Telur ayam merupakan sumber protein yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya digunakan sebagai pelengkap nasi, makanan ini juga digunakan untuk bahan dasar berbagai makanan olahan. Hal ini mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan telur ayam selalu meningkat. Oleh sebab itu, bisnis ayam petelur paling banyak diminati dan memiliki prospek yang bagus. Ternak ayam petelur bukanlah bisnis baru, akan tetapi hasilnya sangat menjanjikan. Bahkan pada musim tertentu harga telur dapat naik dengan drastis.

Namun, persaingan yang cukup ketat membuat calon pebisnis ragu untuk memulai ternak ayam petelur. Untuk menghilangkan kekhawatiran ini, sebaiknya calon pebisnis harus banyak menggali informasi mengenai usaha yang diinginkan.

Langkah Memulai Bisnis Ayam Petelur


Bisnis Ayam Petelur

Hampir di setiap daerah di Indonesia, terutama Pulau Jawa sudah banyak ditemui ternak ayam petelur. Sehingga, para pebisnis yang ingin bersaing dalam dunia bisnis ini harus dibekali dengan pengetahuan mengenai ayam petelur. Berikut ini beberapa cara untuk memulai agar bisnis berjalan dengan sukses.

1. Mengumpulkan Banyak Informasi

Peternak memiliki resiko untung dan rugi yang sebanding, baik ternak ayam petelur maupun ternak jenis unggas lainnya. Sehingga, sebelum memulai pebisnis pemula harus mencari informasi sebanyak mungkin. Kumpulkan informasi terkait faktor resiko yang menyebabkan kerugian, dan bagaimana cara mengatasinya.

Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Jajanan Anak SD untuk Pengusaha

Bukan hanya itu, gali informasi tentang modal yang dibutuhkan, cara merawat, manajemen keuangan, dan masih banyak lagi. Jangan sampai pelaku bisnis bingung dengan apa yang harus dilakukan ketika sudah terjun di lapangan. Gali semua informasi dan pelajari ilmu terkait peternakan, terutama ayam petelur.

2. Membuat Perencanaan Bisnis

Di dalam dunia bisnis, tidak ada sukses yang didapat secara instan. Semua membutuhkan proses. Sebagian pengusaha sukses pun melewati jatuh bangun terlebih dahulu. Hal ini bisa terjadi pada pebisnis ayam petelur yang memiliki resiko lumayan tinggi. Adanya perencanaan bisnis, telur yang dihasilkan akan memiliki kualitas lebih bagus dari telur lainnya.

Oleh sebab itu, pebisnis pemula harus benar-benar matang dalam membuat perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis ayam petelur diantaranya menetapkan tujuan, sumber pendapatan bisnis, target pemasaran, usaha jangka panjang, dan lainnya. Jika perencanaan bisnis dirancang dengan baik dan tepat, tujuan utama dalam bisnis ini akan membawa keuntungan yang besar.

3. Memperkirakan Modal Usaha

Modal usaha dalam ternak ayam petelur digunakan untuk pembelian bibit, pakan, peralatan pakan dan minum, serta kebutuhan ternak yang lainnya. Pebisnis pemula biasanya memulai usaha dalam skala kecil untuk mengurangi resiko pembudidayaan. Sehingga modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar.

Berikut ini rincian modal awal bisnis ayam petelur:

  • Pembuatan kandang diperkirakan membutuhkan Rp7.000.000,-.
  • Bibit ayam petelur unggulan sekitar Rp52.000,- tiap ekor. Skala kecil membutuhkan 100 ekor. Jadi, dana yang dibutuhkan untuk membeli bibit Rp5.200.000,-.
  • Pakan harian ayam petelur biasanya konsentrat, bekatul, dan beras jagung. Untuk 100 bibit ayam membutuhkan 3 kg konsentrat, 2 kg bekatul, dan 6 kg beras jagung. Harga per 1 kg konsentrat Rp5.000,-, 1 kg bekatul Rp2.000,- dan 1 kg beras jagung Rp2.500,-. Jadi, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sehari adalah Rp32.000,-. Diperkirakan satu bulannya dibutuhkan biaya untuk pakan sekitar Rp960.000,-.

4. Menyiapkan Sarana dan Peralatan

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk beternak ayam petelur yaitu kandang, alas lantai, tempat telur, tempat bertengger, serta tempat makan dan minum. Syarat lokasi kandang ayam petelur pada umumnya jauh dari pemukiman penduduk, mudah dijangkau oleh pusat pemasaran, dan lokasi tidak berpindah-pindah.

Hal yang harus diperhatikan dalam membuat kandang antara lain membutuhkan temperatur antara 32 hingga 35 derajat celcius, kelembaban udara 60% hingga 70%, letak kandang harus terkena sinar matahari pagi, dan membutuhkan sirkulasi udara yang baik di sekitar kandang.

5. Mencari Waktu yang Tepat untuk Memulai

Ayam petelur sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan iklim. Terutama perubahan cuaca yang ekstrem mengakibatkan ayam stress, dan berimbas pada hasil telur yang kurang bagus. Menurut beberapa penelitian, ayam merasa nyaman bereproduksi saat musim panas. Sehingga, musim ini ayam menghasilkan telur yang lebih optimal.

Pedoman Budidaya Ayam Petelur


Bisnis Ayam Petelur

Setelah semua persiapan awal memulai bisnis sudah beres. Saatnya belajar mengenai pedoman budidaya ayam petelur. Kualitas ayan tidak hanya dipengaruhi oleh bibit unggul dan pakan yang berkualitas, akan tetapi juga dipengaruhi oleh perawatan yang tepat. Berikut ini pedoman budidaya ayam petelur.

1. Menjaga Kebersihan Kandang

Sanitasi pada lingkungan kandang merupakan upaya pencegahan penyakit yang dapat menyerang unggas. Jaga kebersihan kandang dan lakukan pembersihan secara rutin. Jangan lupa cek kondisi kandang, segera perbaiki apabila ada bagian kandang rusak. Sehingga daya guna kandang tetap maksimal.

2. Perawatan Ayam Petelur

Memberikan dosis pakan sesuai dengan umur ayam petelur. Pemberian pakan dapat dilakukan dalam dua fase yaitu fase starter saat usia ayam 0 – 4 minggu, dan fase finisher saat usia ayam 4 – 6 minggu. Selain pakan, ayam petelur membutuhkan vaksin dengan dosis yang pas agar tidak terjangkit penyakit unggas.

Baca Juga : Jenis Investasi Terbaik untuk Bisnis Modal 10 Juta

3. Masa Panen Ayam Petelur

Ayam petelur mulai menghasilkan telur pada usia 4 bulan. Jangan terburu-buru memasarkan telur. Sortir telur-telur tersebut terlebih dahulu. Pisahkan telur yang berkualitas baik dengan telur yang kondisinya kurang baik. Pasaran hanya akan menerima telur yang baik saja.

Resiko Ternak Ayam Petelur


Bisnis Ayam Petelur

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bisnis ayam petelur memiliki resiko yang cukup tinggi. Berikut ini risiko yang mungkin terjadi saat menjalankan bisnis ayam petelur.

1. Kematian Ayam Petelur

Memelihara hewan ternak sudah pasti berhubungan dengan hidup dan mati. Kematian merupakan resiko terbesar yang dapat dialami oleh peternak ayam petelur. Unggas mati dapat disebabkan oleh serangan penyakit atau pakan yang tidak sesuai. Sehingga perhatikan aturan pakan yang tepat dan lakukan pencegahan penyakit sejak awal.

2. Harga Telur Naik Turun

Resiko ini mungkin hanya akan dialami oleh peternak pemula dengan skala kecil. Pasalnya harga telur seringkali berubah-ubah. Akan sangat menguntungkan jika harga telur menanjak naik. Akan tetapi, ketika harga telur anjlok peternak akan rugi. Penurunan harga telur akan sangat terasa pada para peternak yang memproduksi telur dalam jumlah yang sedikit.

Baca Juga : Contoh Bisnis Makanan Ringan Unik Belum Ada Pesaing

3. Perubahan Musim yang Ekstrem

Di Indonesia saat ini musim sering kali mengalami perubahan ekstrem. Kondisi ini sangat merugikan bagi peternak ayam petelur. Memang suhu panas atau musim panas ayam akan bereproduksi dengan baik. Tetapi, pada musim ini harga bahan pokok termasuk pakan ayam akan naik. Otomatis pengeluaran untuk pakan membutuhkan biaya yang tinggi.

Itulah cara memulai bisnis ayam petelur untuk para pemula. Agar bisnis berjalan sesuai dengan keinginan, pebisnis harus rajin dan ulet. Sifat ini menjadi pendukung keberhasilan. Menjalani bisnis ternak tidak boleh malas agar dapat bertahan dan berkembang.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.