Menjalankan sebuah bisnis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus dipelajari dan diterapkan, seperti analisis bisnis. Hal ini harus dilakukan di awal, bahkan saat bisnis sedang direncanakan. Lantas, apa pengertian dan seberapa besar kontribusinya di dalam bisnis?

Keberadaannya yang krusial ternyata membuat analisis bisnis menjadi sulit untuk dipahami, terutama bagi pemula. Sebenarnya, tugas ini dapat diserahkan kepada orang yang lebih menguasai bidangnya, tetapi pemilik tetap harus melakukan pemantauan. Sebab, analisa tersebut berisi tentang data-data perusahaan, sehingga cukup berisiko.

Baca Juga: Organisasi Bisnis: Pengertian, Contoh, Komponen dan Bentuk

Pengertian Analisis Bisnis

Secara sederhana, analisis bisnis atau business analysis dapat diartikan sebagai ilmu atau teknik untuk mengevaluasi prospek ekonomi serta risiko perusahaan. Ruang lingkupnya cukup luas, mulai dari analisa lingkungan, strategi yang dijalankan, kondisi keuangan, serta kinerja perusahaan. 

Hasil analisa tersebut akan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan, baik untuk mengidentifikasi kebutuhan perusahaan maupun mencari solusi dari permasalahan. Setiap keputusan yang diambil perusahaan harus mempertimbangkan data tersebut, agar tidak sampai salah langkah dan menimbulkan kerugian.

Tujuan Analisis Bisnis

Tujuan Analisis Bisnis
(Sumber : Jurnal.id)

Jika data analisa sudah lengkap dan akurat, maka perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih mudah. Baik dalam hal pemilihan investor, ekuitas, pinjaman, maupun mengevaluasi restrukturasi. Melihat hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengadaan analisis bisnis memiliki tujuan:

1. Manajer

Manager memerlukan data analisa untuk melihat potensi pemasukan atau keuntungan perusahaan yang akan diperoleh perusahaan. Selain itu, laporan-laporannya akan memberikan gambaran kepada manager mengenai kondisi dan posisi keuangan, serta menjadi petunjuk dalam pengambilan keputusan. Baik dalam hal pendanaan perusahaan, investasi, maupun perubahan strategi kegiatan operasional perusahaan agar mendatangkan keuntungan.

2. Retrukturisasi

Tak hanya di awal pendirian perusahaan, analisis bisnis juga perlu dilakukan setiap kali perusahaan melakukan restruksi operasinya. Baik yang prosesnya melalui merger, akuisisi, spin-off, maupun investasi. Hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi target yang potensial serta menentukan besaran nilainya. 

3. Manajemen Keuangan

Nilai perusahaan sangat dipengaruhi oleh kebijakan ketentuan pembagian deviden serta keputusan-keputusan lain yang berhubungan dengan bagian keuangan. Berbekal data analisa yang lengkap, manager akan lebih mudah mengevaluasi dampak pengambilan keputusan yang sudah diterapkan.

4. Audit Eksternal

Audit eksternal adalah proses audit yang dilakukan oleh badan di luar perusahaan yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan kredibilitas tinggi dari masyarakat, yaitu dengan cara meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil analisa ini dapat digunakan perusahaan sebagai alat pengecekan laporan keuangan secara menyeluruh.

5. Direktur

Direktur merupakan wakil dari para pemegang saham di dalam perusahaan yang memiliki tugas untuk melindungi kepentingan mereka. Tugas tersebut membutuhkan pemahaman serta apresiasi atas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, sehingga keberadaan data analisa akan sangat membantu.

6. Regulator

Regulator atau internal revenue service menggunakan data analisa laporan keuangan untuk melakukan tugasnya. Yakni mengaudit laporan perpajakan serta memeriksa kewajaran dari jumlah aset yang dilaporkan.

7. Pelanggan

Bagi pelanggan, data analisis akan digunakan untuk menentukan potensi laba atau keuntungan yang akan didapatkan oleh pemasok. Hal ini juga selaras dengan estimasi keuntungan pemasok dari transaksi yang dilakukan.

Baca Juga: Contoh Pesan Bisnis dan Struktur Penyusunan yang Benar

Komponen Analisis Bisnis

Komponen Analisis Bisnis
(Sumber : Bpratomo.com)

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa analisis bisnis memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Berikut adalah beberapa komponen yang termasuk di dalam data laporan analisa tersebut:

1. Analisis Lingkungan dan Strategi

Analisis lingkungan dan strategi merupakan langkah pertama dalam perencanaan bisnis, karena prospek dan strukturnya sangat memengaruhi profitabilitas perusahaan. Analisis tersebut dapat diperoleh dari jurnal industri dan perdagangan, berita keuangan, publikasi dari pemerintah, website, maupun media promosi perusahaan. 

2. Analisis Akuntansi

Analisis akuntansi adalah proses evaluasi tentang sejauh mana akuntansi dalam perusahaan dapat mencerminkan realitas ekonomi. Tahap ini meliputi evaluasi tentang kualitas laba yang diperoleh perusahaan secara lebih luas, serta daya tahan dari laba tersebut. Sasaran utamanya yaitu untuk mengevaluasi dan mengurangi risiko akuntansi, serta meningkatkan muatan ekonomis dalam laporan keuangan.

3. Analisis Keuangan

Analisis keuangan berfungsi untuk menganalisis posisi dan kinerja keuangan dalam perusahaan saat ini dan di masa depan. Ada tiga bagian besar yang termasuk ke dalam analisis keuangan, yaitu analisis profitabilitas, analisis risiko, serta analisis sumber dan penggunaan dana. 

4. Analisis Prospektif

Analisis prospektif merupakan sejenis peramalan atau perkiraan hasil yang dapat dicapai di masa depan, baik mengenai arus kas maupun laba. Penyusunan analisis tersebut diambil berdasarkan data dari analisis akuntansi, keuangan, serta analisis lingkungan dan strategi.

5. Penilaian

Penilaian merupakan proses analisis bisnis untuk mengubah ramalan hasil perusahaan di masa depan menjadi sebuah estimasi nilai perusahaan. Caranya yaitu dengan memilih suatu model atau sistem penilaian dan melakukan estimasi biaya dari modal perusahaan.

Jenis Analisis Bisnis

Menurut buku dari K. R. Subramanyam serta John J. Wild tahun 2010, analisis bisnis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Analisis Kredit

Analisis kredit merupakan proses penilaian dan evaluasi kelayakan perusahaan untuk mendapatkan pinjaman atau kredit. Sementara kelayakan kredit merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kreditnya, yaitu melakukan pembayaran pokok berikut dengan bunga (bergantung pada perjanjian). Fokus analisis ini adalah analisis likuiditas serta solvabilitas yang menitikberatkan pada evaluasi risiko bukan profit. 

2. Analisis Ekuitas

Analisis ekuitas merupakan penyediaan dana untuk perusahaan sebagai balasan, imbalan, atau risiko atas kepemilikan. Analisis ini bersifat asimetris, yakni harus menilai kedua sisi baik risiko maupun potensi yang lebih condong ke arah nilai perusahaan.

Baca Juga: Cara Analisis Swot dan Macam-Macam Metode Analisis Swot

Metode Analisis Bisnis

Metode Analisis Bisnis
(Sumber : Xendit.co)

Dalam proses evaluasi kelayakan sebuah bisnis biasanya menggunakan sistem SWOT. Fokus dari metode ini adalah penilaian terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman, peluang, serta spekulasi yang kritis. Ada pun tujuan dari penggunaan metode SWOT yaitu untuk membetulkan faktor-faktor internal dan eksternal yang kurang tepat di dalam perusahaan.  Berikut adalah ulasan selengkapnya:

1. Strenght atau Kekuatan

Yaitu metode analisis yang pembahasannya meliputi kekuatan perusahaan dalam organisasi, proyek, maupun konsep bisnis. 

2. Weakness atau Kelemahan

Yaitu metode analisis yang pembahasannya seputar tentang kelemahan yang terdapat pada organisasi, proyek, maupun konsep bisnis.

3. Opportunities atau Peluang

Yaitu metode analisis bisnis yang fokus untuk melihat dan meningkatkan peluang yang dimiliki oleh perusahaan di masa depan. Metode ini mencakup kebijakan pemerintah, kondisi kompetitor, sampai kondisi pasar.

4. Threats atau Tantangan

Yaitu metode analisis yang fokus untuk melihat ancaman atau tantangan yang bersumber dari luar perusahaan. Metode ini mencakup kemunculan pesaing bisnis yang baru, perubahan peraturan perundang-undangan, risiko keuangan, hingga hal-hal lain yang berpotensi membahayakan perusahaan.

Berbekal elemen-elemen positif dan negatif, perusahaan akan dapat melakukan komunikasi secara lebih efektif mengenai rencana-rencana yang perlu untuk diakui. Manfaatnya akan sangat terasa saat proses analisis dilakukan dengan benar, karena perusahaan selalu siap untuk menghadapi perubahan atau ancaman. Demikianlah penjelasan mengenai analisis bisnis yang dirangkum dari beberapa sumber. Semoga dapat dijadikan acuan dan bahan referensi, bagi siapa pun yang ingin mulai berbisnis.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Bukausaha.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.