Bisnis dari dulu hingga sekarang selalu terjadi inovasi tak terbatas. Setiap detik akan didapati suatu hal yang baru, seperti halnya kini di Indonesia mulai ramai memperbincangkan terkait, Apa itu unicorn dalam bisnis? Untuk seorang pemula yang baru saja terjun di dunia bisnis, tentu akan bingung mendapati istilah unicorn dalam bisnis. 

Untuk itu pada bahasan kali ini akan membahas seputar hal tersebut. Penting bagi seorang pebisnis untuk mengetahui hal ini sebagai upaya dapat meningkatkan kualitas bisnis dan sebagai wujud contoh untuk banyak berkarya dalam hal positif demi membangun peradaban yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga: Inilah Arti Payroll dan Fungsi Payroll dalam Perusahaan

Pengertian Unicorn

Apa itu unicorn dalam bisnis? Muncul banyak pertanyaan terkait hal tersebut. Pembahasan unicorn mulai muncul pada saat debat calon presiden tahun lalu yang mana terjadi pembahasan seputar unicorn dalam bisnis. Untuk orang yang terbiasa hidup dalam dunia bisnis, tentu ini tidak akan asing di telinga, namun banyak orang mulai menebak-nebak pengertian atau penjelasan lebih dalam seputar unicorn hingga menjadikan pembahasan pada saat acara debat calon presiden. 

Secara istilah, unicorn diambil dari nama salah satu spesies kuda mitodologi yang dapat diartikan sebagai tanduk tunggal di atas kepala. Unicorn adalah pemberian gelar kepada perusahaan startup yang telah berhasil mempresentasikan status kuda tersebut, yakni langka atau suatu pencapaian yang sulit untuk dilakukan. 

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh investor pendiri Cowboy Ventures, yakni Aileen Lee. Sejak muncul istilah tersebut, Lee mengidentiikasi adanya 39 startup yang layak mendapatkan status unicorn, dan yang pasti kemungkinan besar akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Ciri-Ciri Unicorn

Sebuah perusahaan startup tentu memiliki tujuan menjadi unicorn perusahaan. Dalam mewujudkan hal tersebut perlu dipahami terlebih dahulu segala hal yang berhubungan dengan unicorn,seperti pengertian, segala hal yang beraitan dengan unicorn bisnis dan mengetahui ciri-cirinya agar nantinya dapat dijadikan contoh yang berguna untuk merencanakan bisnis menjadi lebih baik lagi dari kemarin. Berikut beberapa hal yang berhubungan dengan unicorn dalam bisnis.

1. Perusahaan yang Berhasil Mendapatkan Valuasi Lebih dari USS1 miliar

Perusahaan yang Berhasil Mendapatkan Valuasi Lebih dari USS1 miliar
(Sumber : Money.kompas.com)

Unicorn dalam bisnis menjadi familiar dalam dunia perusahaan yang sedang pada tahap rintisan atau startup. Istilah unicorn ini digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah berhasil mendapatkan valuasi lebih dari USS1 miliar. Dalam hal ini valuasi startup adalah nilai ekonomi dari bisnis yang telah dijalankan perusahaan rintisan. Valuasi pada umumnya digunakan sebagai bahan acuan dalam mengukur seberapa berkembangnya bisnis tersebut dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan kutipan dari Tech In Asia, bahwasanya perusahaan akan dilakukan perhitungan valuasi startup dengan perusahaan secara konvensional sebenarnya hasilnya tidak jauh berbeda. Jika valuasi perusahaan konvensional akan mempertimbangkan segala aspek termasuk nilai perusahaan di bursa saham, beberapa saham yang dimiliki perusahaan, adanya utang dan uang tunai perusahaan dan berbagai kondisi keuangan real lainnya yang dimiliki perusahaan konvensional tersebut.

2. Perusahaan yang Memiliki Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Perusahaan yang telah menerima status unicorn berdasarkan penilaiannya dikembangkan oleh pemodal ventura dan para investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn sejatinya adalah startup namun hanya nilainya saja yang berdasarkan pada potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Untuk mendapatkan status unicorn perlu berbagai faktor yang mendukung termasuk dari segi perkiraan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang ke depan.

Baca Juga: Peranan, Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Konsultan Bisnis dalam Perusahaan

3. Masuk dalam 300 Unicorn di Seluruh Dunia

Masuk dalam 300 Unicorn di Seluruh Dunia
(Sumber : Tirto.id)

Berdasarkan hasil riset CB Insight Per Januari 2019 telah ada setidaknya 300 lebih unicorn di seluruh dunia. Beberapa diantaranya justru telah naik tingkat menjadi “naik kelas”, dalam artian mengantongi status sebagai decacorn yakni untuk valuasi USS 10 miliar, dan hectocorn yakni valuasi sebesar USS 100 miliar.

Decacorn adalah status tingkat lanjutan yang akan diberikan kepada perusahaan startup yang telah berhasil mencapai valuasi lebih dari 10 miliar dollar. Semakin tinggi valuasinya maka tingkatannya akan semakin tinggi pula. Hal ini juga terdapat pada perusahaan yang didominasi oleh orang America Serikat dan Cina. Kedua Negara tersebut memang beradu secara ekonomi, sehingga menjadikan persaingan ekonomi dari waktu ke waktu.

Perusahaan yang memiliki status decacorn, yakni Toutiao (Bytedance) dengan jumlah valuasi 75 miliar dollar, Uber degan jumlah valuasi 72 miliar dollar, Didi Chuxing dengan jumlah valuasi 56 miliar dollar, We Work dengan jumlah valuasi 47 miliar dollar, Airbnb dengan jumlah valuasi 29,3 miliar dollar, dan satu-satunya dari Asia Tenggara, yakni Indonesia kini yang memiliki status decacorn yakni Grab dan Go-Jek dengan jumlah valuasi 11 miliar dollar.

Hectocorn adalah status setelah decacorn. Istilah tersebut disematkan kepada perusahaan startup yang kini mampu mencapai hasil valuasi perusahaan tersebut, sebesar lebih dari 100 milliar dollar. Untuk perusahaan yang mencapai status hectocorn masih sangat jarang terjadi. Tentu menjadikan perusahaan di musim pandemi sekarang ini banyak yang terkena dampak. Untuk itu perlu adanya upaya bangkit secara perlahan namun pasti.

4. Model Bisnis Inovatif

Unicorn bisnis pada umumnya adalah suatu bisnis model inovatif. Suatu hal yang menarik karena disinilah peran pemilik perusahaan harus mengupayakan seinovatif mungkin dalam menjalankan sebuah perusahaan. Dengan begitu sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin akan menjadi mungkin. Dengan semangat melakukan inovatif tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sejatinya segalanya dapat dijual apabila mengetahui traffic. Untuk itu perlahan tapi pasti mencoba traffic yang baru yang dirasa menjanjikan.

Baca Juga: Analisis Bisnis: Pengertian, Tujuan, Komponen, dan Jenis

5. On Demand Economy

On Demand Economy
(Sumber : Krify.com)

Mendukung model bisnis yang baru saja yakni on demand economy, perusahaan startup membuat kerjasama dengan cara berbagai informasi yang didapatkan yang biasa disebut dengan istilah network orchestrator. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan mampu menjadi kolaborasi para penjual dan sebagai bentuk persaingan sehat dalam bisnisnya. Betapa beruntung pada saat bertemu dengan lawan dalam bisnis, namun dapat bekerja sama saling memberikan informasi dan saling memberi semangat satu dengan yang lainnya.

Tren perusahaan startup di seluruh dunia dengan konsep sumber daya personal. Meskipun hal tersebut sejujurnya banyak juga didukung oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan memaksa masyarakat untuk cenderung lebih dapat menghemat dan meninjau terlebih dahulu setiap pengeluaran yang dilakukan. Unicorn bisnis terlihat cukup berat untuk dibayangkan, namun sejatinya akan terasa ringan apabila dijalankan dengan suka cita dan strategi khusus untuk mewujudkannya. 

Mengenai apa itu unicorn dalam bisnis telah terjawab dari pemaparan di atas. Unicorn bisnis menjadi pembahasan yang selalu menarik, dan diharapkan dapat menjadi semangat dalam merintis bisnis. Menjadikannya bisnis rintisan lebih besar yang nantinya mampu sejajar dengan unicorm bisnis lainnya. Di mulai dari sebuah keinginan dan membawanya pada kehidupan nyata. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dalam jalankan bisnis, dengan semangat untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Proses yang dilakukan dengan kesungguhan hati akan menghasilkan sesuatu yang manis di kemudian hari.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.