Dewasa ini, keberadaan bisnis angkringan mulai menjamur di berbagai daerah. Selain menawarkan menu-menu sederhana yang lezat, angkringan dikenal sebagai tempat yang menjual makanan dengan harga terjangkau. Tidak mengherankan jika kemudian ada banyak orang yang tertarik untuk menggeluti bidang usaha ini.

Resiko dan Tantangan Usaha Angkringan

Di bawah ini merupakan beberapa resiko dari usaha angkringan:

  1. Memiliki banyak pesaing.
  2. Jika angkringan dibuka dalam gerobakan di pinggir jalan, kemungkinan akan tersaring razia.
  3. Kalah branding, terutama jika angkringan tersebut tidak memiliki ciri khas.
  4. Kondisi cuaca yang tidak menentu akan mengganggu kelancaran jalannya usaha, terlebih jika gerobak angkringan bersifat bongkar pasang.

Baca Juga: Ide Bisnis Kuliner New Normal yang Tak Pernah Sepi Pembeli saat Pandemi Corona

Cara Memulai Bisnis Angkringan

1. Pemilihan Lokasi Angkringan

Pemilihan Lokasi Angkringan
(Sumber: Jurnalsukabumi.com)

Berbeda dengan toko, kios, atau jenis usaha lain, angkringan membutuhkan lokasi yang strategis untuk berjualan. Tujuannya jelas, untuk menarik perhatian dari orang-orang yang berlalu lalang. Lokasi yang dianggap ideal untuk menjalankan usaha angkringan ialah di tepi jalan jaya. Ini karena jalanan hampir selalu dilalui oleh kendaraan dan pejalan kaki. Sehingga peluang untuk memperoleh keuntungan sangatlah besar.

Dalam memilih lokasi berjualan, pebisnis perlu mengetahui mana saja tempat yang mulai ramai saat hari mulai gelap. Ini perlu diperhatikan dengan seksama, mengingat beberapa tempat hanya ramai pada pagi atau siang saja, sedangkan untuk malam harinya sangat sunyi tanpa banyak aktivitas. Tentu saja lokasi yang seperti itu tidak akan menguntungkan untuk bisnis kuliner.

Walau begitu, pebisnis tetap harus memperhatikan aspek keamanan yang ada, karena biasanya angkringan baru dibuka saat hari sudah gelap.

2. Tempat yang Nyaman

Jika ditilik dari awal mula kemunculannya, angkringan ialah keda makanan yang dibuka oleh seseorang menggunakan gerobak di suatu tempat. Namun belakangan ini, sudah mulai banyak angkringan yang dijajakan menggunakan mobil sebagai media untuk menempatkan makanan yang ditawarkan. Apabila ingin usaha angkringan digandrungi banyak orang, maka ciptakanlah tempat yang nyaman. Bukan hanya untuk makan, namun juga untuk nongkrong dan bersenda gurau. Cukup dengan mencari lokasi yang memiliki ruang luas dan berikan alas untuk lesehan.

Selain itu, pebisnis juga harus menjaga tempatnya tetap tertata dengan rapi dan bersih, terutama ketika seorang pelanggan baru saja menyelesaikan kudapannya.

Baca Juga: Cara Bisnis Frozen Food : Strategi, Kelebihan dan Kelemahan

3. Fasilitas Angkringan

Fasilitas Angkringan
(Sumber: Tribunnews.com)

Melengkapi fasilitas usaha akan membuat angkringan makin ramai pembeli. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk ini ialah memasang WiFi.  Jangan khawatir bila mereka akan berlama-lama di angkringan, malah bisa jadi mereka akan memesan makanan dengan porsi tak biasa untuk menemaninya menghabiskan waktu sembari menggunakan jaringan WiFi yang tersedia.

Berbeda halnya dengan kafe atau restoran, menu-menu yang ditawarkan di angkringan memiliki harga yang terjangkau, sehingga tak ada alasan bagi mereka untuk tetap menahan rasa lapar dan hausnya.

Fasilitas lain yang bisa disediakan adalah televisi. Walau terdengar sepele, namun angkringan bisa saja dipenuhi banyak orang ketika ada siaran pertandingan olahraga favorit, liga sepakbola atau final PON misalnya.

Apabila usaha angkringan dibuka di lahan yang luas, pebisnis akan memiliki peluang yang lebih besar untuk meraup keuntungan. Pebisnis dapat mencontoh hal ini dari beberapa angkringan yang sudah terlebih dahulu memasang layar LCD untuk keperluan nonton bareng. Disamping akan meningkatkan penjualan pada angkringan, strategi seperti ini bisa menjadi sarana promosi atas usaha terkait.

4. Menu Pilihan

Menu Pilihan
(Sumber: Tripzilla.id)

Memutuskan untuk memulai usaha angkringan berarti pebisnis dituntut untuk berpikir kreatif. Ini karena sekarang sudah banyak pesaing dengan usaha serupa yang bermunculan. Pebisnis perlu memutar otaknya agar pelanggan tetap datang dan memilih angkringan miliknya.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk hal tersebut ialah dengan mencari celah dari pesaing usaha. Bukan untuk penggunaan perspektif negatif, melainkan untuk memanfaatkan sesuatu yang tidak ada di kebanyakan angkringan. Contohnya adalah menu makanan.

Dengan memilih menu-menu yang berbeda dari kebanyakan angkringan, bukan tidak mungkin bisnis itu akan ramai didatangi pengunjung. Apalagi saat menu yang disajikan cukup untuk dan terkesan out of the box. Namun perlu diingat, rasa dan kualitas dari setiap menu merupakan hal yang lebih utama.

Walau begitu, tak ada salahnya untuk tetap mempertahankan menu-menu umum yang banyak ditemui di tempat angkringan lain. Dengan begini, pengunjung akan memiliki lebih banyak menu pilihan untuk dipilih.

Jika diperhatikan dengan seksama, sejumlah angkringan di Jalan Malioboro Jogja cenderung memiliki menu makanan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun kesemuanya tetap menawarkan menu utama khas Jogja seperti halnya Gudeg. Hal inilah yang menjadikan angkringan di Jalan Malioboro unik dan tetap ramai pengunjung.

Baca Juga: Jenis-Jenis Barang yang Laku Dijual Di Teras Depan Rumah

5. Harga yang Miring

Sudah menjadi hal yang umum bila menu makanan yang dijajakan di angkringan terkenal memiliki harga murah, dan bahkan bisa dibilang sangat murah. Di beberapa usaha angkringan, tersedia menu yang disebut Nasi Kucing, menu ini berisikan nasi putih dan lauk secukupnya yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 10.000. Malah, kadang ada juga angkringan yang menjualnya dengan harga di bawah Rp 5.000.

Melalui pertimbangan tersebut, sebaiknya pebisnis memperhatikan harga yang mereka patok untuk setiap menu yang tersedia. Angkringan pada dasarnya memiliki ciri khas sederhana, berbanding lurus dengan harga makanan yang diberikan. Apabila harga makanan dalam usaha angkringan lebih tinggi dibandingkan harga normal, bukan menjadi hal yang tak mungkin kalau angkringan tersebut akan ditinggalkan oleh banyak pelanggan.

Terlebih sekarang persaingan angkringan sudah semakin ketat. Sebagian besar masyarakat lebih tertarik untuk membeli makanan di angkringan yang memberikan harga miring. Karenanya, menentukan harga atas setiap menu yang ada memiliki peran krusial untuk kelancaran usaha angkringan.

6. Selalu Jaga Kebersihan

Faktor lain yang tidak kalah penting untuk kesuksesan usaha angkringan ialah masalah kebersihan. Ketika menjalankan bisnis kuliner seperti angkringan, kebersihan tempat menjadi segala-galanya. Dalam sesaat, para pelanggan bisa berpindah ke lain hati jika mengetahui tempat makan yang dikunjunginya kotor dan tidak terjaga kebersihannya.

Sebagian orang sangat aware terhadap masalah kebersihan di tempat makan mereka. Karenanya, sangat penting bagi pemilik usaha kuliner untuk senantiasa menjaga kebersihan usahanya.

Pebisnis dapat melakukan berbagai cara untuk tetap menjaga kebersihan di tempat makan. Misalnya saja langsung membersihkan piring dan peralatan makan yang digunakan pembeli sesaat setelah mereka selesai menggunakannya.

Disamping itu, kebersihan sangat berkaitan erat dengan higienitas makanan. Sehingga kebersihan usaha disini bukan hanya tentang tempat makan, namun juga makanan yang dijual.

Pelaku usaha angkringan wajib memperhatikan kebersihan tempat memasak, peralatan memasak, tempat mencuci peralatan makan, tempat menyajikan makanan, hingga kebersihan cara memasak. Kesan kotor dan jorok harus bisa dihilangkan dari usaha angkringan agar pelanggan bisa merasa nyaman saat menyantap kudapan pesanannya.

Itulah beberapa panduan dalam membuka bisnis angkringan bermodal kecil yang bisa diterapkan. Setelah ini, dijamin usaha angkringan bakal ramai deh!

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.