Selain perorangan, sebuah usaha juga bisa dibangun dan dikembangkan melalui kerjasama bisnis. Terdapat berbagai jenis ataupun sistem dari kerjasama tersebut, dimana tujuan kedua belah pihak atau lebih yang terlibat yaitu sama-sama untuk mendapat keuntungan dan mencapai keberhasilan bisnis.

Kita mungkin sudah memahami tentang kerjasama bisnis ini secara sekilas, namun kali ini hal tersebut akan dibahas lebih detailnya lagi. Mulai dari cara, manfaat, hingga berbagai jenisnya. Informasi ini tentu akan bermanfaat bagi para pelaku usaha.

Pengertian Kerjasama Bisnis

kerjasama bisnis
(Sumber: Freegetpicture.com)

Kerjasama bisnis adalah hubungan bisnis antara dua pihak atau mungkin lebih berupa kemitraan dengan tujuan keuntungan bersama dan meminimalisir resiko atau membuat permasalahan menjadi ringan. Kerjasama ini bisa dicoba oleh beberapa orang yang ingin membangun sebuah usaha, namun terkendala dengan masalah biaya. 

Perlu adanya kesepahaman antara beberapa pihak yang melakukan kerjasama tersebut. Mulai dari visi misi bisnis, peta kekuatan atau bagian tertentu yang dikuasai oleh masing-masing pihak, termasuk sejauh mana peranan masing-masing pihak terhadap kegiatan usaha.

Baca Juga: Rahasia Peluang Bisnis Modal Kecil Untuk Usia Muda 

Cara Memulai Kerjasama Bisnis

kerjasama bisnis
(Sumber: Wartaekonomi.com)

Untuk memulai sebuah kerjasama, perlu diperhatikan beberapa caranya berikut ini:

1. Membuat Visi Misi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, untuk memulai kerjasama ini perlu adanya kesepakatan mengenai visi misi bersama. Hal ini bertujuan agar kedepannya perjalanan bisnis lebih lancar, dalam artian, patokan atau garis besar bisnis serta perencanaannya telah diketahui dan dipahami oleh masing-masing pihak. Lakukan diskusi khusus antar mitra bisnis untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan bisnis ini serta langkah apa saja yang sekiranya harus ditempuh agar tujuan tersebut bisa dicapai bersama.

Perbedaan mungkin bisa saja muncul, namun hal tersebut bisa diambil jalan tengahnya atau bahkan melahirkan ide maupun terobosan baru terhadap kegiatan bisnis yang dilakukan bersama. Selain itu, dengan adanya pengertian satu sama lain akan hal ini, dapat meminimalisir adanya kesalahpahaman di kemudian hari.

2. Membagi Peran

Setiap pihak dalam kerjasama bisnis pasti memiliki kekuatannya masing-masing. Ada yang berperan pada modal, pengembangan usaha, sales dan marketing, dan lain sebagainya. Untuk itu perlu didiskusikan mengenai peta kekuatan antar pihak demi tercapainya tujuan bersama. Selain itu, sejauh mana peran  tersebut bisa mempengaruhi satu sama lain.

Kelebihan lain dari poin ini adalah kita dan partner bisa sama-sama saling melengkapi. Apa yang menjadi kekurangan dari salah satu pihak, bisa ditutupi oleh pihak lainnya. Untuk itu, diskusi dan brainstorming perlu dilakukan.

3. Membicarakan Manajemen Bisnis

Berikutnya adalah kita dan mitra harus sama-sama tahu tujuan bisnis secara individu, walau sebetulnya tujuan bisnis secara keseluruhan telah disepakati bersama. Hal ini dapat meminimalisir kekecewaan salah satu pihak akibat ekspektasi yang tidak terealisasikan.

Selain itu perlu adanya pembicaraan mengenai manajemen konflik dalam sebuah bisnis. Memang, membangun usaha dengan beberapa karakter juga pemikiran yang berbeda tidaklah mudah. Perselisihan sangat mungkin terjadi pada pelaksanaan bisnis. Maka, buatlah kesepakatan bersama atau kejelasan bisnis secara manajemen jika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Agar permasalahan tidak terlalu larut sehingga berpengaruh pada jalannya kegiatan usaha.

Manfaat Kerjasama Bisnis

Melalui hubungan bisnis dengan berbagai pihak tertentu, tentunya akan membawa dampak positif pada bisnis yang dikelola, yaitu:

Baca Juga: Rahasia Sukses Bisnis Tiket Pesawat Online untuk Mahasiswa Tanpa Modal Besar 

1. Mendapat Konsumen dengan Pasar yang Lebih Luas

Dengan adanya kerjasama bisnis, tentu saja kekuatan yang dimiliki semakin bertambah. Kegiatan usaha akan semakin matang dan segalanya bisa dipersiapkan lebih baik lagi. Selain itu, setiap pihak memiliki jaringan dan relasi, berbagai hal tersebut bisa menguntungkan bisnis karena memperluas target pasar perusahaan yang dijalankan

2. Mendapat Bantuan Dana

Modal tentu saja penting dalam memulai sebuah usaha. Melalui kerjasama bisnis inilah kita bisa mendapat solusi atau permasalahan dana yang dihadapi. Hadirnya investor membuka peluang bisnis lebih berkembang lagi.

3. Bisnis Menjadi Lebih Efektif

Karena beberapa pihak yang terlibat kerjasama memiliki kelebihan dan peranannya masing-masing, maka kegiatan bisnis akan lebih efektif dan tepat sasaran karena berbagai tugas atau tantangannya telah dihadapi oleh ahlinya.

Jenis Sistem Kerjasama Bisnis

kerjasama bisnis
(Sumber: Rocguru.com)

Terdapat beberapa jenis dari sistem kerjasama bisnis ini yang bisa memaksimalkan kegiatan usaha yang dikelola ini, diantaranya:

Baca Juga: Cara Jitu Dongkrak Omzet Bisnis Konveksi saat Krisis Ekonomi Corona Covid-19 

1. Sistem Bagi Hasil

Sebagian orang pasti paham mengenai sistem kerjasama bisnis terbaik yang satu ini. Dikenal juga dengan sebutan sharing profit. Jenis yang satu ini bisa kita lakukan dengan siapapun. Relasi yang memiliki modal misalnya. Kedepannya, kita hanya tinggal menentukan pembagian hasilnya berdasarkan persentase pendapatan bisnis.

2. Sistem franchise (Waralaba)

Sistem yang satu ini dilakukan untuk mendapat keuntungan dari penjualan barang atau jasa. Franchise berarti hubungan atau ikatan dalam berbisnis, di mana salah satu pihak dapat menjual juga menggunakan hak dan pemanfaatan dari sebuah produk yang dimiliki oleh pihak lainnya. Sebelum memulai bisnis waralaba ini, tentunya ada koordinasi dan kesepakatan antara dua belah pihak. Dalam bisnis ini, penyelenggara bisnis disebut franchisee dan pemilik usaha disebut franchisor.

3. Sistem Konsinyasi (Consignment)

Bentuk kerjasama usaha konsinyasi ini adalah kesepakatan penjualan yang dilakukan oleh pemilik usaha dengan penyalur produk tersebut. Penyalur ini biasanya berbentuk toko. Jadi kerjasama yang dilakukan antara pembuat dan pemilik toko, begitu kurang lebih.

Pembagian keuntungan dari kerjasama ini variatif tergantung hal yang telah disepakati bersama. Biasanya, pemilik toko akan mengambil untung dengan cara menambah atau meningkatkan harga jual kepada konsumen.

4. Sistem Peluang Usaha (Business Opportunity)

Sistem kerjasama ini tidak jauh dari franchise dimana seseorang yang memiliki sebuah usaha menjual brand mereka pada pihak lain untuk dioperasikan yang kemudian, pemilik merek tersebut akan mendapat bagian dari keuntungan yang diperoleh. Jika pada franchise yang digunakan untuk kegiatan usaha adalah hak kepemilikan merek dagang, pada peluang usaha ini lebih luas lagi, yaitu kesempatan untuk menggunakan produk, metode alat dari penjual atau pemilik bisnis pada mitranya.

5. Joint Venture

Joint Venture adalah kerjasama bisnis yang disepakati dalam kurun waktu tertentu.  Sistemnya memang mirip dengan bagi hasil, dimana masing-masing pihak akan mendapat keuntungan sesuai kesepakatan. Selain keuntungan, hal yang dibagi bersama pada sistem ini meliputi kerugian bisnisnya juga. Jadi, susah dan senang dalam kegiatan bisnis pada waktu yang telah ditetapkan akan dinikmati bersama.

Kerjasama jenis ini biasanya dilakukan oleh dua perusahaan, yaitu bisnis yang dijalankan oleh perusahaan dalam Negeri dengan perusahaan asing (luar negeri). Atau dapat dikatakan sebagai penanaman modal asing.

Itulah informasi seputar kerjasama bisnis. Mulai dari definisi, cara memulai, manfaat, dan beberapa jenis kerjasama bisnis yang bisa dipilih oleh para pengusaha.  Pilihlah bentuk kerjasama sesuai dengan kondisi dan keadaan bisnis yang dikelola. Perhitungkan manfaatnya dan jalinlah komunikasi yang baik dengan mitra bisnis, agar kegiatan usaha berjalan sebagaimana mestinya, dan tujuan bisa dicapai bersama.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.