Jajanan khas asal Betawi, ketoprak, sudah lama jadi favorit masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan, masakan yang terdiri dari lontong sebagai bahan utamanya ini cukup lezat untuk disantap sebagai sarapan, makan siang, maupun makan malam. Mengingat peminatnya yang tak pernah surut sejak dulu hingga saat ini, bisnis ketoprak tentu masuk dalam deretan usaha paling menjanjikan di tahun ini.

Acuan Dalam Memulai Bisnis Ketoprak

1. Bahan Baku

Bahan Baku
(Sumber: Indonesiakaya.com)

Dari semua bahan yang digunakan, bumbu kacanglah yang menjadi faktor pembeda rasa ketoprak antara satu penjual dengan yang lainnya. Karenanya, pastikan untuk hanya memilih kacang tanah berkualitas sebagai bahan baku ketoprak.

Disamping itu, pemilihan jenis beras juga akan berpengaruh pada lezat atau tidaknya ketupat lontong. Pedagang dianjurkan untuk menggunakan beras dengan butiran tidak terlalu besar, tidak berbau apek, juga memiliki warna putih bening.

Baca Juga: Tren Ide Bisnis Makanan Ringan yang Lagi Viral dan Paling Laris

Agar rasa lontong makin legit, beberapa tips berikut mungkin bisa membantu:

  • Beras hendaknya dicuci hingga bersih dan direndam selama kurang lebih 3 jam. Kemudian hasil tirisannya boleh ditambah dengan sedikit kapur sirih.
  • Masukkan beras yang sudah direndam ke dalam bungkus ketupat sebanyak ⅔ isinya.
  • Didihkan air yang akan digunakan untuk merebus ketupat.
  • Rebut ketupat selama 4 sampai 5 jam. Usahakan agar ketupat selalu terendam air saat proses perebusan berlangsung.
  • Jika dirasa sudah matang, gantung ketupat hingga bungkusnya mengering.

2. Tempat Usaha

Tempat Usaha
(Sumber: Travel.tribunnews.com)

Biasanya, ketoprak dijajakan secara berkeliling di sekitar perumahan maupun tempat-tempat ramai potensial lainnya seperti pasar, kampus, atau daerah perkantoran. Meski begitu, tidak sedikit pula yang memilih untuk menyewa sebuah tempat usaha di kawasan strategis yang banyak dilalui orang. Perlu diingat, ketepatan dalam pemilihan tempat usaha akan berpengaruh bagi keberlangsungan dan kesuksesan usaha ketoprak.

3. Perlengkapan Usaha

Sama seperti jenis bisnis lainnya, usaha ketoprak membutuhkan sejumlah peralatan pendukung disamping bahan makanan itu sendiri. Lebih detailnya ialah sebagai berikut:

  • Gerobak atau etalase seharga Rp 2.000.000.
  • Kompor lengkap dengan tabung gasnya senilai Rp 200.000.
  • Wajan dan spatula sebesar Rp 100.000.
  • Wadah plastik senilai Rp 20.000.
  • 1 kaleng krupuk seharga Rp 30.000.
  • Pisau Rp 20.000.
  • Seperangkat peralatan makan Rp 200.000.

Sehingga estimasi total untuk pembelian perlengkapan usaha adalah Rp 2.570.000. Perlu dicatat, estimasi tersebut hanyalah perkiraan, bisa lebih kecil ataupun lebih besar, bergantung pada ketersediaan perlengkapan dan daerah penjual itu sendiri.

4. Karyawan

Karyawan
(Sumber: Genpijogja.com)

Usaha ini sejatinya bisa dijalankan sendiri maupun dibantu oleh tenaga seorang karyawan. Namun meski jika penjual mempunyai karyawan, ada baiknya seluruh hal yang berhubungan langsung dengan proses peracikan ketoprak dilakukan secara mandiri. Upaya ini dilakukan agar kualitas ketoprak bisa terjaga, mengingat hanya penjual yang memahami komposisi tepat bagi resep tersebut.

Kendati demikian, seiring dengan berkembangnya usaha kuliner ini, pedagang dapat melatih karyawan dalam meracik ketoprak, sehingga saat pengunjung sedang ramai mereka dapat membantu penjual dalam mempersiapkan pesanan-pesanan pelanggan.

5. Promosi

Mengubah bentuk gerobak menjadi lebih atraktif dengan menampilkan kekhasan dari cita rasa ketoprak sekaligus brand milik pebisnis, lagaknya bisa jadi ajang promosi sederhana bagi bisnis ini. Disadari atau tidak bentuk gerobak yang unik bisa menarik minat bakal konsumen untuk datang dan membeli ketoprak.

Promosi juga bisa dilakukan melalui media sosial pribadi, penggunaan spanduk di depan lokasi berjualan, dan lain sebagainya.

6. Harga Ketoprak

Umumnya, satu porsi ketoprak akan dihargai dengan Rp 5.000 sampai dengan Rp 7.000. Penetapan harga tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lokasi berjualan. Bilamana tempat jualan berada di sekitar sekolah atau kampus, ada baiknya untuk mematok harga lebih rendah. Malah jika memungkinkan, pebisnis dapat menurunkan harganya agar dapat bersaing dengan jenis makanan serupa di sekitar lokasi tersebut.

Sebaliknya, saat pebisnis memutuskan untuk membuka usahanya di area perkantoran, perumahan, atau pasar, harga ketoprak bisa ditetapkan sedikit lebih mahal, namun dengan tetap memperhatikan tingkat persaingan harga di area tersebut.

Baca Juga: Contoh Bisnis Makanan Ringan Unik Belum Ada Pesaing

Analisis Usaha Ketoprak

Dengan nilai investasi sebesar Rp 2.570.000 dan asumsi masa guna peralatan berikut:

  • Gerobak/etalase 4 tahun.
  • Kompor dan tabung gas 4 tahun.
  • Wajan dan spatula 4 tahun.
  • Wadah plastik 3 tahun.
  • Kaleng kerupuk 3 tahun.
  • Pisau 3 tahun.
  • Peralatan makan 2 tahun.

Serta rincian biaya operasional setiap bulannya:

Biaya tetap

  • Penyusutan gerobak atau etalase 1/48 Rp 2.000.000 = Rp 41.666.
  • Penyusutan kompor dan tabung gasnya 1/48 Rp 200.000 = Rp 4.166.
  • Penyusutan wajan dan spatula 1/48 Rp 100.000 = Rp 2.083.
  • Penyusutan wadah plastik 1/36 Rp 20.000 = Rp 555.
  • Penyusutan kaleng krupuk 1/36 Rp 30.000 = Rp 833.
  • Penyusutan pisau 1/36 Rp 20.000 =Rp 555.
  • Penyusutan seperangkat peralatan makan 1/24 Rp 200.000 = Rp 8.333.
  • Gaji karyawan part time Rp 500.000.

Sehingga total biaya tetapnya menjadi Rp 558.191

Biaya variabel

  • Bahan baku: beras, bihun, kacang, dan lain-lain Rp 200.000 x 30 hari = Rp 6.000.000.
  • Biaya sewa tempat Rp 300.000.
  • Beban retribusi Rp 50.000.

Total biaya variabel adalah Rp 6.350.000

Total biaya operasional dari usaha ketoprak adalah:

Biaya tetap + biaya variabel

Rp 558.191 + Rp 6.350.000 = Rp 6.908.191

Maka pemasukan yang dimungkinkan akan diperoleh pebisnis dengan asumsi harga ketoprak per porsi Rp 6.000 adalah:

Rp 6.000 x 60 porsi x 30 hari = Rp 10.800.000

Keuntungan per Bulan

Total pemasukan – total biaya operasional

= Rp 10.800.000 – Rp 6.908.191

= Rp Rp 3.891.809

Lama Balik Modal

Lama balik modal= total investasi/keuntungan

= Rp 2.570.000/Rp 3.891.809

= 0,66 bulan atau 19,8 hari

Baca Juga: Contoh Proposal Usaha Jasa, Dagang, Kerajinan, dan Makanan

Tips Menjalankan Usaha Ketoprak

  1. Sesaat sebelum waktu berjualan dimulai, pastikan agar seluruh bahan yang digunakan sudah siap olah. Terutama untuk ketupat lontong yang notabene memakan waktu paling lama dalam pembuatannya, yakni 4-5 jam. Pebisnis harus dapat mengestimasikan sekaligus mengalokasikan waktunya dengan tepat agar saat dagangan harus dibuka, ketupat lontong tersebut sudah matang dan dapat diracik bersamaan bahan lainnya.
  2. Supaya ketupat lontong yang dibuat hasilnya sempurna, sebaiknya pebisnis hanya mengisikan beras sebanyak setengah bagian dari pembungkus yang digunakan.
  3. Jika memungkinkan, pebisnis bisa menggiling kasar kacang goreng terlebih dahulu sebelum dagangan mulai dibuka. Sehingga nantinya akan lebih mudah untuk dihaluskan bila ada pesanan baru.

Meski kadang bisnis ketoprak dianggap remeh oleh sebagian orang, nyatanya usaha ini bisa memberikan hasil yang lumayan. Lama waktu yang dibutuhkan agar uang modal kembali pun cukup cepat, yakni dibawah 1 bulan atau lebih spesifiknya sekitar 20 hari sejak usaha ketoprak mulai dijalankan.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.