Saat ini, peran bisnis usaha kecil menengah atau UKM sangat penting bagi masyarakat. Pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Setiap pelaku bisnis pasti mengharapkan usaha yang dijalankan berkembang dan sukses. Banyak para pebisnis yang sukses dari usaha kecil yang berkembang secara bertahap. Bahkan beberapa diantaranya berhasil menguasai pasar. Akan tetapi, ada juga pebisnis yang tidak mampu bersaing. Usaha yang dijalankan tidak mengalami peningkatan.

Cara Memulai Bisnis Usaha Kecil Menengah


Usaha kecil dapat berkembang dengan cepat jika pelaku bisnis dapat mengelola dengan baik. Meskipun tidak besar, UKM tetap harus memiliki manajemen yang baik dan kinerja yang tinggi. Membangun usaha memang tidak mudah, untuk itu pelajari langkah memulai UKM berikut ini:

1. Menentukan Tujuan Mendirikan Usaha

Bisnis Usaha Kecil Menengah
(Sumber: bisnisukm.id)

Mendirikan suatu usaha tidak lain untuk mendapatkan penghasilan. Sebagai pelaku bisnis UKM, sebaiknya pikirkan dengan matang tujuan mendirikan usaha tersebut. Banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis tanpa tujuan yang pasti. Ingin memulai bisnis, tapi masih bingung dengan tujuan bisnis itu sendiri.

Tetap belum menemukan tujuan? Coba tanya pada diri sendiri! Apa alasan ingin menjalankan bisnis? Kenapa tertarik dengan bisnis tersebut? Jikalau berkembang, langkah apa yang dilakukan selanjutnya? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu para pebisnis menemukan tujuan melakukan usaha.

2. Membaca Persaingan Pasar

Sebelum memulai usaha, pebisnis harus mengetahui kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan agar para pebisnis dapat menentukan produk atau jasa seperti apa yang pasti laku di pasaran. Selain itu, setiap pebisnis pasti memiliki pesaing. Oleh sebab itu, cara ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa agar dapat bersaing di pasaran.

Konsumen pasti menginginkan produk yang terbaik, jadi jangan menawarkan produk atau jasa yang standar. Di sini, pelaku bisnis dituntut untuk berpikir kreatif. Produk atau jasa yang ditawarkan harus memiliki daya tarik dan keunikan. Jika tidak dapat berpikir kreatif, pelaku bisnis akan sulit bertahan dalam persaingan.

3. Membuat Perencanaan Bisnis

Perencanaan sangat penting untuk manajemen dalam suatu usaha. Adanya perencanaan membuat semua program kerja dalam bisnis yang dijalankan dapat terarah dengan baik. Selain itu, perencanaan bisnis dapat mengurangi pemborosan biaya pengeluaran. Perencanaan bisnis digunakan sebagai penentu kegiatan usaha, biaya operasional, tujuan, serta peluang usaha pada masa mendatang.

4. Memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Efektif

Standar Operasional Prosedur atau SOP merupakan dokumen yang berkaitan dengan prosedur suatu pekerjaan. Tujuan SOP untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih efektif dan penggunaan biaya yang serendah-rendahnya. Layaknya perusahaan besar, bisnis UKM juga membutuhkan panduan untuk menjalankan tugas. Adanya SOP digunakan untuk memudahkan dan merapikan tugas pekerjaan tersebut.

Manfaat dari SOP diantaranya membantu pegawai dalam menyelesaikan tugasnya, mengurangi kesalahan dan kelalaian pegawai, menunjukkan bahwa kinerja dilakukan dengan baik, menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas, serta menjamin pelayanan tetap terlaksana di segala situasi.

5. Memanfaatkan Perkembangan Teknologi

Bisnis Usaha Kecil Menengah
(Sumber: kjbk.co.id)

Gunakan dan manfaatkan perkembangan teknologi untuk mencapai pasar yang lebih luas. Teknologi internet tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Pemasaran suatu produk sudah dapat dilakukan lebih mudah. Berbeda dengan promosi melalui surat kabar, baliho, atau radio. Periklanan melalui internet dapat menarik konsumen dalam skala besar.

Pemasangan iklan melalui internet lebih tepat sasaran, misalnya menargetkan berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, tingkat pendidikan, serta minat. Penjualan juga akan lebih cepat jika pemasaran dilakukan melalui internet. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk membantu melakukan riset pasar. Sehingga strategi pemasaran dapat terencana dan terlaksana dengan tepat.

6. Memetakan Rencana dan Tujuan

Langkah terakhir, mengeksekusi apa yang sudah direncanakan untuk mencapai tujuan. Pastikan bisnis berjalan sesuai dengan jalurnya. Gunakan insting pebisnis untuk menghindari penipuan dan resiko yang tidak diinginkan. Masa perkembangan, pebisnis sering kali mendapat cobaan dari berbagai arah.

Tidak sedikit pebisnis yang ingin membuka usaha baru ketika usaha yang pertama mulai berkembang. Sebaiknya, fokuskan terlebih dahulu pada tujuan usaha yang pertama. Sibuk memikirkan usaha baru dapat membuat pebisnis mengabaikan tujuan usaha yang pertama.

Bisnis Usaha Kecil Menengah yang Cepat Membawa Keuntungan


Dari segi modal, bisnis usaha kecil menengah memang cukup minim. Resiko kerugian dari bisnis ini juga kecil. Tidak heran UKM di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tetapi, beberapa pebisnis pemula masih bingung memilih bisnis apa yang akan dijalankan. Sebab persaingan dalam dunia bisnis sangat ketat.

Bisnis Usaha Kecil Menengah
(Sumber: romadecade.org)

Berikut ini adalah berbagai bisnis UKM yang menjanjikan keuntungan besar, meskipun sudah banyak pesaing:

1. Kuliner

Usaha kuliner tidak akan pernah sepi, pasalnya makan merupakan kebutuhan pokok manusia. Sukses atau tidak bisnis kuliner tergantung kualitas rasa dan strategi pemasaran yang dilakukan. Selain keahlian dalam memasak, pelaku usaha harus memahami bisnis dalam dunia kuliner. Pilihan bisnis kuliner ini sangat banyak pilihannya, seperti food truck, catering, restoran, makanan ringan kaki lima, dan masih banyak lagi.

2. Fashion

Peluang bisnis fashion tidak jauh berbeda dengan bisnis kuliner. Fashion merupakan kebutuhan sekunder manusia. Apalagi saat hari besar tertentu, permintaan akan pakaian akan meningkat pesat. Selain itu, anak muda di era ini sangat peduli dengan penampilan dan mengikuti zaman. Selama pebisnis dapat memenuhi permintaan pasar dengan mengikuti trend. Bisnis ini bisa sukses.

3. Pendidikan

Ketatnya persaingan dalam dunia pendidikan membuat orang tua gencar memasukkan anaknya di bimbingan belajar. Itulah alasan bisnis bimbingan belajar atau les privat sangat menguntungkan. Permintaan akan meningkat setiap kali mendekati musim ujian. Pangsa pasar juga sangat luas, mulai dari TK sampai SMA. Pelaku bisnis ini harus memiliki kemampuan mengajar dengan baik.

4. Otomotif

Hidup di perkotaan terutama kota-kota besar pasti tidak asing lagi dengan macetnya jalanan. Dari sini bisa dilihat berapa jumlah penduduk yang memiliki kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini dapat dijadikan sebagai peluang bisnis UKM. Banyak bisnis yang berkaitan dengan otomotif, misalnya bengkel, jual spare part, cuci kendaraan, dan masih banyak lagi.

5. Agribisnis

Peluang bisnis dalam bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan masih terbuka lebar. Hasil dari bisnis ini merupakan kebutuhan pokok yang pasti dicari oleh masyarakat luas. Usaha agribisnis diantaranya tanaman rempah, bibit unggul, ayam potong, ternak sapi, dan masih banyak lagi.

6. Tour and Travel

Banyaknya destinasi wisata yang bermunculan di Indonesia, dan hobi sebagian masyarakat memiliki hobi traveling. Membuat bisnis tour and travel juga mengalami perkembangan. Jasa ini paling diminati oleh mereka yang ingin jalan-jalan bersama keluarga besar, atau rombongan tour sekolah. Tugas jasa tour and travel adalah memenuhi kebutuhan konsumen, salah satunya adalah transportasi.

Demikianlah pembahasan mengenai cara memulai bisnis usaha kecil menengah, serta beberapa contohnya. UKM memang tidak bisa dianggap remeh, jika dijalankan dengan profesional dapat berkembang dengan pesat. Untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan bisnis UKM, sebaiknya ikuti langkah-langkah diatas.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.