Istilah hidroponik diambil dari kata Yunani, hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya. Hidroponik juga sering disebut dengan istilah soilless culture. Jadi, pengertian dari hidroponik adalah suatu bentuk budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Bisnis hidroponik ini mulai banyak diminati masyarakat beberapa tahun belakangan.

Cara budidaya tanaman jenis ini banyak disukai, karena tidak memerlukan tempat yang luas dan tidak memerlukan tanah sebagai media tanam. Hidroponik menggunakan larutan air dengan nutrisi sebagai media tanamnya. Selain itu, cocopeat dan sekam juga dapat dipilih sebagai media, karena mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.

Baca Juga: Aneka Usaha Pertanian untuk Anak Muda Bikin Tajir Melintir

Peluang Bisnis Hidroponik yang Menggiurkan

Sebelum memulai bisnis hidroponik, ada baiknya melakukan pengamatan terkait peluang, potensi, dan kendala dari bisnis ini. Hal ini perlu agar siap menghadapi kendala yang akan ditemui. Selain itu, juga mampu mengidentifikasi peluang agar dapat meraihnya segera. Berikut ini adalah peluang bisnis budidaya tanaman secara hidroponik.

1. Potensi Berkembang Tinggi

Budidaya tanaman secara hidroponik dapat dimulai dengan skala kecil. Namun, bisnis ini memiliki potensi berkembang sangat besar. Hal ini diakibatkan oleh semakin banyaknya orang yang sadar kesehatan, terkait tanaman konsumsi bebas pestisida. Selain itu, bisnis ini dapat berkembang tidak hanya menjual hasil panen saja, melainkan dengan menjual produk turunannya.

Produk turunan dalam bisnis ini bisa berupa kit tanaman hidroponik. Sebagai pengusaha budidaya hidroponik, tak jarang membuat orang lain ingin ikut menanam secara hidroponik di rumah. Jadi, bisa disediakan kit tanaman hidroponik bagi para pemula tersebut. Ini juga bisa menjadi peluang bisnis. Selain itu, produksi larutan pupuk dan nutrisi yang baik bagi tanaman juga bisa menjadi produk turunan bisnis ini

2. Potensi Pasar Besar

Sudah disinggung sebelumnya bahwa semakin banyak orang yang sadar kesehatan terkait makanan yang dikonsumsinya. Adapun tanaman hidroponik umumnya lebih sehat, karena tidak menggunakan pestisida. Selain itu, nutrisi tanaman sangat diperhatikan. Saat ini banyak kafe, restoran, dan katering lebih memilih sayuran yang ditanam secara hidroponik. Hal ini tentu membuat potensi pasar bisnis ini sangat besar.

3. Peralatan yang Mudah Didapat

Peralatan yang Mudah Didapat
(Sumber : Facebook.com)

Dalam memulai bisnis hidroponik utamanya yang masih berskala kecil, media yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah. Ember, gelas, toples, pipa, dan lain-lain. Namun, perlu diingat, untuk media yang tembus pandang sebaiknya dilapisi dengan alumunium foil atau dicat terlebih dahulu. Hal ini berfungsi agar tidak ada sinar matahari yang masuk dan mengakibatkan tumbuhnya lumut.

4. Tidak Memerlukan Lahan Luas

Tanaman hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas. oleh sebab itu, bisnis budidaya tanaman secara hidroponik dapat dilakukan dengan skala kecil di halaman rumah. Selain itu, perawatannya cukup mudah. Satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup.

5. Bibit Mudah Didapatkan

Untuk memulai bisnis hidroponik tidak perlu mengalami kesulitan dalam mendapatkan bibit. Umumnya di toko-toko pertanian, dapat dengan mudah didapatkan bibit tanaman yang dapat dibudidaya dengan cara hidroponik. Contoh tanaman yang sering dibudidaya secara hidroponik adalah sawi, bayam, kangkung, selada, tomat, dan cabai.

Baca Juga: Cara Kerjasama Distributor Sembako yang Benar dan Resmi

Cara Memulai Bisnis Hidroponik

Setelah mulai memahami potensi bisnis tanaman hidroponik ini, perlu juga mengetahui tips dan trik agar bisnis ini dapat berjalan dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan meraih banyak pelanggan setia. Untuk itu perlu dilakukan beberapa usaha agar bisnis yang dijalankan tidak sepi pembeli. Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk menjaga kelangsungan bisnis ini.

1. Susun Strategi Pemasaran yang Tepat

Strategi pemasaran sangat penting dalam bisnis hidroponik, apalagi bagi pemula. Sebab, jika strategi tidak disusun dari awal, akan sulit menentukan arah bisnisnya. Strategi pemasaran yang bisa dipilih pemula adalah dengan menjual eceran kepada teman dan tetangga sekitar rumah dahulu. Setelah produksi bertambah, dapat mengembangkan jangkauan pasar lebih luas lagi.

2. Jalin Hubungan dengan Pembeli Skala Besar

Jika dirasa produksi tanamannya sudah mampu memenuhi skala besar, mulaialah menawarkan produk pada pasar yang lebih besar. Kafe, restoran, katering, dan hotel adalah pasar potensial yang sayang jika dilewatkan. Sebab, biasanya mereka memerlukan sayur dalam jumlah besar dan kontinyu. Buatlah penawaran yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, agar kerja sama dapat berjalan langgeng.

3. Manfaatkan Media Sosial

Manfaatkan Media Sosial
(Sumber : Id.theasianparent.com)

Agar pembeli semakin banyak, manfaatkan media sosial untuk membentuk branding sebagai pelaku bisnis hidroponik. Sering-seringlah berbagi informasi terkait sayuran sehat, tips pengolahan sayuran yang benar, dan keunggulan tanaman hidroponik. Informasi jenis ini sangat disukai, sehingga dengan membaginya akan terbuka peluang postingan di media sosial dilirik banyak orang. Pada akhirnya selipkan secara soft selling tentang produk sayur yang ditawarkan.

4. Mulai dari Tanaman yang Banyak Diminati

Bagi pemula bisnis hidroponik tidak perlu langsung menanam varian tanaman yang banyak jenisnya. Walaupun satu jenis saja, asalkan banyak diminati, maka akan dapat meraih banyak pembeli. Cabe, kangkung, bayam, dan sawi adalah jenis tanaman yang banyak dibutuhkan setiap harinya. Berbeda dengan selada yang lebih banyak dibutuhkan kafe dan restoran saja.

5. Lakukan Difersivikasi Produk

Agar tidak sepi pembeli, saat bisnis budidaya tanaman hidroponik mulai berkembang perlu dilakukan difersivikasi produk. Tidak hanya menambah ragam tanaman saja, tetapi juga dengan menambah lini usaha. Tentunya yang dipilih adalah lini usaha yang masih berkaitan dengan hidroponik. Misalnya, penjualan kit hidroponik, bibit tanaman, pupuk, dan media tanam. Dengan demikian, pangsa pasar semakin luas dan usaha yang dilakukan tidak sepi pembeli.

6. Jalin Hubungan Baik dengan Pelanggan

Dalam melakukan sebuah bisnis, hubungan baik dengan pelanggan sangat diperlukan. Termasuk juga pada bisnis hidroponik. Tak ada salahnya berbagi tips dengan pelanggan, agar menjadi orang yang selalu dicari saat ada pertanyaan terkait tanaman hidroponik. Jangan segan pula memberikan bonus dan jumlah ekstra pada pelanggan yang membeli banyak. 

7. Konsisten dan Telatenan

Kedua sikap ini merupakan modal utama dalam menekuni bisnis tanaman hidroponik. Jika tidak, maka tanaman akan terbengkalai dan rusak. Selain itu, bisa mengakibatkan stok panenan terhambat, sehingga langganan menjadi kecewa.

Baca Juga: Jenis-Jenis Barang yang Laku Dijual Di Teras Depan Rumah

Teknik Penanaman Hidroponik yang Dapat Diterapkan

Teknik Penanaman Hidroponik yang Dapat Diterapkan
(Sumber : Jualo.com)

Peluang bisnis dan strategi sudah diketahui. Saatnya memahami teknik penanaman dalam bisnis hidroponik. Ada tiga teknik penanaman hidroponik.

  1. NFT (Nutrient Film Technique), yaitu dengan cara melubangi pipa hingga membentuk selokan. Nantinya akar tanaman akan langsung terkena larutan air dan nutrisi.
  2. Wick System. Caranya kurang lebih seperti NFT, tetapi pipanya dipotong separuh. Pada teknik ini, tanaman diletakkan pada wadah sebelum dimasukkan dalam pipa.
  3. Menggunakan media tanam sekam padi. Teknik ini disebut air tetes. Sebab, tanaman akan menerima nutrisi dari air yang diteteskan sedikit demi sedikit secara terus-menerus.

Demikianlah tips bisnis hidroponik agar selalu ramai pembeli. Melihat peluangnya yang besar, tak ada salahnya mulai merintis usaha ini. Mulailah dari skala kecil dahulu. Selamat mencoba.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.