Sembako atau Sembilan bahan pokok, bisa dikatakan sebagai kebutuhan utama manusia. Mengapa? Karena memang bagian dari kebutuhan pangan yang tentunya dibutuhkan sebagai penunjang aktivitas dan kegiatan kita setiap harinya. Membuka usaha dibidang yang satu ini, tentunya sangat menguntungkan. Karena itu, bisnis sembako dapat dipastikan memiliki banyak konsumen yang membutuhkan produknya.

Namun, dalam perjalanannya, tak jarang bisnis ini terkena batu sandungan, sehingga usaha yang dilakukan bias saja merugi. Akibat hutang misalnya. Bukan tak mungkin, bisnis sembako yang sudah kita kelola mengalami kebangkrutan. Untuk itu, perlu dilakukannya serangkaian cara untuk menjaga bisnis ini agar tetap berdiri.

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Sembako

bisnis sembako
(Sumber: Superapp.id)

Manajemen atau pengelolaan keuangan sendiri, bagi setiap bisnis menjadi salah satu fondasi yang harus dilakukan dengan baik, karena tentunya aktivitas dan keberlangsungan bisnis kedepannya akan bergantung pada pengelolaan budgetnya. Beberapa tips atau cara untuk mengelola keuangan pada bisnis sembako yang kita jalankan adalah:

Baca Juga: Rahasia Peluang Bisnis Modal Kecil Untuk Usia Muda 

1. Peraturan Pembayaran Utang

Salah satu kendala yang membuat bisnis sembako susah berkembang atau bahkan mengalami kendala hingga kerugian adalah pemberian utang yang tanpa batasan kepada sembarang orang. Pastikan, pihak yang diberi keleluasaan untuk berhutang adalah mereka yang dapat dipercaya dan setidaknya telah kita ketahui dan kenali sebagai personal.

Sebelum memberikan utang tersebut, sebaiknya kita berbicara mengenai kesepakatannya terlebih dahulu. Misalkan mengenai tanggal maksimal pembayaran ataupun pelunasan utang tersebut. Berikan batasan terhadap nominal yang bisa dikreditkan. Atau bisa dengan memberikan utang pada barang-barang tertentu saja, tidak semuanya. Sebab, jika terlalu bebas, kita bisa saja kesulitan balik modal, bahkan tak dapat melanjutkan bisnis karena tidak sanggup menyediakan barang lainnya dikarenakan kurangnya uang modal.

2. Jangan menumpuk barang terlalu banyak

Buatlah strategi perhitungan atau perkiraan kebutuhan stok barang pada kurun waktu tertentu. Berapa lama kiranya barang tersebut akan habis. Sehingga kita tidak perlu menumpuk banyak barang. Karena, hal tersebut bisa saja menyebabkan barang berjamur, rusak, bahkan kadaluarsa.

Selain itu, memiliki terlalu banyak stok produk akan menghambat perputaran uang, karena budget yang seharusnya kita keluarkan untuk penyediaan barang lain bisa saja menjadi terhambat.

3. Gunakan Sistem Tertentu 

Sistem yang biasa digunakan pada bisnis sembako, toko kelontong, maupun minimarket biasanya adalah FIFO atau first in first out yang berarti barang yang pertama masuk, akan jadi barang yang pertama keluar. Produk yang datangnya lebih awal, akan menjadi produk yang diberikan pada konsumen lebih awal pula.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir banyaknya produk yang menumpuk dan mengurangi kerusakan barang akibat disimpan terlalu lama, khususnya pada beberapa barang dengan waktu expired yang cepat.

4. Kelola Keuangan Pribadi dan Toko Secara Profesional

Ingat, jangan pernah mencampurkan keuangan milik personal dengan keuangan toko. Hal ini akan membuat kita sebagai pengelola merasa bingung nantinya. Pasalnya kita bisa lupa untuk membeli atau membelanjakan uang usaha untuk keinginan pribadi. Alhasil, keuangan usaha kita menjadi tidak stabil dan bisa berantakan.

Karena mata pencaharian kita terletak pada bisnis sembako yang dikelola, maka sebaiknya buatlah presentasi khusus untuk menggaji diri sendiri. Berdasarkan perhitungan profit dari kegiatan usaha tersebut. Sehingga uang ‘gaji’ tersebut memang menjadi hal pribadi dan tidak tercampur dengan perputaran uang di toko.

5. Catat dan Lakukan Pembukuan

Jangan pernah lupa untuk mencatat dan membuat pembukuan. Pengelolaan bisnis akan bergantung pada hal ini. Tulislah dengan jelas apa saja produk yang in dan apa saja yang sudah melalui transaksi pembelian.

Stok barang dan pembelanjaan, omzet, kebutuhan operasional juga yang tak kalah penting adalah piutang pun tak luput dari pencatatan. Sehingga semuanya menjadi lebih jelas perhitungannya.

Kelebihan Bisnis Sembako

bisnis sembako
(Sumber: Finance.detik.com)

Terlepas dari kendala keuangan yang bisa saja dialami dari bisnis yang satu ini, membuka toko sembako tetap menjadi salah satu kegiatan bisnis menarik. Dimana, jika kita mampu mengelolanya dengan baik, keuntungan yang dihasilkannya terbilang cukup besar. Berikut beberapa kelebihan jika kita memilih untuk mengelola bisnis sembako, yaitu:

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis yang Bangkrut Akibat Corona

  1. Dicari dan dibutuhkan oleh banyak orang
  2. Mudah dijangkau oleh konsumen
  3. Memiliki hubungan dan kedekatan yang baik dengan konsumen
  4. Mudah mendapatkan barang atau produk yang kemudian akan dijual
  5. Keuntungannya mudah dihitung dengan jela
  6. Memungkinkan berkembangnya usaha menjadi grosir
  7. Bisa dilakukan kapanpun atau bukan merupakan usaha musiman
  8. Bisa dilakukan di rumah

Strategi Bisnis Sembako

bisnis sembako
(Sumber: Blog.mokapos.com)

Untuk memaksimalkan keuntungan yang didapat, perlu adanya serangkaian usaha yang dilakukan dalam pengembangan bisnis sembako ini, yaitu:

Baca Juga: Rahasia Sukses Bisnis Tiket Pesawat Online untuk Mahasiswa Tanpa Modal Besar 

1. Ketersediaan Produk

Masyarakat atau calon konsumen biasanya akan menentukan pilihan belanja berdasarkan kelengkapan produk yang ditawarkan. Jika budget atau modalnya terbatas, solusi yang bisa dipilih adalah tidak perlu menyetok barang terlalu banyak, asalkan barang yang ditawarkan tersebut lengkap.

2. Memanfaatkan Peluang

Meskipun bisnis ini bisa kita kelola dari rumah, namun kemungkinan hasilnya tetap cukup besar. Pasalnya, orang-orang sekitar pun pasti membutuhkan sembako dalam kehidupannya sehari-hari, jika kita mampu memanfaatkan peluang ini dengan membuat daya Tarik toko tersendiri dengan kelengkapan barang dan harga bersaing, maka usaha yang sedang dirintis bisa cepat balik modal dan semakin berkembang.

3. Melakukan Riset Pasar

Bisnis yang satu ini memang memiliki banyak pesaing, bahkan di satu daerah, kita bisa menemukan beberapa kompetitor. Lakukanlah riset  mengenai harga yang ditawarkan, pelayan dan stok ketersediaan barang yang ada dipasarkan. Jadikanlah hal tersebut sebagai patokan supaya bisnis kita menjadi lebih baik.

Hal ini juga bisa digunakan untuk penentuan harga sembako yang ditawarkan, usahakan harganya tidak terlalu tinggi dan memberatkan konsumen, namun juga tidak terlalu rendah, karena bisa menyebabkan kerugian.

4. Pelayanan yang Baik

Tak hanya sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat, kita sebagai pengelola bisnis pun harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Agar mereka merasa dihargai dan lebih nyaman untuk berbelanja di tempat kita. Buatlah mereka merasa puas, karena hal tersebut bisa melahirkan konsumen yang loyal.

Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian toko sembako. Karena jika keadaan kotor, maka kepercayaan dari konsumen akan berkurang dan bisa dianggap sebagai penyebab kualitas produk yang tidak baik. Selain itu, jika toko tertata dengan rapi, orang akan lebih nyaman untuk datang dan berbelanja. Juga kita tidak kesulitan untuk menemukan barang yang dicari.

5. Siapkan Alat atau Fasilitas Pendukung

Untuk memudahkan kegiatan usaha, siapkanlah berbagai alat pendukung seperti kalkulator, timbangan, alat tulis maupun yang lainnya. Salah satu hal yang bisa dimaksimalkan menjadi kelebihan bisnis yang kita kelola adalah dengan menyediakan fasilitas antar atau delivery untuk konsumen khusus produk tertentu, beras misalnya.

Uraian di atas merupakan cara dan tips agar bisnis sembako yang kita kelola dapat berjalan dengan baik dan menghindari adanya berbagai masalah juga kendala pada pengelolaan keuangannya. Semoga bisa memberikan manfaat.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.