Syarat dan Prosedur Mendirikan SPBU Pertamina Lengkap

prosedur mendirikan spbu pertamina

Salah satu bisnis dengan prospek yang menjanjikan di masa depan adalah bisnis SPBU Pertamina. Bisnis ini memang membutuhkan modal awal yang tidak sedikit, akan tetapi memiliki prospek cerah di masa depan. Mengingat jumlah pengguna kendaraan bermotor semakin banyak, dan kebutuhan dari pemilik kendaraan bermotor adalah bensin. Sehingga bisnis ini cocok dijadikan sebagai bisnis jangka panjang.

Untuk mendirikan SPBU Pertamina, pebisnis harus mendaftar kemitraan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi serta berbagai prosedur yang akan dijalankan. Prosedur mendirikan SPBU Pertamina antara lain adalah menyiapkan berbagai berkas yang diperlukan, registrasi online, hingga input data. Persyaratan mendirikan SPBU Pertamina juga cukup rumit, mengingat ada banyak perizinan yang diperlukan supaya pebisnis dapat membangun SPBU Pertamina. Untuk selengkapnya simak berikut ini.

Baca Juga: Panduan Cara Buka Usaha Pertamini yang Benar dan Untung

Persyaratan Mendirikan SPBU Pertamina

Untuk mendapat perizinan mendirikan SPBU Pertamina, maka pebisnis harus memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan. Adapun 3 hal utama yang harus disiapkan untuk mendaftar sebagai mitra SPBU Pertamina.

1. Menyiapkan Dokumen Perizinan

Menyiapkan Dokumen Perizinan
(Sumber: Kursrupiah.net)

Persyaratan pertama untuk mendirikan SPBU Pertamina adalah menyiapkan dokumen perizinan yang diperlukan. Calon mitra yang mendaftar haruslah berbentuk Badan Usaha, baik PT, CV, Yayasan, Koperasi, Usaha Dagang, maupun Perusahaan Dagang.  Calon mitra wajib mempersiapkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP
  • Surat akta pendirian perusahaan
  • Surat izin gangguan
  • Fotokopi IMB
  • Surat peruntukkan dan penggunaan tanah
  • NPWP perusahaan
  • Bukti kepemilikan lahan
  • Rekening koran 1 tahun terakhir
  • Rekening tabungan
  • Deposito
  • Rekening giro 1 tahun terakhir

Setelah semua dokumen tersebut telah siap, berikitnya calon mitra juga harus mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Desain bentuk SPBU Pertamina yang akan dibangun.
  • Peta lokasi usaha.
  • Kelengkapan data fasilitas inventaris.
  • Data kapasitas penyaluran BBM & kapasitas penyimpanannya.

2. Lokasi Usaha

Lokasi Usaha
(Sumber: Pertaminafuels.com)

Persyaratan berikutnya adalah persyaratan lokasi usaha. Bagian ini adalah yang terpenting mengingat SPBU Pertamina sudah pasti membutuhkan tempat yang tidak sempit dan akan memberikan dampak ke sekitar SPBU. Sehingga untuk menentukan lokasi pembangunan SPBU wajib dilakukan survei lapangan sebagai bahan pertimbangan. Lokasi juga disarankan merupakan lokasi yang banyak dilalui oleh kendaraan bermotor dan terletak di lokasi yang mudah dikunjungi.

Pemilihan lokasi dapat dilakukan langsung melalui website Pertamina. Lokasi tersebut sebaiknya sudah tersedia izin pembangunan SPBU Pertamina sebelum dibeli atau disewa. Luas lahan untuk membangun SPBU ini minimal 1800 m2 jika terletak di jalan besar atau jalan utama. Sedangkan untuk lokasi di akses jalan lokal, luas lahan SPBU minimal 1000 m2.

Baca Juga: Bisnis Franchise Alfamart: Syarat, Biaya dan Keuntungan

3. Mempersiapkan Sarana dan Prasarana

Mempersiapkan Sarana dan Prasarana
(Sumber: Fakta.news)

Setelah kedua persyaratan di atas telah dipenuhi, berikutnya yang harus dipersiapkan adalah sarana dan prasarana. Pertamina memiliki standar sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh setiap SPBU. Dengan memenuhi standar dari Pertamina ini, maka akan lebih mudah bagi calon mitra untuk memproses perizinan. Adapun sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar Pertamina meliputi sarana pemadam kebakaran, instalasi sumur pantau dan saluran, sistem keamanan, pagar pembatas, pengolahan limbah, fasilitas umum berupa toilet, mushola, tanda rambu hingga lahan parkir yang memadai.

Sarana pemadam kebakaran harus sesuai dengan pedoman PT. Pertamina. SPBU juga harus memiliki sarana lindungan lingkungan yang meliputi instalasi pengolahan limbah serta instalasi oil catcher dan well catcher. Selain itu SPBU juga harus memiliki saluran yang digunakan untuk mengalirkan minyak yang tercecer ke dalam tempat penampungan.

Instalasi sumur pantau juga harus ada di area SPBU. Fungsi dari instalasi sumur pantau sendiri adalah untuk memantau tingkat polusi terhadap air tanah yang ada di sekitar bangunan SPBU.

Selain itu SPBU juga harus memiliki 4 sistem keamanan, meliputi pipa ventilasi tangki pendam, ground point/strip tahan karat, pagar pengaman atau dinding pembatas, serta rambu-rambu tanda peringatan  seperti rambu masuk dan keluar, dilarang merokok, dsb.

Tak luput pula SPBU harus memiliki sistem pencahayaan yang memadai. Diantaranya adalah dengan memiliki lampu penerangan yang dapat menerangi seluruh area SPBU dan jalur pengisian BBM, serta papan penunjuk berlampu supaya dapat dilihat dengan mudah oleh para pengendara.

Kelengkapan lainnya yang tak kalah penting berupa pulau pompa, pompa, tangki pendam, duiker, sensor api dan perangkat pemadam kebakaran, generator, lambang PT. Pertamina, hingga racun api.

Baca Juga: Strategi Sukses Cara Memulai Bisnis Cuci Mobil Untung Besar

Prosedur Mendirikan SPBU Pertamina secara Online

Registrasi menjadi mitra PT. Pertamina dilakukan secara online. Terlebih dahulu pastikan calon mitra sudah memenuhi berbagai persyaratan yang diwajibkan oleh Pertamina, setelah itu barulah lakukan pendaftaran secara online. Berikut langkah-langkah pendaftaran online SPBU Pertamina secara lengkap.

  1. Buka alamat https://spbu.pertamina.com melalui browser di desktop.
  2. Pada halaman Beranda, klik Daftar Sekarang.
  3. Yang pertama kali muncul adalah Rencana Lokasi SPBU yang tersedia. Silahkan Pilih Lokasi pada tabel yang telah disediakan. Kemudian tandai lokasi pada peta dengan klik kanan pada area yang berwarna merah, maka akan muncul popup berupa detail lokasi RPJ SPBU, klik simpan. Selanjutnya lengkapi alamat detail lokasi RPJ, lalu klik Lanjut Pendaftaran.
  4. Berikutnya calon mitra diminta untuk melengkapi data diri berupa nama perusahaan, nama pengusaha, nomor HP, email, serta password. Jangan lupa untuk mencentang kotak pertanyaan, dan akhiri dengan klik tombol Next.
  5. Dengan begitu data telah masuk sistem dan calon mitra akan mendapat pemberitahuan untuk memproses aktivasi akun. Silahkan cek email dan SMS.
  6. Buka email dari Pertamina, lalu klik tombol Aktivasi Akun.
  7. Buka SMS dari Pertamina, terdapat kode aktivasi untuk menyelesaikan pendaftaran akun. 
  8. Pada link di email yang telah diklik tadi, calon mitra diminta untuk menginput kode aktivasi yang telah diberikan melalui SMS. Setelah itu klik Next.
  9. Setelah berhasil aktivasi akun, berikutnya calon mitra akan diminta untuk menginput data profil pengusaha. Silahkan isi formulir yang telah disediakan. Termasuk upload berbagai dokumen yang dibutuhkan seperti scan KTP, scan deposito pengusaha hingga scan giro perusahaan. Jika sudah lengkap semua, klik next.
  10. Berikutnya calon mitra diminta untuk mengisi data profil perusahaan, next untuk lanjut ke proses berikutnya.
  11. Langkah berikutnya adalah menginput data Tata Letak, di mana calon mitra diminta untuk mengisi data spesifik mengenai lokasi SPBU.
  12. Jika sudah semua, maka calon mitra akan masuk pada laman status pendaftaran. Status Input Data telah berhasil dilakukan. Di halaman itu juga calon mitra bisa mengupdate apakah permohonan diterima atau tidak.

Demikian syarat dan prosedur mendirikan SPBU Pertamina secara lengkap. Modal untuk mendirikan SPBU sendiri setidaknya berkisar Rp5-8 M. Dan biasanya membutuhkan waktu sampai 12 tahun untuk mengembalikan modal investasi. Modal ini digunakan untuk biaya verifikasi dan operasional.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like