Salah satu bisnis di bidang peternakan adalah bisnis ternak ayam yang sudah mulai dikembangkan para pelaku bisnis. Tidak bisa dipungkiri, bahwa permintaan akan daging ayam maupun telur ayam dalam setiap tahunnya sangat tinggi dan mengalami peningkatan terlebih pada waktu tertentu seperti hari raya maupun natal. Hal ini menjadikan bisnis ternak ayam baik ayam kampung, ayam potong, maupun ayam petelur memiliki peluang yang sangat besar.

Selain itu, bisnis ternak ayam juga tidak sesulit jenis bisnis ternak lainnya. Asalkan tahu dan mau belajar bagaimana cara beternak ayam yang baik dan mampu menyediakan tempat ternak yang baik bagi ayam, maka bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Rahasia Memulai Bisnis Ternak Ayam agar Cepat Sukses


Sebagai pemula, tentunya banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keuntungan yang banyak. Apalagi ternak  ayam adalah bisnis yang gampang-gampang susah. Perlu usaha yang keras, keuletan, dan konsistensi dalam menjalankannya. Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika memulai bisnis ternak ayam ini adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan Lahan

Bisnis Ternak Ayam
(Sumber: Tokopedia.com)

Hal yang perlu dilakukan pertama kali ketika akan memulai bisnis ternak ayam adalah menyiapkan lahan. Lahan ini digunakan sebagai tempat peternakan. Besar atau pun kecilnya lahan disesuaikan dengan banyaknya ayam yang diternak.

Sebenarnya, belum ada ukuran yang ideal untuk lahan peternakan, tetapi biasanya untuk ukuran lahan 1 m2 bisa diisi dengan 8-12 ekor ayam. Hal ini dilakukan untuk menghindari ayam berdesak-desakan di dalam kandang yang sempit, agar kenyamanan ayam tetap terjaga dan tidak mengalami stress atau bahkan kematian.

Tentunya, peternak ayam tidak mau rugi karena ayamnya mati bukan? Selain itu, hal yang perlu diperhatikan lagi mengenai lahan adalah jaraknya dari pemukiman. Sesuai dengan anjuran pemerintah, lahan peternakan paling minimal memiliki jarak 200 meter dari pemukiman agar resiko tersebarnya penyakit unggas tidak menyebar ke pemukiman warga dan bau menyengat dari kotoran ayam tidak mengganggu warga.

2. Kandang Disesuaikan dengan Jenis Ayam

Setelah memilih lahan yang tepat, selanjutnya adalah membuat kandang. Pembuatan kandang sendiri perlu disesuaikan dengan jenis ayam yang akan diternak. Kandang biasanya terbuat dari kayu, bambu, maupun aluminium dengan memperhatikan sirkulasi udara yang tepat dan pencahayaan dari matahari yang cukup serta suhu udara yang disesuaikan dengan umur ayam. Selain itu, kebersihan kandang dan lingkungan kandang juga perlu diperhatikan.

Ada beberapa model kandang untuk ternak ayam yang disesuaikan dengan jenis ayam yang diternak. Pertama adalah kandang REN, merupakan kandang terbuka tanpa atap yang dikelilingi pagar. Biasanya, ada tempat tertentu yang akan dipasang atap untuk tempat berteduh ayam. Ayam yang cocok dengan model kandang seperti ini adalah ayam kampung yang suka berjalan di tempat terbuka.

Selanjutnya, adalah kandang dengan sistem postal. Jenis kandang ini adalah kandang tertutup yang tidak memiliki sekat, alas kandang menggunakan sekam padi untuk mengurangi bau dari kotoran ayam. Sekam padi perlu diganti atau dikeringkan setiap satu kali masa panen. Biasanya model kandang dengan sistem postal ini digunakan untuk ternak ayam potong atau ayam broiler.

Jenis kandang yang ketiga adalah kandang dengan sistem baterai, yang mana kandang ini memiliki bentuk yang bertingkat. Biasanya terdiri dari 3-4 tingkat dengan satu ayam akan menempati satu kandang yang telah disekat.

Karena kandang ini memiliki bentuk yang bertingkat, maka lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Model kandang dengan sistem baterai tersebut biasanya digunakan untuk ayam petelur, bentuk kandangnya pun dibuat miring ke depan agar telur yang dihasilkan ayam mudah untuk diambil peternak.

3. Membeli Bibit Ayam Berkualitas

Hal penting lain dalam memulai bisnis ternak ayam adalah membeli bibit ayam (DOC) atau anakan ayam baru lahir yang umurnya kurang dari 10 hari. Anakan yang dipilih harus yang berkualitas dari induk ayam yang sehat dan tidak terkena penyakit.

Alangkah lebih baiknya jika anakan ayam diberi vaksin terlebih dahulu agar terhindar dari penyakit unggas. Hal ini dilakukan supaya masa panen bisa tepat waktu dan baik ayam maupun telur yang dihasilkan dalam kondisi baik.

4. Pemberian Pakan Ternak

Bisnis Ternak Ayam
(Sumber: poultryshop.id)

Dalam proses tumbuh dan kembangnya, tentu ayam memerlukan asupan makanan. Pakan yang diberikan secara teratur 2-3 kali sehari harus yang berkualitas agar ayamnya sehat dan memiliki bobot yang baik.

Biasanya, pakan yang diberikan oleh peternak ayam berupa biji jagung, dedek, pelet, atau pur yang bisa didapatkan di toko unggas. Jangan lupa juga untuk memberikan vitamin hingga masa panen dan melakukan vaksinasi selama tiga kali pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21 agar kesehatan ayam tetap terjaga .

5. Ketersediaan Hal Lain

Dalam melakukan usaha peternakan, selain lahan, kandang, dan pemberian pakan, ketersediaan lain yang perlu dipenuhi peternak adalah terkait dengan sumber daya air untuk minum ayam dan listrik sebagai penerangan kandang.

Dengan beberapa hal yang telah dibahas di atas, pengusaha yang akan memulai bisnis ternak ayam sudah bisa melakukan perencanaan modal dan biaya lain yang diperlukan dan mesti disiapkan pada masa perawatan ayam.

6. Ketahui Masa Panen Ayam Terbaik

Bisnis Ternak Ayam
(Sumber: rumahayampotong.com)

Setelah proses pembuatan kandang hingga masa pertumbuhan ternak, selanjutnya adalah masa panen. Setiap jenis ayam memiliki masa panen yang berbeda-beda. Untuk ayam potong, masa panennya adalah setelah sekitar 2 bulan dari pembibitan atau setelah bobot nya mencapai lebih dari 1 kilogram dengan harga jualnya sebesar Rp35.000,- sampai Rp40.000,-.

Sementara itu, untuk ayam kampung masa panennya lebih lama dari ayam potong yaitu bisa sampai 5 bulan dari pembibitan dengan harga jualnya Rp50.000,- sampai Rp80.000,-. Untuk ayam petelur, setelah memasuki masa panen 100 ekor ayam bisa menghasilkan 6 kilogram telur dalam sehari dengan harga per kilonya Rp24.000,- sampai Rp25.000,-.

Selain keuntungan yang bisa didapatkan, peternak juga harus siap menghadapi kerugian dalam berbisnis. Dalam usaha bisnis ternak ayam, kerugian yang dialami berkaitan dengan naik turunnya harga baik telur ayam maupun daging ayam yang ada di pasaran. Proses pemasaran hasil panen dari ternak ayam ini bisa dilakukan ke beberapa sasaran penjualan seperti pasar tradisional dan juga bisa disalurkan ke usaha olahan makanan, seperti restoran atau warung makan.

Jangan lupa juga untuk memperhitungkan modal yang diperlukan serta perhatikan tahapan dan hal-hal apa saja yang mesti disiapkan. Dengan perencanaan dan persiapan yang matang, maka bisnis peternakan ayam bisa berjalan lancar dan meraih banyak keuntungan saat panen tiba.

Nah, itulah beberapa panduan dasar ketika melakukan bisnis ternak ayam. Sebelum memutuskan untuk memulai suatu bisnis, baiknya perhitungkan terlebih dahulu untung dan ruginya bisnis yang akan dijalankan. Apalagi dalam memulai bisnis ternak ayam memerlukan perencanaan yang benar matang.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.