Nama Sandiaga Uno tentu bukanlah nama yang asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir semua kalangan, kini sudah mengenal namanya. Pebisnis yang memiliki banyak sekali jaringan perusahaan ini memang terkenal sangat lihai dalam mengelola berbagai perusahaan yang ia miliki. Bisnis Sandiaga Uno juga sangat tersebar dalam berbagai bidang. Uno memiliki 5 perusahaan kelas kakap yang memiliki omset hingga mencapai angka triliun.

Selain itu, nama Sandiaga Uno juga semakin melejit sejak beliau mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden RI. Sebelum mencalonkan diri sebagai wakil presiden, Sandiaga Uno telah lebih dahulu mengabdikan dirinya di provinsi Jakarta sebagai wakil gubernur.

Berbagai Jejaring Bisnis Sandiaga Uno


Seperti yang telah disinggung sebelumnya, sosok Sandiaga Uno sangat lekat dengan image sebagai pengusaha muda yang sukses. Berbagai perusahaan dalam berbagai bidang usaha telah dikelola dengan sangat baik dan menghasilkan keuntungan yang sangat fantastis. Berikut ini merupakan beberapa jaringan bisnis Sandiaga Uno yang patut diketahui:

1. Saratoga Investama Sedaya

Bisnis Sandiaga Uno
(Sumber: tribunnews.com)

Saratoga Investama adalah sebuah perusahaan investasi terbesar yang ada di Indonesia. Saratoga Investama berdiri sejak tahun 1997. Perusahaan ini didirikan oleh Sandiaga Uno dan juga Edwin Soeryadjaya. Tahun 1997 menjadi masa-masa sulit bagi para investor. Pasalnya, kala itu tengah terjadi krisis ekonomi yang memberikan dampak buruk bagi para investor. Alhasil, banyak para investor yang akhirnya memindahkan investasi miliknya ke negeri lain. Saratoga mencoba untuk bangkit dengan melakukan investasi bersama sebuah perusahaan batu bara bernama Adaro, pada sekitar tahun 2002.

Baca Juga : Daftar Kerajaan Bisnis Atta Halilintar yang Bisa Ditiru Pengusaha Baru

Keputusan untuk berinvestasi pada perusahaan batu bara tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Kedua pendiri dari Saratoga, menilai jika batu bara merupakan sebuah sumber energi yang paling mudah untuk diakses. Setiap tahun, Saratoga Investama mencoba untuk menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan-perusahaan besar untuk terus aktif.

Singkatnya, Saratoga Investama mulai mengembangkan sayap lebarnya. Hal itu dibuktikan dengan tercatatnya Saratoga Investama dalam BEI dan masuk ke dalam pasar modal Indonesia.

Kini, Saratoga Investama telah menjadi sebuah perusahaan investasi paling aktif pertama yang ada di Indonesia. Saratoga Investama memberikan investasi-investasi pada sektor-sektor seperti infrastruktur hingga sumber daya alam.

2. Mitra Pinasthika Mustika

Mitra Pinasthika Mustika atau yang juga sering disingkat menjadi MPM merupakan salah satu usaha milik Sandiaga Uno. Awalnya, perusahan MPM ini didirikan oleh seseorang bernama William Soeryadjaya pada sekitar tahun 1987. MPM memiliki fokus pada satu titik yakni sektor otomotif.

Namun, selain sektor otomotif perusahaan ini juga memiliki fokus lain yakni bidang industri seperti agen, grosir hingga pemasok dan perdagangan. MPM merupakan perusahaan yang menjadi distributor bagi sepeda motor milik Honda, terutama pada wilayah-wilayah yang ada di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Menjadi distributor merek kendaraan yang cukup besar bukanlah sebuah hal baru bagi MPM. Kegiatan tersebut bahkan telah berlangsung sejak tahun 2011.

MPM merupakan salah satu perusahaan besar yang memiliki cukup banyak anak perusahaan, sehingga tak heran jika perusahaan ini memiliki anak perusahaan. Anak perusahaan dari MPM misalnya saja adalah federal karya utama, MPM Motor, MPM Rent, Artha Finance, hingga MPM Insurance.

Awalnya perusahaan MPM ini terbentuk karena pemberian dana investasi. Besarnya perusahaan MPM dan perkembangannya yang pesat dibuktikan dengan keuntungan bisnisnya yang mencapai angka hingga 411 miliar. Perolehan tersebut merupakan jumlah yang sangat fantastis mengingat waktu perolehan yang hanya berkisar 9 bulan saja.

3. Provident Agro

Bisnis Sandiaga Uno
(Sumber: gosbiz.com)

Sandiaga Uno mencoba merambah bisnis baru pada sekitar tahun 2006. Ketika itu, Sandi memutuskan untuk membangun bisnis di sektor perkebunan, yaitu perkebunan kelapa sawit. Pendirian perusahaan ini didirikan melalui investasi yang dilakukan di Saratoga, dengan jumlah saham sebanyak 5%.

Provident Agro memiliki kantor pusat yang berlokasi di The Coverage Indonesia pada lantai 21-22. The Coverage Indonesia merupakan sebuah bangunan yang berlokasi di kawasan Rasuna Epicentrum atau lebih tepatnya berada di jalan H.R Rasuna Said, Jakarta. Selain bergerak di bidang usaha pertanian yakni kelapa sawit, perusahaan provident agro juga memproduksi produk-produk lain yang juga masih berhubungan dengan kelapa sawit.

Baca Juga : Fakta Mengejutkan Bisnis Prabowo yang Tak Disangka-sangka

Perusahaan provident agro makin hari semakin membuktikan eksistensinya. hal tersebut dibuktikan dengan perolehan keuntungan yang terbilang sangat besar. Menurut beberapa sumber, keuntungan yang didapatkan oleh para pemegang saham mencapai angka sekitar 178 miliar. Maka tak diragukan lagi, jika perusahaan ini mampu menghasilkan pendapatan yang sangat tinggi.

4. Medco Power Indonesia

Medco Power Indonesia atau yang juga dikenal dengan nama Medco Energi ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada sektor energi panas bumi. Awalnya, perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan kontraktor partikelir yang bergerak di dalam bidang jasa untuk pengeboran minyak. Selain pengeboran minyak, perusahaan ini juga bergerak dalam bidang pengeboran gas bumi yang terdapat di daratan.

Perusahaan Medco Energi telah berdiri sejak 9 juni tahun 1980. Perusahaan Medco Energi juga memiliki banyak anak perusahaan, diantaranya yaitu PT Medco E & P Natuna. Anak perusahaan tersebut memiliki peran sebagai operator untuk kontraktor kontrak kerja sama yang dilakukan di South Natuna Sea pada blok B.

Selain anak perusahaan sebelumnya, Medco Energi ini juga memiliki anak perusahaan lainnya seperti Ophir Energy, pertambangan emas dan tembaga, hingga pembangkit listrik. Ophir energy ini merupakan sebuah anak perusahaan yang terletak di London.

Namun, sekitar tahun 2019, atau lebih tepatnya pada 21 Mei 2019, anak perusahaan ini diakuisisi oleh perusahaan Medco Energi.  Medco Energi ini memiliki wilayah kerja yang terletak pada daerah Sampang dan Bangkai. Wilayah kerja tersebut memiliki nama, yakni Madura Offshore.

5. Adaro Energy

Bisnis Sandiaga Uno
(Sumber: liputan6.com)

Melalui perusahaan Saratoga Investama, Adaro Energy juga akhirnya menjadi hak milik Sandiaga Uno sejak tahun 2001. Adaro Energy merupakan sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang bisnis batu bara. Bahkan, Adaro Energy merupakan perusahaan yang masuk ke dalam 4 besar produsen penghasil batu bara di dunia. Awal mulanya perusahaan ini merupakan perusahaan yang berasal dari negeri lain, yaitu Spanyol.

Baca Juga : Sumber Kekayaan dan Rantai Bisnis Reino Barack

Perusahaan Adaro Energy ini telah ada sejak 10 september 1986. Saat itu, sebanyak 80% dari jumlah saham dapat dibeli dari hasil konsorsium Australia beserta Indonesia. Kantor pusat dari perusahaan Adaro Energy berada di Indonesia, lebih tepatnya berada di ibukota Jakarta.

Menurut data, keuntungan bersih yang didapatkan mulai tahun 2020 mencapai angka sebanyak 268 juta dollar. Angka tersebut merupakan sebuah peningkatan yang cukup besar, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nah, itulah berbagai jejaring bisnis Sandiaga Uno. Melalui data di atas, tentunya bukan hal yang mengherankan lagi jika seorang Sandiaga Uno memiliki jumlah kekayaan yang sangat besar dan fantastis. Bahkan, berkat bisnis yang dijalani tersebut, membuat nama Sandiaga Uno masuk ke dalam deretan orang terkaya di Indonesia.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.