5 Tugas Konsultan Manajemen Konstruksi yang Wajib Diketahui

konsultan manajemen konstruksi

Bagi para fresh graduate yang baru saja menjadi konsultan manajemen konstruksi, mereka harus paham betul mengenai tugas-tugas di dalam pekerjaannya. Tugas pekerjaan ini bukanlah perkara mudah walaupun kelihatannya hanya sekedar memberikan konsultasi kepada para klien saja. Konsultan harus paham tentang bagaimana melakukan manajemen pembuatan kontruksi bangunan yang kuat dengan budget dan luas lahan yang dimiliki oleh para klien. Mereka harus benar-benar mempunyai pertimbangan yang matang ketika memberikan rancangan konstruksi pada kliennya.

Apa Itu Konsultan Manajemen Konstruksi?

Walaupun pekerjaan sebagai seorang konsultan dalam manajemen konstruksi itu memang benar-benar ada, tetapi hingga kini masyarakat luas masih banyak yang belum mengetahui tentang pekerjaan ini. Wajar saja, seorang konsultan manajemen kontruksi biasanya hanya berhubungan dengan para arsitek, pemborong, kontraktor, dan para klien yang akan mendirikan bangunan dengan skala yang luas serta besar sehingga masyarakat awam banyak yang belum mengetahui tentang keberadaan dan tugasnya.

Sesungguhnya, konsultan manajemen konstruksi merupakan seorang yang memberikan rancangan terhadap pembuatan konstruksi sebuah bangunan. Hal ini tidak dilakukan secara asal-asalan saja. Akan tetapi, para konsultan memberikan rancangan manajemen pembuatan konstruksi tersebut berdasarkan pada beberapa prinsip yang meliputi:

  • Budget yang disediakan oleh klien.
  • Luas bangunan yang akan dibuat.
  • Letak lokasi bangunan yang akan dibangun apakah berada pada daerah rawan bencana atau tidak.
  • Desain bangunan yang akan dibangun.
  • Permintaan khusus dari klien.

Dalam hal ini, konsultan yang dimaksud bukanlah sembarangan orang yang mengerti tentang bangunan saja. Akan tetapi, para konsultan tersebut adalah orang-orang professional yang memang lulusan dari perguruan tinggi jurusan teknik sipil atau semacamnya. Dengan begitu, mereka akan melakukan segala pertimbangan perancangan konstruksi bangunan dengan efisien, efektif, dan tentunya berdasarkan segala teori yang relevan.

Baca Juga: Job Shop Adalah: Pengertian dan Tujuan Penjadwalan Job Shop

Bagian-Bagian Konsultan Manajemen Konstruksi

Layanan yang diberikan oleh konsultan manajemen konstruksi terdiri dari 3 unsur atau elemen profesi yang meliputi sebagai berikut:

1. Pengawas Struktur

Pengawas Struktur
(Sumber: Gurusipil.com)

Bagian dari konsultan manajemen konstruksi yang pertama adalah pengawas struktur. Para pengawas ini akan lebih banyak berhubungan dalam melakukan pengecekan terhadap struktur bangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

2. Pengawas Arsitek

Selain pengawas struktur bangunan, terdapat juga pengawas arsitek bangunan dalam layanan jasa konsultasi manajemen kontruksi bangunan. Para pengawas arsitek akan bekerja di bawah bimbingan leader yang mana mereka akan banyak melakukan pengawasan terhadap desain bangunan dan perancangannya.

3. Pengawas Mechanical dan Electrical

Dalam sebuah bangunan, tentunya nanti akan memerlukan segala hal yang yang berhubungan dengan tenaga listrik dan barang-barang mekanik. Hal ini perlu dirancang oleh ahlinya agar manajemen keiistrikan pada sebuah bangunan dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu estestika bangunan yang dimaksud. Dalam hal ini, layanan konsultan manajemen konstruksi bangunan memberkan tenaga khusus sebagai pengawas mechanical dan electrical.

Baca Juga: Pengertian Ergonomi Adalah: Tujuan dan Penerapan di Tempat Kerja

Tugas dan Kewajiban Konsultan Manajemen Konstruksi

Banyak sekali tugas-tugas yang dimiliki oleh konsultan manajemen konstruksi di samping memberikan sarana tentang bagaimana pembuatan konstruksi bangunan yang baik dan kuat. Tugas para konsultan tersebut adalah melakukan berbagai hal yang memang dibutuhkan oleh para klien dan hal tersebut masih relevan dengan ilmu-ilmu yang mereka miliki.

1. Memberikan Layanan Konsultasi Pembangunan Konstruksi

Memberikan Layanan Konsultasi Pembangunan Konstruksi
(Sumber: Adhyaksapersada.co.id)

Tugas yang utama dan pertama dari konsultan manajemen konstruksi adalah memberikan saran atau layanan konsultasi kepada para klien yang akan mendirikan bangunan. Biasanya layanan konsultasi ini akan dilakukan bersamaan dengan layanan arsitektur dan komponen-komponen perancang bangunan lainnya.

Saat memberikan rekomendasi mengenai bagaimana membangun konstruksi bangunan yang baik, para konsultan selalu menggabungkan prinsip antara keinginan klien dan juga rancangan bangunan yang kuat berdasarkan ilmu manajemen konstruksi yang dimaksud. Jika klien belum puas, mereka boleh mengajukan revisi atau permintaan lain yang sesuai dengan keinginan mereka.

2. Melakukan Pengawasan Terhadap Proses Pembangunan

Selain memberikan saran atau rekomendasi terkait dengan pembuatan konstruksi. Tugas konsultan berikutnya adalah melakukan pengawasan terhadap segala proses pembangunan. Hal ini mengacu pada bagian-bagian dari konsultan yang telah disebutkan sebelumnya yakni bagian konsultan struktur, konsultan arsitek, dan juga konsultan kelistrikan. Dalam hal ini, mereka akan melakukan pengawasan pada bidang kerjanya masing-masing.

Konsultan struktur bangunan akan melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor dalam bidang struktur. Selanjutnya, konsultan arsitek akan melakukan pengawasan terhadap para arsitek bangunan yang mana bidang kerjanya adalah mengontrol kesesuaian antara rancangan yang sedang dibangun dan juga gambar yang direncanakan semula. Di sampig itu, sesuai dengan bidangnya, pengawas kelistrikan akan berkecimpung pada bidang pekerjaan bangunan yang berhubungan dengan listrik dan alat-alat mekanik seperti halnya pemasangan kabel, pengaturan saluran air, dan masih banyak lagi lainnya.

3. Melakukan Pencatatan Hasil Kerja

Setelah melakukan pengawasan terhadap semua proses pembangunan yang meliputi semua bidang kerja kontraktor. Para konsultan akan melakukan pencatatan pekerjaan tersebut sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Pencatatan ini selanjutnya akan dilaporkan pada kontraktor dan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk proses pembangunan yang lebih baik.

Dalam melakukan pencatatan hasil kerja ini, semua dilakukan dengan terstruktur. Hal tersebut juga dikelompokkan pada bidang konsultannya masing-masing.

4. Melakukan Kontrol Terhadap Pekerja dan Supervisor

Para pekerja dan supervisor yang sedang dalam tahapan pembuatan bangunan akan dilakukan pengontroleh oleh konsultan manajemen konstruksi. Mereka bekerja di bawah kepengawasan yang ketat. Dalam hal ini konsultan manajemen konstruksi harus melakukan tugas pengontrolan tersebut sebaik mungkin agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Jika ada supervisor atau pekerja yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka para konsultan akan memberikan teguran pada mereka. Teguran ini sifatnya hanya dalam konteks pekerjaan saja dengan tujuan agar mereka dapat lebih bekerja dengan baik pada waktu selanjutnya agar target pembangunan pun dapat diselesaikan tepat waktu.

Baca Juga: Apa Itu Peta Proses Operasi dan Cara Membuatnya dengan Benar

5. Memberikan Evaluasi Terhadap Progress Bangunan

Memberikan Evaluasi Terhadap Progress Bangunan
(Sumber: Givingcompass.org)

Setelah semua tugas seperti halnya pengawasan, pencatatan, dan pengontrolan dilakukan, konsultan manajemen konstruksi akan melakukan rapat evaluasi. Rapat evaluasi ini dilakukan bersama-sama dengan kontraktor, elemen pekerja bangunan, pemilik bangunan, dan unsur penting lainnya. Tujuannya adalah untuk menganalisa dan mengavaluasi sejauh mana progress pembangunan dilaksanakan.

Jika dirasa dari hasil rapat tersebut dihasilkan suatu hal yang kurang baik. Konsultan akan melakukan perbaikan bersama dengan elemen pembangunan lainnya. Jika evaluasi ini bisa dilakukan dengan baik, maka akan tercipta bangunan indah, tepat waktu, dan kinerja semua elemen pembangun perusahaan pun akan dianggap sangat kompeten. Maka dari itu, evaluasi harus dilakukan minimal 2 minggu satu kali secara berkala.

Sekarang, tugas konsultan manajemen konstruksi sudah dipahami dengan baik, bukan? Semoga informasi yang ada di dalam artikel ini memberikan manfaat bagi semua pembaca. Rencanakan konstruksi dengan baik supaya bangunan yang akan dihasilkan memang benar-benar kuat. Pilihlah jasa konsultan kontruksi yang terpercaya serta telah professional di bidangnya.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like