Ekonomi yang kian berkembang berdampak pula pada perkembangan usaha kecil  maupun besar. Bahkan pemerintah semakin gencar mendorong para pelaku usaha untuk mengekspor produk usahanya ke mancanegara dengan memberikan wawasan bagaimana cara ekspor  barang ke luar negeri mengingat semakin banyak negara yang berminat pada berbagai produk Indonesia.

Kegiatan ekspor barang merupakan bentuk sistem perdagangan dimana seseorang dapat mengadakan trading lintas negara. Keuntungan dari ekspor yang menggiurkan, menyebabkan pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan devisa dengan terus meningkatkan ekspor barang.

Dibandingkan dengan prosedur impor, ekspor produk sebenarnya lebih mudah karena saat ini semakin banyak peraturan yang mengatur tentang kegiatan impor dari pada ekspor, utamanya tentang pembayaran pajak. Jika prosedur akan dikenai bea masuk dan pajak impor lainnya, untuk produk ekspor bahkan tidak dikenakan pajak ekspor atau bea keluar. Hanya produk seperti kayu, rotan dan crude palm oil yang dikenakan pajak, selain produk itu tidak ada pajak atau bea keluar.

Baca Juga: Jenis-Jenis Barang yang Cocok Dijual Online dan Laris Manis

Prosedur Cara Ekspor Barang Ke Luar Negeri

Cara ekspor barang ke luar negeri bagi pelaku usaha pemula tentulah membawa kebingungan tersendiri karena harus melalui bermacam tahapan. Lalu bagaimana cara prosedur ekspor barang ke luar negeri? Simak langkah-langkah selengkapnya di sini;

1. Prosedur Ekspor Barang

Prosedur Ekspor barang
(Sumber : Brilio.net)

Prosedur pertama yang harus diketahui adalah mempersiapkan barang yang akan diekspor. Barang yang akan dikirim telah dipackaging, stuffing ke kontainer hingga barang siap untuk dikirim. Apabila barang  telah siap dan telah tersedia jadwal yang akan mengangkut barang tersebut, pelaku usaha atau eksportir dapat mengajukan dokumen kepabean atau pemberitahuan barang ekspor yang berisi data sebagai berikut;

  • Data eksportir
  • Data penerima barang
  • Negara tujuan
  • Sarana pengangkut yang akan mengangkut barang tersebut
  • Detail barang seperti jenis dan jumlah barang serta dokumen yang menyertai

2. Memastikan Bahwa Produk yang Diekspor dapat Masuk Ke Negara Tujuan

Setelah mempersiapkan barang yang akan diekspor, cara ekspor barang ke luar negeri selanjutnya adalah mencari tahu informasi apakah negara tujuan ekspor dapat menerima produk yang dikirim. Mengingat tidak semua negara dapat menerima barang ekspor dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari tidak begitu butuh produk tersebut hingga telah tersedia pemasok barang tersebut dari negara lain.

Baca Juga: Jenis-Jenis Barang yang Laku Dijual Di Teras Depan Rumah

3. Menyiapkan Dokumen Kesepakatan

Menyiapkan Dokumen Kesepakatan
(Sumber : Eksimp.com)

Setelah mendapatkan negara buyer yang siap menerima produk yang dikirim, cara ekspor barang ini harus diperhatikan dengan benar karena jika tidak akan membawa banyak kerugian bahkan bisa mendatangkan masalah hukum.

Hal penting tersebut adalah menyiapkan berbagai dokumen kesepakatan antara ekportir dan negara penerima. Isi kesepakatan antara lain tentang sistem pembayaran, spek dan quantity barang, harga, cara pengangkutan dan asuransi. Kesepakatan yang terjadi dapat dituangkan dalam sebuah surat kontrak penjualan

Namun, perlu diketahui bahwa sebelum membuat kontrak penjualan sebenarnya harus melalui beberapa tahap terlebih dahulu sehingga cara ekspor barang ke luar negeri tidak mengalami hambatan yang banyak. Berikut langkah yang harus dilalui terlebih dahulu;

  • Promosi. Sudah sewajarnya apabila ingin mengekspor barang ke luar negeri yang dilakukan pertama kali dalam memasarkan barang adalah dengan melakukan promosi. Berhubung barang yang dipromosikan tujuannya ingin dikirim ke luar negeri, maka yang dicari adalaj calon pembeli dari luar negeri. Banyak cara yang bisa dilakukan misalnya menggunakan media online, koran, elektronik atau mengikuti pameran dagang.
  • Inquiry. Jika dari kegiatan promosi yang dilakukan telah mendapatkan calon pembeli, maka cara ekspor barang ke luar negeri tinggal beberapa langkah saja. Calon importir yang didapat  akan mengirimkan surat permintaan suatu komoditas atau letter of inquiry. Surat ini biasanya berisi deskripsi barang, harga, mutu dan waktu pengiriman.
  • Offer Sheet. Langkah selanjutnya adalah sebagai eksportir harus menanggapi permintaan calon importir tersebut dengan mengirimkan offer sheet yang berisi keterangan sesuai dengan permintaan importir. Antara lain tentang deskripsi barang, harga, waktu pengiriman dan mutu. Dalam surat tersebut juga akan dilampirkan tentang ketentuan pembayaran.
  • Order Sheet. Cara ekspor barang ke luar negeri akan semakin mudah begitu calon importir mendapatkan penawaran dari eksportir serta mempelajari offer sheet. Apabila mereka setuju, maka importir akan mengirimkan order sheet kepada eksportir.
  • Sales Contract. Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung mengenai sales contract atau kontrak kesepakatan setelah terjadi kesepakatan antara importis dan eksportir. Pada kesepakatan ini akan ditambah keterangan tentang klausul bencana alam dan klausul inspeksi. Kesepakatan ini kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  • Sales Confirmation

Begitu kontrak kesepakatan diterima, maka importir akan mempelajari dokumen tersebut. Apabila pihak importir sepakat,maka sales contrac tersebut akan ditanda tangani kemudian dikembalikan kepada eksportir sebagai sales confirmation. Copian sales tersebut salah satunya akan disimpan oleh importir sebagai arsip dan bukti.

4. Opening Process

Setelah ada sales contract terdapat langkah selanjutnya dalam tahapan cara ekspor barang ke luar negeri. Prosesnya ini dimana importir akan meminta bank devisa untuk membuka letter of credit atau surat jaminan atas uang yang akan dibayarkan kepada calon eksportir. Surat tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan bersama yang tertera dalam sales contract.

Adapun bank yang membuka letter of credit adalah bank devisa yang jaringannya berada di negara eksportir. Bank ini kemudian disebut sebagai advising bank. Selanjutnya bank ini akan memeriksa keabsahan letter of credit dari bank calon importir. Apabila telah benar, maka bank akan mengirimkan surat tersebut sebagai jaminan atas barang yang akan diekspor.

Baca Juga: Ketahui Arti Resi dan Fungsi Resi dalam Pengiriman Barang

5. Cargo Shipment Process

Cargo Shipment Process
(Sumber : Porttechnology.org)

Cara ekspor barang ke luar negeri yang harus dilalui selanjutnya adalah calon eksportir memesan kapan di perusahaan pengapalan ekspor-impor. Proses ini disesuaikan dengan ketentuan yang terdapat pada sales contract. Harus diketahui bahwa proses ini dilakukan setelah eksportir menerima letter of credit dari advising bank.

Setelah proses tersebut, calon eksportir diwajibkan untuk membuat pemberitahuan ekspor barang ke kantor Bea Cukai di pelabuhan. Pada proses ini, pajak harus dibayarkan. Baik pajak ekspor dan pajak ekspor tambahan sesuai yang ada di sales contract.

Apabila proses tersebut telah beres, maka perusahaan pengapalan akan memuat barang dan menyerahkan dokumen bukti pengapalan. Kemudian eksportir akan menyerahkan dokumen tersebut ke advising bank yang selanjutnya akan diteruskan ke bank devisa dimana importir tinggal. Importir tersebut akan menerima dokumen jika telah melakukan pembayaran kepada bank devisa. Dokumen itu sendiri sangat penting karena tidak hanya untuk mengambil barang, tapi juga menunjukkan bukti pembayaran terhadap agen jasa pengapalan barang impornya.

5. Shipping Document Negotiation Process

Cara ekspor barang  ini adalah proses pengambilan uang yang telah dibayarkan importir ke bank. Untuk dapat mengambil uang tersebut harus terdapat dokumen dari perusahaan pengapalan yang sudah mengirimkan barang kepada importir.

Itu lah tutorial cara ekspor barang ke luar negeri untuk pemula. Sangat penting untuk memahami dasar-dasar tersebut. jika tidak bisa mendapatkan informasi akurat melalui media online, bisa datang ke Dinas Perdagangan untuk melakukan konsultasi bagaimana tata cara ekspor yang benar. Jadi tunggu apalagi? Apabila telah mempunyai produk yang memenuhi kualitas ekspor, mengapa tidak mencoba untuk mengekspornya ke luar negeri?

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.