pembeli.

4. Sistem Manajemen

Poin penting dalam menjalankan usaha warteg adalah sistem manajemen. Walaupun usaha warteg ini terbilang usaha yang bersekala kecil, namun manajemen tidak dapat disepelekan. Usaha yang besar pun awalnya dari usaha yang kecil. Manajeman akan mempengaruhi seluruh sistem operasional. Sehingga harus teliti dan cermat dalam pelaksanaannya. Seperti halnya mengatur uang belanja bahan makanan, jika memiliki pegawai perlu juga untuk mengatur uang gaji pegawai dan biaya transportasi harus terarsip secara rapi.

Baca Juga: Ide Bisnis Jajanan Anak Sekolah Dasar Terbukti Omset Jutaan

5. Pilih Brand yang Unik

Pilih brand yang unik
(Sumber : Traveloka.com)

Salah satu cara untuk menarik perhatian dari calon pembeli adalah brand atau nama yang unik. Biasanya dengan nama yang unik banyak calon pembeli yang penasaran. Karena nama tersebut akan terngiang dan mudah diingat. Dengan demikian, banyak kemungkinan mereka yang membaca dan melewati akan mampir. Tentu hal ini akan menjadi poin tersendiri bagi usaha warteg yang sedang ditekuni.

6. Pasang Wifi

Mungkin pada awalnya pasang wifi pada usaha warteg terkesan agak aneh. Akan tetapi jika mengikuti perkembangan zaman maka dengan memberikan layanan wifi gratis akan memikat para pembeli.  Pasalnya, kehidupan masyarakat saat ini tidak dapat terlepas dari teknologi da jaringan internet. Tidak sedikit mereka yang sedang makan sambil memainkan gadgetnya. Sebab saat diwaktu pagi atau pun setelah makan siang mereka kembali disibukkan denga urusan masing-masing. Ada yang bekerja atau kuliah bahkan sekolah.

Nah sejauh ini, memang belum ditemukan warteg yang memiliki tambahan wifi gratis. Sehingga tak ada salahnya jika mencoba cara ini. Akan tetapi, jika modal sedikit dan tidak mumpuni, maka cukup sediakan menu makanan yang lezat den tempat yang bersih serta nyaman.

7. Berikan Pelayanan yang Baik

Berikan pelayanan yang baik
(Sumber : Jabar.tribunnews.com)

Meskipun seluruh cara di atas sudah dicoba, akan tetapi jika cara terkahir yaitu pelayanan kurang baik maka jangan terlalu banyak harap akan memiliki banyak pembeli. Tidak jarang pembeli enggan mengunjungi atau berbelanja pada warteg yang penjualnya tidak ramah dan jutek. Pembeli itu adalah raja yang sudah seharusnya dilayani sebaik mungkin. Mengapa demikian? Karena review pembeli sangat besar dampaknya bagi kemajuan usaha warteg yang sedang ditekuni.

Sebagian atau bahkan seluruh dari para konsumen akan bercerita ke teman, saudara atau tetangganya terhadapa fasilitas dan pelayanan yang ada di usaha warteg tersebut, sehingga sangat mungkin mereka juga kana mengunjunginya. Oleh sebab itu, berikanlah pelayanan yang terbaik dari setiap konsumen yang berbelanja di warteg ini.

Baca Juga: Contoh Bisnis Makanan Ringan Unik Belum Ada Pesaing

Untung Rugi Dalam Usaha Warteg

Untung rugi dalam usaha warteg sebenarnya sudah lumrah terjadi pada setiap usaha. Usaha kalau tidak untung ya rugi. Namun meskipun usaha ini tergolong usaha yang berskala kecil, tapi jangan salah keuntungannya dapat mencapai puluhan juta setiap bulannya. Hal tersebut jika di dukung dengan sarana dan prasarana serta satu hal yang pasti menu masakan yang lezat.

Jika letak usahanya strategis tidak menutup kemungkinan setiap harinya  bisa meraup keuntungan ratusan ribu bahkan jutaan. Misalkan saja satu hari mendapatkan untung Rp.500 ribu dikalikan dengan hari kerja berarti Rp500 ribu kali 24 hari hasilnya Rp 12.000.000. fantastis bukan? Ini jika tempat yang dipilih tepat. Akan tetapi jika usaha warteg sederhana ada kemungkinan setiap hari omzetnya Rp 200 ribu. Ini bukan nilai yang sedikit, sehingga perlu kamu tekuni.

Kerugian dalam usaha warteg atau warung tegal biasanya juga tidak terlalu tinggi, sebab untuk memulai usaha ini pun bisa menggunakan modal yang sedikit. Tempat dan keahlian memasaklah yang menjadi penunjang utama kesuksesan dalam berbisnis warung tegal. Selamat mencoba usaha warung tegal dan semoga sukses.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.