Cara Bisnis Frozen Food : Strategi, Kelebihan dan Kelemahan

bisnis frozen food

Frozen food merupakan jenis olahan makanan yang dibekukan dengan tujuan mengawetkan makanan hingga siap santap. Makanan tersebut hanya perlu dihangatkan untuk bisa dikonsumsi. Fenomena ini semakin menarik sejalan dengan perkembangan teknologi dan kemunculan varian olahan yang dieksplorasi oleh para penggagas bisnis frozen food.

Peluang Usaha Frozen Food

Praktis. Orang-orang tak perlu alasan lain untuk membeli frozen food. Mudah diolah, efisien waktu, dan banyak tersedia di pasaran membuat frozen food banyak digandrungi. Karena merupakan produk makanan yang cukup awet, beberapa orang bahkan membelinya sebagai persediaan makanan di kulkas. Jadi, saat tidak ada makanan, mereka hanya perlu memanaskan makanan beku ini menjadi kudapan sedap.

Bukan hanya konsumen, pebisnis juga akan merasakan kemudahaan saat memulai peluang usaha ini. Keuntungan lain dari usaha frozen food akan memberikan komitmen serta ketekunan sendiri untuk terus mengembangkan bisnis ini.

Apalagi bila pengusaha mampu mengolah makanan frozennya sendiri, mereka dapat mengedepankan komitmen untuk membuat olahan makanan bebas pengawet. Hal tersebut bisa menunjang perkembangan usaha yang sedang dijalankan, karena semakin kaya kreatifitas ide yang dituangkan dalam olahan produk, akan semakin tinggi pula minat konsumen untuk menjajal hasil olahan itu.

Baca Juga: Tren Ide Bisnis Makanan Ringan yang Lagi Viral dan Paling Laris

Strategi Memulai Usaha Frozen Food

Agar usaha makanan beku sukses, terapkan beberapa strategi memulai bisnis makanan beku berikut.

1. Riset Kondisi Pasar

Saat meriset pasar, pebisnis harus mengulik area mana saja yang tertarik dengan olahan frozen dan mana yang tidak. Riset ini akan menentukan seberapa laku atau tidaknya produk jualan pebisnis nantinya.

2. Tentukan Jenis Produk

Tentukan Jenis Produk
(Sumber : Surabayafrozenfood.com)

Mulai pikirkan jenis produk makanan beku seperti apa yang hendak dijual. Dengan menentukan jenis olahan produk frozen food di awal tentu akan memudahkan langkah-langkah penting yang harus diambil pebisnis untuk memastikan jalannya bisnis di hari kemudian.

Pebisnis dapat memilih untuk menjajakan makanan beku berupa olahan daging, daging, potongan kentang goreng, beberapa jenis sosis, bakso, nugget, atau yang lainnya. Namun perlu diingat, saat hendak menentukan jenis produk yang akan dijual, sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan produksi yang dimiliki.

3. Perhitungkan Modal Awal

Seusai menentukan jenis produk, hitunglah besaran modal awal yang diperlukan untuk memulai bisnis ini. Kalkulasikan kebutuhan apa saja yang perlu diikutsertakan dalam perhitungan modal awal. Pun dengan biaya yang harus dikeluarkan apabila pebisnis menjalin kerjasama dengan pemasok atau vendor frozen food. Usahakan untuk menghitung modal awal serinci mungkin.

4. Siapkan Peralatan Utama

Kategorikan kebutuhan-kebutuhan primer hingga yang sifatnya tidak mendesak. Fokuskan modal yang dimiliki untuk membelanjakan peralatan dan perlengkapan primer terlebih dahulu. Misalnya saja mesin pendingin yang akan digunakan untuk menyimpan stok produk nantinya.

Pada tahap ini, pebisnis dapat berinvestasi lebih mahal dengan membeli mesin pendingin yang memiliki kualitas terbaik. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, namun peralatan seperti ini dapat menghindarkan berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti mesin yang rusak sebelum masa depresiasinya tiba.

Bila tidak hati-hati dalam memilih, tentu akan merugikan karena operasional bisnis menjadi terhambat. Belum lagi jika pengusaha harus mengeluarkan biaya ekstra demi memperbaiki mesin pendingin, atau bahkan malah membeli mesin baru.

5. Pikirkan Metode Pengemasan

Pikirkan Metode Pengemasan
(Sumber : Klikdokter.com)

Pengemasan produk olahan makanan beku perlu diperhatikan dengan cermat. Pengemasan yang baik jelas akan menunjang kualitas dari frozen food itu sendiri. Karenanya, pastikan untuk hanya menggunakan kemasan khusus yang memang didesain untuk makanan beku.

Pembungkus frozen food umumnya tidak memiliki pori-pori, sehingga udara dari luar tidak akan bisa masuk dan makanan pun bisa tahan lebih lama. Saat dikemas, frozen food perlu divakum untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam kemasan makanan beku tersebut.

Setelah itu, lengkapi produk Anda dengan label kemasan dan keterangan tanggal kadaluarsa dan tanggal produksi.

Disamping material dan bentuk kemasan, teknik penyimpanan stok makanan beku juga penting untuk diperhatikan. Pengusaha wajib memastikan konsistensi temperatur penyimpanan pada mesin pendingin yang dipakai. Yakni tidak lebih dari 18 derajat Celcius.

6. Gunakan Teknologi Digital

Guna mempermudah jalannya operasional bisnis frozen food, pebisnis dapat melibatkan beberapa fitur apik dari kemajuan teknologi digital terkini. Sebut saja GoBiz dari Gojek. Fitur tersebut berfokus pada pelayanan pemesanan secara online yang sudah diintegrasi dengan GoFood. Bukan hanya akan mempermudah pengusaha, namun juga para konsumen yang tertarik untuk memesan makanan beku. Ditambah lagi, aplikasi seperti ini sifatnya mobile, sehingga lebih mudah dan praktis untuk digunakan.

Penggunaan teknologi digital akan membantu pebisnis untuk menjangkau lebih banyak konsumen di pasar online. Dengan begini, usaha yang dijalankan dapat terus berjalan tak peduli bagaimana peliknya kondisi saat ini.

Baca Juga: Contoh Bisnis Makanan Ringan Unik Belum Ada Pesaing

7. Masuk Pasar Online

Masuk Pasar Online
(Sumber : Indoindians.com)

Masuk ke pasar online menjadi penjajakan baru bagi suatu usaha. Platform digital dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk melakukan ekspansi bisnis sehingga produk makanan beku dapat semakin dikenali oleh banyak orang di pasar.

Tak ada salahnya untuk memulai trik ini dalam berjualan. Pebisnis dapat memberikan detail informasi kepada calon konsumen terkait dengan produk-produk yang ditawarkan, termasuk pula dengan memberikan promosi khusus untuk pemesanan lewat media sosial. Melalui akun media sosial, konsumen jadi lebih mudah untuk menemukan produk makanan beku.

8. Miliki Izin Edar Resmi

Karena usaha frozen food berarti menjual produk konsumsi, makan sudah bisa dipastikan pebisnis wajib mengikuti regulasi yang ada guna menjamin produk yang dijual teruji aman dan layak konsumsi. Oleh karena itu, pastikan untuk mendaftarkan usaha ini dengan izin edar resmi dari instansi terkait, dalam hal ini BPOM. Selain aman, pengadaan izin resmi ini akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen atas produk makanan beku yang dijual.

Apabila pebisnis memilih untuk menjadi distributor, dan bukan sebagai produsen langsung, maka pastikan agar produk frozen food yang dijual telah berizin resmi dari badan yang berwenang.

Kelebihan dan Kelemahan Bisnis Makanan Beku

Sama seperti bisnis-bisnis lainnya, usaha frozen food memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan dalam operasionalnya. Lebih detailnya ialah sebagai berikut.

Kelebihan usaha frozen food

  • Mudah untuk memulai.
  • Mudah untuk dijalankan.
  • Modal awal yang terbilang murah.
  • Produk makanan lebih tahan lama.
  • Produk frozen food lebih banyak diminati di pasaran dibanding makanan mentah.

Baca Juga: Jenis Bisnis Minuman Hits Generasi Milenial yang Anti Mainstream Minim Pesaing

Kekurangan Usaha Frozen Food

  • Cukup banyak pesaing dengan usaha serupa.
  • Tidak selalu ramai di pasaran. Mengingat produk ini memiliki masa simpan cukup lama, orang-orang cenderung membelinya untuk dijadikan sebagai stok di rumah. Jadi pembeli tidak selalu datang setiap harinya.
  • Ketergantungan dengan listrik dan mesin pendingin. Sehingga bila terjadi pemadaman untuk waktu lama, kualitas frozen food akan menurun. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan ini ialah dengan pengadaan genset.

Itulah beberapa strategi sekaligus kelebihan dan kekurangan bisnis frozen food yang perlu diketahui. Mudah, praktis, dan berprofit tinggi!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like