Bisnis cuci motor salah satu bisnis yang dapat dijadikan referensi untuk memulai karir dibidang kewirausahaan dengan modal yang tidak terlalu tinggi, namun hasil yang didapatkan terbilang lumayan.

Merintis Bisnis Cuci Motor

Sepeda motor menjadi kebutuhan pokok setiap orang. Jika dahulu sepeda motor termasuk barang mewah, namun kini beralih menjadi barang yang bisa dibilang setiap rumah pasti memilikinya. Bahkan ada ungkapan bahwa sepeda motor adalah teman terbaik sepanjang waktu yang selalu mengantarkan kemanapun hingga ke tempat tujuan. Untuk mendapatkan sepeda motor juga dengan persyaratan yang dibilang cukup mudah. Kini banyak dealer yang berlomba-lomba menawarkan sepeda motornya dengan harga yang relatif murah atau penawaran kredit yang mudah dan cepat untuk dilakukan.

Baca Juga: Strategi Bisnis Laundry Kecil-Kecilan, Rumahan dan Kantoran

Sepeda motor adalah kendaraan yang terbilang cukup praktis untuk dibawa kemanapun. Pengguna sepeda motor mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah. Menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan sejuta umat karena banyak orang beralih ke sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.

Dalam hal ini menjadi peluang tersendiri untuk menjadikan peluang bisnis. Semakin tingginya tingkat kepemilikan sepeda motor menjadikan pemiliknya tidak memiliki waktu hanya untuk sekedar mencuci motor. Peluang bisnis ini dapat dimanfaatkan dengan baik dengar target pasar para pemilik sepeda motor. Berikut langkah-langkah merintis bisnis cuci motor yang dapat mulai dipikirkan sebelum benar-benar terjun untuk bergerak memulai.

1. Cara Mencuci Motor

Cara mencuci motor
(Sumber : Suara.com)

Mencuci motor terlihat sebagai pekerjaan sepele. Namun sebelum memulai usaha pencucian motor harus mempelajari terlebih dahulu cara mencuci kendaraan bermotor yang benar. Cara mencuci yang salah juga dapat menyebabkan body motor menjadi lecet atau lebih parahnya penyebab kerusakan pada bagian mesin karena berkarat efek kemasukan air sewaktu mencuci sepeda motor. Tentu hal ini juga akan berdampak pada kepuasan pelanggan terhadap hasil cucian.

Pada dasarnya pelanggan yang puas dengan kinerja hasil cucian motor juga akan kembali lagi untuk mencucikan sepeda motornya kembali. Tentu hal ini berpotensi menjadi pelanggan tetap apabila puas dengan segala aspek yang terdapat pada tempat cucian motor tersebut. Setelah mengetahui cara mencuci motor yang benar, penting untuk melakukan edukasi terlebih dahulu pada karyawan baru agar hasil cucian antar karyawan satu dengan yang lainnya sama. Dengan kualitas cucian motor yang bagus dan berkualitas tentu akan banyak disukai orang. Sehingga bisnis cuci motor akan semakin terkenal dan pelanggan banyak berdatangan.

2. Mencari Lokasi Strategis

Bisnis apapun tentu lokasi juga berpengaruh cukup besar untuk keberlangsungan usahanya. Mencari lokasi strategis dapat dilakukan dengan mencari tempat-tempat yang menjadikan peluang untuk usaha tersebut banyak pelanggannya. Bisnis cuci motor akan cocok apabila secara tempat seperti pinggir jalan raya, dekat tempat fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, stasiun, terminal, tempat perbelanjaan seperti swalayan, mall, pom bensin dan berbagai tempat lainnya yang dianggap strategis yang menjadikan orang tahu akan usaha pencucian kendaraan bermotor tersebut.

Lokasi yang strategis secara tidak langsung juga berpegaruh pada usaha yang dijalankan. Pada dasarnya semakin banyak orang tahu akan usaha tersebut, maka seakin banyak peluang orang untuk datang dan mencucikan motornya.

3. Mencari Karyawan

Mencari karyawan
(Sumber : Klikmania.net)

Mencari karyawan untuk bisnis cuci motor adalah cara jitu untuk lebih mengembangkan usaha menjadi besar. Selain sepeda motor, kendaraan bermotor seperti mobil, truk dan kendaraan lainnya juga dapat ditambahkan dengan penambahan karyawan yang semakin banyak. Semakin besar bisnis tersebut maka semakin banyak orang yang tahu. Pembagian karyawan sesuai dengan tugasnya masing-masing menjadikan usaha lebih terarah dan cepat dalam memberikan pelayanan. Contohnya ada bagian kasir, khusus mencuci, bagian mengelap dan lain-lain. Namun apabila masih dalam merintis untuk awal pembagian tugas karyawan dapat dimampatkan terlebih dahulu.

Mencari karyawan pastikan mendapatkan orang yang dapat dipercaya. Dengan memiliki karyawan yang jujur maka bisnis cuci motor dapat berjalan dengan baik. Mempunyai karyawan juga harus dapat membimbing dan mengarahkan. Membuat nyaman orang yang telah bekerja pada kita juga merupakan suatu kebutuhan. Jangan ada sifat sombong sebagaimana melihat jabatan. Sesungguhnya secara tidak langsung karyawan tersebut yang telah membantu usaha kita. Jadi diantara semuanya ada proses hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

4. Strategi Promosi

Strategi promosi dalam bisnis cuci motor harus mulai dipikirkan. Dengan promosi yang gencar dilakukan akan menjadikan orang banyak yang tahu akan usaha kita. Promosi dapat dilakukan dengan banyak cara. Bisa melalui spanduk di tempat-tempat strategis yang banyak orang melintas, penyebaran flyer, dan media sosial. Promosi dapat dilakukan lebih gencar di semua media yang dapat digunakan dengan tentunya memberikan promo spesial agar lebih menarik perhatian orang untuk mencoba mencucikan kendaraannya.

Baca Juga: Etika Bisnis Adalah Kunci Sukses Pengusaha Pemula, Apa Benar?

5. Pelayanan Maksimal

Pelayanan maksimal
(Sumber : Thegorbalsla.com)

Dalam bisnis apapun pelanggan berpotensi kembali lagi apabila puas dengan pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang nampaknya sederhana menjadikan orang lebih menikmati dalam mencucikan kendaraannya. Seperti tempat menunggu yang nyaman dan yang tidak kalah penting adalah pelayanan pihak pencucian mobil yang selalu ramah terhadap pelanggan. Banyak orang kurang menikmati mencuci kendaraannya karena menunggu terasa membosankan. Untuk itulah cara mensiasati dengan memberikan tempat menunggu yang nyaman untuk para pelanggan.

6. Peluang Penghasilan Tambahan

Peluang menambah penghasilan dari bisnis cuci motor dapat dilakukan dengan cara menambah usaha sampingan seperti menjual aneka makanan dan cemilan yang pada umumya disukai banyak orang. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Namun apabila dapat dilakukan dengan menikmati makan cemilan atau lainnya tentu akan tidak terasa. Banyak usaha yang menerapkan cara seperti ini dan membuktikan bahwa bisnis tambahan ini juga tak kalah laris dari bisnis utama. Usaha sampingan ini sifatnya untuk menambah kran penghasilan dan sebagai bentuk pelayanan terhadap pelanggan agar lebih menikmati dalam menunggu kendaraan yang sedang dicuci.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Usaha Kecil Menengah untuk Milenial Indonesia

Risiko Bisnis Cuci Motor

Setiap usaha tentu memiliki risiko tersendiri. Seperti halnya pada bisnis cuci motor juga memiliki risiko untuk rugi. Namun itu semua jangan sampai menjadikan takut untuk melangkah sebelum memulai. Sejatinya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepan. Tugas manusia adalah berusaha dan mencoba semaksimal mungkin. Adapun risiko dalam bisnis ini pada umumnya disebabkan adanya permasalahan sebagai berikut.

  1. Sepinya pelanggan yang datang untuk mencucikan kendaraannya.
  2. Karyawan yang tidak jujur dan mengambil keuntungan tersendiri.
  3. Adanya pihak yang iri dan berusaha menjatuhkan nama baik yang telah dibangun.
  4. Kerugian yang didapatkan karena kesalahan karyawan dalam bekerja.
  5. Sepi dari pelanggan karena efek adanya pandemi, seperti yang terjadi sekarang ini.

Demikian informasi seputar bisnis cuci motor yang harus mulai dipikirkan sejak awal sebelum benar-benar terjun. Jangan takut untuk berbisnis, karena banyak keuntungan yang tak terbatas dengan cara berbisnis. Apapun rintangan ke depan pasti selalu ada, namun sikap yang terbaik dengan cara menghadapi permasalahan tersebut dan fokus mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut. Semoga informasi di atas memberikan manfaat untuk orang lain.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.