Apa Itu Peta Proses Operasi dan Cara Membuatnya dengan Benar

peta proses operasi

Dalam sebuah produksi pabrik, diperlukan adanya peta proses operasi. Tujuan dari adanya pengadaan hal tersebut tak lain adalah untuk membuat proses produksi berjalan dengan terstruktur, aman, lancar, dan menghasilkan bahan hasil produksi yang memang berkualitas dan sesuai dengan keinginan. Hal ini sangat penting dan harus dipahami oleh setiap pebisnis. Sayangnya, masih banyak pebisnis pemula yang belum memahami tentang hal ini sehingga memberikan edukasi mengenai peta tersebut sangatlah diperlukan dari waktu ke waktu.

Apa Itu Peta Proses Operasi?

Peta proses operasi adalah sebuah diagram yang mana berisi mengenai Langkah-langkah dalam melakukan suatu proses produksi yang memuat tentang bahan baku, urutan operasi yang akan dilalui mulai dari tahap awal tahap akhir dan sudah menjadi produk jadi dari proses produksi yang diharapkan. Di samping itu, peta ini juga memuat hal-hal sebagai berikut:

  • Informasi untuk menganalisa proses produksi
  • Analisa material produksi
  • Analisa alat produksi
  • Analisa tempat produksi

Baca Juga: Strategi Pemasaran Bisnis Kos Kosan Bisa Cepat Laku di Kawasan Pabrik

Terkait dengan kegunaannya, peta operasi tersebut mempunyai berbagai macam manfaat yang akan sangat membantu keberlangsungan proses produksi yakni sebagai berikut:

  • Sebagai sarana yang bisa digunakan untuk memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku dalam proses produksi.
  • Untuk mengetahui berbagai macam kebutuhan mesin lengkap dengan anggarannya.
  • Untuk menentukan suatu tata letak produksi dalam sebuah pabrik.
  • Melakukan evaluasi atau perbaikan terhadap cara kerja yang sudah dilakukan.

Prinsip-Prinsip Peta Proses Operasi

Peta proses operasi mempunyai prinsip-prinsip tertentu yang mana hal tersebut akan membedakannya dengan peta-peta yang lain dalam proses produksi dunia industri. Setiap pembuat peta harus mentaati prinsip tersebut agar peta yang dibuat tidak akan keliru. Namun sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa hal ini tidak penting dan merupakan sesuatu yang remeh-temeh.

Prinsip ini bisa dijadikan acuan sebelum membuat dan menyusun peta proses operasi dengan lengkap. Tanpa mematuhi prinsip-prinsip tersebut, pembuat tidak akan bisa menghasilkan peta yang benar dan berkualitas. Oleh sebab itu, mengacu pada prinsip-prinsip tersebut merupakan suatu keharusan. Untuk prinsip dari petanya sendiri adalah sebagai berikut:

  • Material yang digunakan harus ditempatkan pada di bagian atas garis horizontal untuk menunjukkan bahwa hal tersebut masuk dalam proses produksi.
  • Lambang proses produksi harus ditempatkan pada garis vertikal agar bisa menunjukkan adanya perubahan proses dan wujud.
  • Penomoran yang diberikan harus urut dan sesuai dengan langkah-langkah yang diterapkan pada proses produksi.
  • Produk yang memerlukan banyak operasi harus ditetapkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu jalannya proses produksi yang lain.
  • Melakukan analisa terhadap penyusunan proses produksi sangat diperlukan untuk menghasilkan peta yang memang benar-benar bisa diunggulkan.

Langkah-Langkah Pembuatan Peta Proses Operasi

Sebelum menyusun peta proses operasi, diperlukan adanya rancangan dan persiapan terlebih dahulu dengan matang. Hal ini dimaksudkan agar peta yang dihasilkan nantinya benar-benar sesuai dengan keinginan proses produksi yang akan dibuat. Langkah-langkahnya lumayan banyak dan kesemuanya harus dilalui dengan sebaik mungkin.

1. Menentukan Jenis Peta

Menentukan Jenis Peta
(Sumber: Simplenews05.blogspot.com)

Langkah pertama dalam membuat peta proses operasi yakni menentukan jenis petanya terlebih dahulu. Sang pembuat harus bisa menentukan bahwa mereka akan membuat jenis peta Man Process Chart atau Material Process Chart. Kedua jenis peta tersebut berbeda dan tentunya mempunyai tujuan serta langkah-langkah pengoperasian produksi yang tidak sama pula.

Untuk Man Process Chart, peta operasi akan lebih ditekankan pada proses pengolahan yang akan dilakukan manusia terhadap bahan mentah atau setengah jadi yang akan diproduksi. Sebaliknya, untuk Material Process Chart, di sana penekanan lebih difokuskan pada material apa saja yang akan digunakan dalam proses produksi baik itu material utama sebagai bahan baku atau pun material pendukung lainnya yang akan menyukseskan proses produksi.

Baca Juga: Macam-Macam Usaha Sampingan Karyawan Pabrik yang Untung

2. Menentukan Judul dan Identifikasi Proses

Setelah jenis peta proses produksi ditentukan, langkah berikutnya yakni menuliskan judul peta proses operasi beserta seluruh kegiatan pada identifikasi proses. Daftarlah kegiatan-kegiatan tersebut secara teliti dan terperinci. Sebaiknya, analisalah secara mendalam dan telitilah hingga berkali-kali agar tidak ada satu pun proses yang terlewatkan karena hal ini sifatnya sangat penting.

Melewatkan satu proses operasi produksi, berarti bahwa ada satu langkah penting dalam pegolahan produk yang tidak dilakukan. Jika memang begitu, hal ini sangat fatal karena bisa mengacaukan proses produksi yang dilakukan. Hasil produksinya pun dijamin tidak akan sempurna jika salah satu proses pengolahan barang tidak dilakukan.

3. Menentukan Simbol

Menentukan Simbol
(Sumber: Slideplayer.info)

Dari identifikasi kegiatan proses produksi yang telah dilakukan, selanjutnya pembuat harus menerjemahkannya ke dalam sebuah simbol ASME. Hal ini dimaksudkan agar diagram nantinya mempunyai tampilan yang baik dan tidak terlalu banyak tulisan yang ada di dalamnya. Namun begitu, pembuat harus memahami dengan baik mengenai simbol-simbol yang digunakan sebelum mereka menuangkannya dalam peta.

Kemudian, simbol-simbol tersebut akan disusun secara berurutan dengan arah vertikal dalam peta proses operasi. Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan proses produksi yang akan terjadi dalam setiap simbol yang dituliskan. Sebisa mungkin, berilah warna simbol tersebut dengan semenarik mungkin agar orang lain tertarik untuk membaca serta menganalisanya.

4. Pemberian Nomor

Setelah simbol ditulis, kini saatnya sang pembuat peta operasi untuk memberikan nomor-nomor terhadap kegiatan operasi mana saja yang akan dilakukan secara berurutan. Yang perlu diingat adalah hal ini harus diberikan dengan benar-benar urut karena jika salah memberikan penomoran, proses produksi yang dilakukan juga akan melewati tahapan yang tidak seharusnya. Jadi, sebelum menyusun penomoran, urutkan terlebih dahulu langkah-langkah produksinya.

Penomoran ini juga dilakukan dengan menganut aturan-aturan yang diberlakukan pada peta proses produksi. Pelajarilah pedoman penomorannya dengan baik, agar penomoran yang diterapkan bisa benar-benar sesuai aturan yang berlaku. Jangan membuat aturan penomoran tersendiri karena itu nanti tidak akan valid dan rawan terhadap kesalahan.

Baca Juga: Macam-Macam Strategi Persaingan Bisnis yang Efektif

5. Menggambarkan Produk

Menggambarkan Produk
(Sumber: Tempo.co)

Langkah-langkah perubahan bentuk produk mulai dari bahan mentahnya yang paling awal hingga produk tersebut benar-benar jadi juga harus digambarkan dalam peta proses operasi. Tujuan dari hal ini adalah untuk memperoleh peta proses operasi yang baik, mudah dipahami oleh semua orang, serta mempunyai kualitas yang benar-benar bisa diadu.

Lalu, dimana peletakan gambar-gambar tersebut? Gambar-gambar tersebut harus diletakkan dalam garis vertikal secara berurutan seperti layaknya simbol pada peta proses operasi. Hal ini lumayan rumit memang. Akan tetapi, jika sang pembuat sangat kreatif dan inovatif, bukan tidak mungkin bahwa peta yang akan dihasilkan akan sangat luar biasa.

Demikianlah pembahasan gamblang tentang peta proses operasi yang dapat disampaikan dengan gambling di dalam artikel edisi kali ini. Di dalam membuat peta tersebut harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang agar menghasilkan produksi yang benar-benar berkualitas. Jadikanlah peta tersebut sebagai acuan dalam melakukan produksi dan jangan hanya menggunakannya sebagai formalitas administrasi saja.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like