Dewasa ini, banyak orang dari berbagai kalangan yang mencari peruntungan lewat berbisnis. Bisa karena ingin beralih dari dunia kantor ke entrepreneur, maupun mengembangkan peluang terkumpulnya pundi-pundi Rupiah. Beberapa orang memilih usaha bisnis franchise sebagai langkah awalnya dalam dunia berbisnis.

Menjadi seorang pengusaha memang tak semudah yang dibayangkan, pasang surut sangat mungkin terjadi. Banyak yang gagal lalu menyerah, namun ada pula yang bertahan. Termasuk dalam bisnis franchise ini. Diperlukan sebuah sistem, strategi atau skema usaha yang baik agar bisa meraup keuntungan, juga dapat bertahan hingga kemudian hari.

Definisi Franchise

bisnis franchise
(Sumber: Koinworks.com)

Kata franchise pastinya sudah tak asing lagi. Banyak brand besar juga kekinian  yang menawarkan para pengusaha baru untuk memulai bisnis franchise ini. Dalam Bahasa Indonesia, dikenal dengan nama waralaba.

Secara umum, usaha yang satu ini dapat didefinisikan sebagai sebuah hubungan atau ikatan dalam berbisnis, di mana salah satu pihak dapat menjual juga menggunakan hak dan pemanfaatan dari sebuah produk yang dimiliki oleh pihak lainnya.

Pihak yang memulai usaha bisa menggunakan serta memanfaatkan hak dari suatu produk, baik barang maupun jasa, setelah melakukan beberapa koordinasi dan persyaratan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Tujuannya sudah pasti untuk menambah keuntungan keduanya melalui kerjasama tertentu. 

Baca Juga : Etika Bisnis Adalah Kunci Sukses Pengusaha Pemula, Apa Benar?

Franchisee atau penyelenggara bisnis akan mendapat produk dari penyedia atau yang dikenal dengan nama franchisor dan menjualnya untuk mendapat keuntungan, franchisor sendiri bisa mendapat hasil dari menjual produknya melalui pihak penyelenggara.

Sistem Franchise 

Sebelum memulai bisnis sebagai seorang franchisee alangkah lebih baik jika memahami terlebih dahulu bagaimana sistem dari usaha waralaba yang akan dijalankan ini, terdapat dua jenis atau macam pembiayaan, yaitu franchise fee dan royalty fee.

1. Franchise Fee

Dalam bisnis waralaba ini, franchise fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayarkan pada franchisor agar dapat memulai bisnis dan mendapat keuntungan dari kegiatan usaha tersebut. 

Dalam bisnis franchise hal ini juga dikenal biaya awal usaha sebagai pembelian hak atas brand yang akan digunakan. Franchise fee ini akan dibayarkan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi kerjasama, yaitu penggunaan dan pemanfaatan hak atas brand selama jangka waktu tertentu.

2. Royalty Fee

Sistem ini akan dijalankan dengan cara pembayaran dari pihak franchisee kepada franchisor selama keberlangsungan bisnis. Atau dengan kata lain, merupakan pembiayaan kontribusi hasil atau keuntungan yang didapat selama menggunakan serta memanfaatkan hak dari sebuah brand.

Dalam pelaksanaannya, sistem royalty fee ini juga berdasar pada kesepakatan tertentu yang disetujui oleh kedua pihak. Biasanya mengenai waktu pembayaran, juga berapa persentase keuntungan yang dibayarkan.

Untuk presentasenya sendiri, dibagi ke dalam dua jenis. Ada progresif ada juga flat. Pada sistem royalti yang progresif, biaya yang dikeluarkan akan bergantung pada penghasilan yang didapat. Jika keuntungan semakin besar, maka royalty yang dikeluarkan pun akan semakin besar, juga akan ditentukan minimal pendapatan atau omset setiap tahunnya.

Pada sistem royalti yang flat, persentase akan dibayarkan dengan nominal yang sama sesuai yang disepakati sejak awal.

Baca Juga : Skill yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis

Cara Kerja Bisnis Franchise

bisnis franchise
(Sumber: Businessnewsdaily.com)

1. Menentukan Jenis Bisnis dan Memilih Usaha berdasarkan Sistemnya

Bagi franchisor, setelah mengetahui sistem dari bisnis waralaba ini, kemudian tentukanlah jenis mana yang akan digunakan. Pikirkan secara matang mempertimbangkan beberapa hal, seperti: jenis usaha serta bentuk kerjasama, lokasi, target market, harga jual ataupun target omzetnya.

Bagi franchisee, mulailah dengan memilih usaha yang sesuai dengan konsep, pikirkan dan perencanaan modalnya. Jika pembiayaan sudah siap, mulailah berbisnis dengan kesepakatan win win solution bagi kedua belah pihak.

2. Menyusun Strategi Pemasaran

Pihak penyelenggara bisnis maupun penyuplai barang, keduanya harus memiliki strategi bisnis. Franchisor bisa memberi keuntungan lain kepada franchise seperti halnya pelatihan berbisnis, supaya banyak calon pengusaha yang tertarik.

Franchisee juga sebaiknya memanfaatkan pelatihan tersebut dengan semaksimal mungkin. Pelajari kiat-kiat marketing lalu buat strateginya. Bisa dengan campaign, promo, harga special untuk pelanggan atau pembeli dalam jumlah banyak, dan lain sebagainya.

3. Selalu Ingat Bahwa Kualitas Adalah yang Utama

Bagi franchisor, memastikan kualitas produk merupakan hal yang sangat penting dan sudah menjadi bagian dari tanggung jawabnya, karena kepercayaan terhadap brand yang dibangun akan bergantung pada customer experience di mana pun pelanggan itu melakukan pembelian.

Untuk franchisee sendiri, kualitas produk dari penyuplai harus disertai dengan penjagaan kualitas tersebut agar tetap baik dan terjamin hingga sampai di tangan konsumen. Selain itu, kualitas pelayanan juga harus diperhatikan. Karena selain produk, service juga akan menentukan tingkat loyalitas dari konsumen yang melakukan transaksi.

4. Siap dan Konsisten

Setelah semua dirasa siap, saatnya untuk memulai bisnis franchise tersebut. Persiapkan pula mental yang kuat untuk menjalankan sebuah usaha. Karena dalam dunia entrepreneurship, pasang surut adalah hal yang lumrah dan bisa terjadi kapan saja. Jangan memulai bisnis franchise karena beranggapan usaha ini instan  dan akan mendapat keuntungan secara cepat. 

Konsisten menjadi salah satu kuncinya. Jalani dengan tekun dan konsisten. Jika hasil kurang dari yang diharapkan, maka jangan langsung menyerah pada saat itu juga. Lakukanlah evaluasi dan ambil pelajaran dan manfaatkan setiap celah dalam berbisnis. 

Pun untuk franchisor, pasti harus bersiap jika ada beberapa pihak yang menjalin kerjasama namun tak sesuai dengan harapan. Intinya adalah, jika terjadi hal di luar rencana, terutama dari sisi penghasilan, lakukan evaluasi dan pertimbangan yang matang, lalu putuskan solusi terbaik.

Dalam bisnis memang tujuan utamanya adalah keuntungan, namun hasil yang baik akan didapat setelah melalui serangkaian proses juga. Just do your best. Seperti orang bijak berkata, proses tak akan menghianati hasil.

Baca Juga : Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Administrasi Bisnis? Baca Ini Dulu!

Keuntungan Bisnis Franchise

bisnis franchise
(Sumber: Freepik.es)

Beberapa keuntungan yang didapat dari bisnis franchise, yaitu:

1. Dikenal dengan newbie friendly

Karena bisnis ini bisa dikatakan mudah untuk dijalankan, terutama untuk pemula. Para pengusaha tinggal mempersiapkan modal, memilih brand dengan sistem franchise yang sesuai, selanjutnya bisnis sudah bisa berjalan.

2. Melaksanakan Bisnis yang Sudah ‘Terbentuk’

Karena biasanya franchisor merupakan bisnis dengan produk yang sudah dikenal atau brand besar, maka franchisee tinggal menjalankan bisnis tersebut tanpa perlu memulainya dari 0. Seperti memperkenalkan produk barang atau jasa kepada khalayak.

3. Kerjasama yang Dilakukan Sudah Jelas

Sebelum bisnis dimulai, pastinya sudah ada ketentuan dan kesepakatan yang jelas antara dua pihak yang bekerjasama. Yang nantinya akan meminimalisir adanya kesalahpahaman, dan tujuan dibuatkan kesepakatan tersebut merupakan sebuah jalan untuk mencapai keuntungan bersama.

Selain itu, biasanya franchisor memberi keuntungan ataupun fasilitas lain, seperti halnya pelatihan atau media promo tertentu. Franchisee bisa menggunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin dalam menjalankan bisnis franchise ini.

Dalam bisnis, termasuk bisnis franchise, untung dan tidaknya merupakan hal yang terbilang wajar terjadi, namun sebelum memulainya dibutuhkan mental yang tangguh, fokus dan menikmati proses juga konsisten. Buatlah skema dan langkah kerja yang cerdas. Karena seiring berjalannya waktu, ketekunan itu akan membawa pada tujuan yang diinginkan.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.