Walaupun bukan kebutuhan utama, namun mainan anak tetaplah diperlukan untuk mengasah saraf motorik  dan perkembangan otak anak. Jika ditelusuri di jalanan, mall, atau toko khusus mainan, bisnis mainan anak tidak pernah sepi pengunjung.

Baca Juga: Ide Bisnis Jajanan Anak Sekolah Dasar Terbukti Omset Jutaan

Jenis-Jenis Usaha Mainan Anak

1. Miniatur Excavator Mini

Miniatur Excavator Mini
(Sumber : Facebook.com)

Bisnis mainan excavator mini belakangan sedang viral di media sosial. Untuk dapat membuka bisnis ini, modal yang perlu dikeluarkan tidaklah terlalu besar. Hanya dengan Rp 5,5 juta saja, pengusaha akan memperoleh paket 5 excavator, 5 truk, 5 kotak tempat excavator, 5 timer, dan 5 plastik serbuk kayu.

Bisnis mainan ini dapat dijalankan di rumah, atau jika tidak memungkinkan pebisnis dapat menjadi agen dimana proses pemasarannya bisa dilakukan melalui sistem online.

2. Mainan Anak Edukatif

Jenis mainan anak edukatif memang dirancang secara khusus untuk melatih dan merangsang perkembangan anak. Mulai dari motoriknya, perkembangan otak, kemampuan bicara, dan banyak lainnya.

Usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar untuk bisa dijalankan, bahkan beberapa diantaranya bisa dilakukan tanpa modal. Yakni dengan menjadi reseller atau dropshipper dari supplier mainan anak online.

Rata-rata modal yang diperlukan untuk membuka usaha mainan edukatif adalah Rp 3 jutaan. Adapun beberapa contoh dari mainan anak edukatif adalah flash card, puzzle, tetris balok, wisdom box, balok kayu, dan alphabet card.

3. Usaha Mainan Anak Action Figure

Action figure umumnya menampilkan karakter populer yang banyak digemari anak-anak, baik itu dari sebuah kartun ataupun anime.  Tentunya, saat mereka melihat ‘idolanya’ dalam bentuk mini, mereka akan langsung jatuh hati dan meminta orang tuanya untuk membelikan mainan tersebut.

Baik untuk kualitas mainan yang terbaik hingga kualitas yang biasa-biasa saja, hampir bisa dipastikan mainan anak action figure pasti dicari dan laku dipasaran.

Modal untuk membuka bisnis ini pun bervariasi, bergantung dari material dan kualitasnya. Jikapun pengusaha belum memiliki modal yang cukup, mereka masih bisa menjualnya dengan cara menjadi reseller dari toko mainan. Untuk urusan pemasarannya sendiri bisa dilakukan secara offline ataupun online.

Beberapa jenis mainan action figure yang banyak dicari adalah spiderman, batman, naruto, hulk, iron man, captain america, dan masih banyak lainnya.

4. Usaha Mainan Anak Boneka

Sama seperti mainan action figure, variasi boneka biasanya dijajakan sesuai dengan apa yang tengah menjadi viral di kalangan anak-anak. Sehingga saat mereka menonton acara kartun kesayangannya, karakter dalam acara tersebut dapat ditemui dalam dunia nyata dalam bentuk boneka. Boneka sendiri memiliki banyak jenis. Beberapa diantaranya dibedakan oleh material pembuatnya, misalnya saja plastik, kain, atau material lainnya.

Modal yang diperlukan untuk membuka bisnis ini juga tidak lebih dari 3 jutaan. Agar memperoleh lebih banyak produk boneka dengan harga yang murah, pebisnis dapat membelinya melalui toko grosir atau pembuatnya secara langsung.

5. Usaha Mainan Alat Musik

Alat musik biasanya sudah mejeng cantik di toko-toko mainan yang menawarkan berbagai jenis mainan. Walau begitu, tidak ada salahnya untuk membuka toko mainan alat musik secara tersendiri. Memilih untuk membuka mainan khusus alat musik ini juga bisa menjadi solusi bagi pebisnis dengan keterbatasan modal.

Variasi alat musik yang dapat dijual bisa bermaterialkan plastik atau bahan lain dengan kualitas yang benar-benar bagus. Pastinya, disamping menyesuaikan bahan dan kualitasnya, pebisnis juga perlu menyesuaikan target usia dan kebutuhan dari calon pembelinya. Membuka usaha alat musik ini memiliki prospek yang cukup baik, mengingat alat musik dapat digunakan untuk melatih perkembangan otak anak.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Jajanan Anak SD untuk Pengusaha

6. Rental atau Sewa Playstation

Rental atau Sewa Playstation
(Sumber : Infopublik.id)

Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, variasi mainan anak pun mulai beragam. Salah satunya ialah perangkat playstation dengan format 3D dan 2D.

Dalam playstation, ada banyak permainan bagus yang digemari anak-anak. Jenis mainan seperti ini diperuntukkan untuk anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar, dan perlu didampingi oleh orang tuanya.

Mengingat harga Playstation yang cukup tinggi, pebisnis bisa membuka rental PS agar anak-anak yang belum bisa membelinya dapat memainkannya. Perlu dicatat, bila modal usaha belum cukup kuat, maka jangan paksakan untuk membeli lebih dari 2 perangkat PC.

Tips Memulai Bisnis Mainan Anak

1. Siapkan Modal

Usaha mainan anak sebenarnya bisa dibuka oleh siapa saja, entah mereka yang memiliki modal besar ataupun kecil. Ini dikarenakan varian mainan yang ada cukup banyak ragamnya. Harganya pun juga bervariasi, mulai dari yang sangat murah hingga sangat mahal.

Apabila modal yang dimiliki belum terlalu besar, pebisnis bisa memilih untuk membuka usaha mainan yang murah. Umumnya, jenis mainan seperti ini ditargetkan untuk sebagian besar anak usia sekolah dasar. Sebut saja puzzle mini, tembak-tembakan, dan lainnya. Namun, apabila pebisnis memiliki modal yang cukup, pebisnis bisa menjual variasi mainan lain yang lebih beragam dengan harga yang menjanjikan profit lebih besar.

2. Tetapkan Harga yang Kompetitif

Menetapkan harga yang kompetitif bisa menjadi salah satu poin penting yang menentukan sukses atau tidaknya suatu usaha. Pebisnis dapat memperoleh harga mainan yang murah untuk kemudian dijual kembali apabila melakukan kulakan secara grosir.

3. Promosi yang Menarik

Guna melancarkan bisnis mainan yang sedang dirintis, pebisnis bisa menawarkan promosi menarik untuk para pelanggan yang datang. Semisal, beli 2 gratis mainan lain dengan harga lebih murah, atau kupon diskon untuk pembelian selanjutnya, dan lain-lain.

4. Cari Lokasi yang Strategis

Jika berniat untuk membuka toko secara offline, maka pilihlah lokasi strategis agar bisa menarik atensi dari anak-anak dengan mudah. Namun, apabila lokasi toko tidak terlalu strategis, pebisnis bisa menyiasatinya dengan pemasangan spanduk atau banner penunjuk arah sehingga orang-orang pun dapat melihat keberadaan toko mainan tersebut.

Baca Juga: Rahasia Strategi Bisnis Properti Untung Besar yang Mudah Ditiru Anak Muda

5. Evaluasi Jenis Mainan secara Berkala

Evaluasi Jenis Mainan secara Berkala
(Sumber : Pontianak.tribunnews.com)

Lakukanlah evaluasi atas jenis mainan yang dijual secara berkala. Jadikan jenis mainan yang paling banyak diminati sebagai prioritas produk dari toko tersebut. Sebaliknya, kurangi jumlah kulakan mainan yang sudah jarang diminati. Hasil evaluasi toko secara berkala ini akan membantu pebisnis untuk bisa membelanjakan modalnya secara lebih bijak. Selain evaluasi jenis mainan, pebisnis juga perlu mengevaluasi terkait dengan 4P, yakni Place, Produk, Promotion, dan Price.

6. Gunakan Momentum di Hari Besar Tertentu

Memanfaatkan momentum di hari-hari besar keagamaan untuk membantu memperoleh jumlah penjualan yang lebih tinggi sah-sah saja dilakukan. Disamping itu, promosi disaat libur sekolah atau akhir tahun juga bisa diaplikasikan untuk mendapat peningkatan omzet.

7. Selalu Lakukan Pencatatan Pengeluaran dan Pemasukan

Dalam setiap usaha, mencatatkan semua biaya pengeluaran dan pemasukan menjadi kewajiban bila pebisnis ingin mengetahui laba dan rugi bisnisnya. Selain itu, melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan akan memudahkan pebisnis dalam membuat rencana pengembangan bisnis.Selama toko masih belum memiliki banyak variasi barang dan transaksi penjualan, maka pencatatan ini bisa dilakukan secara manual. Dengan melakukan metode ini, pebisnis dapat terus memantau kesehatan bisnis mainan anaknya secara optimal.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.