Usaha Meningkatkan Daya Saing

By | 1 October 2018

MENINGKATKAN DAYA SAING – PERSAINGAN MEMERLUKAN banyak usaha dan kecerdasan bisnis: sebagian besar bisnis harus, pada suatu ketika, menghadapi keadaan yang amat manantang dan amat berat. Ada sejumlah taktik dan teknik yang dapat membantu membimbing suatu organisasi melewati masa-masa bermasalah.

Cara Meningkatkan Daya Usaha


usaha meningkatkan daya saing

IDENYA

Banyak organisasi pengusaha mungkin sudah mengenal tantangan berupa mempertahankan produktivitas dan kemampuan mencetak laba ketika industry terancam baik ancaman itu berasal gejolak global, menurunkan pasokan, atau hadirnya pesaing yang semakin mengancam.

Di antara contoh terkenal perusahaan yang tidak mampu menghadapi tantangan seperti itu, kasus dari Air France adalah cerita sukses yang menyegarkan. Contoh Air France lebih mengesankan mengingat tekanan kuat, berlanjut yang dihadapi industry penerbangan ternama lain di Eropa dan Aerika Utara, perusahaan ini merasa pasar tradisional terancam oleh meningkatkan kekhawatiran mengenai keselamatan, menurunya industry penerbangan, dan meningkatnya penerbangan biaya rendah untuk dapat bertahan dalam persaingan, Air France memberikan perhatian khusus pada empat teknik.

  • Bereaksi dengan cepat: beberapa keputusan penting Air France setelah krisis 11 September di ambil tanggal 18 September 2001; kemudian keputusan itu disesuaikan dan dikembangkan, tetapi strategi baru dikembangkan dan diterapkan dengan cepat.
  • Bertindak bersama-sama: dewan direksi bermutu untuk bereaksi dengan cepat, mempertimbangkan cara terbaik menanggapi peristiwa dan cara mengkoordinasikan responsnya.
  • Memperhatikan semua pesaing secara terus-menerus: tindakan ini mempertahankan bisnis tetap ramping dan terfokus pada apa yang penting. Di Prancis sudah ada pesaing biaya rendah yang berdiri sejak tahun 1981 kreta cepat TGV. Ini berarti bahwa banyak disiplin yang diperlukan untuk bersaing dengan operator biaya rendah telah dikembangkan selama bertahun-tahun.
  • Menggunakan semua sumber daya yang tersedia: bersaing berarti memanfaatkan semua asset dan keunggulan yang dimiliki oleh industry angkutan besar untuk mengimbangi operator biaya rendah termasuk merek, posisi pasar, dan kekuatan oprasional. Sering strategi pesaing adalah membesarkan bagian pasar dengan harga rendah untuk sementara, dan menaikkan kemudian, pendekatan aktif dan sabar dapat membantu mengurangi atau menghilangkan ancaman pesaing.

DALAM PRAKTIR

  • Secara aktif komunikasi nilai-nilai merek anda apa nilai yang membuat organisasi dan produk anda menjadi special dan lebih dipilih.
  • Bandingkan bisnis anda dengan bisnis organisasi lain.
  • Temui pelanggan dan pahami persepsi dan kebutuhan mereka.
  • Pahami, perkuat, dan pertahankan penyebab sukses dalam bisnis.

dan memperbaiki. Bekerja dengan Pearson terkesan seperti bekerja dengan seorang atlet Olimpiade: dia baik dan dia tahu apa yang dapat dicapai, tetapi dia masih berjuang keras untuk menjadi lebih baik lagi dalam melakukan lebih banyak. Ini adalah aspek fundamental dari organisasi besar, tetapi factor ini sering hilang atau dilupakan, dengan hasil berupa bencana potensial.

Akan tetapi, menjadi organisasi pembelajaran berarti lebih dari pada sekedar ingin memperbaiki. Penulis bisnis ternama peter senge memandang organisasi pembelajaran sebagai organisasi “tempat orang terus-menerus meperluas kapasitasnya untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, tempat pola berpikir yang baru dan dapat dikembangkan akan dipelihara, tempat boleh mempunyai aspirasi kolektif, dan tempat orang terus-menerus belajar untuk melihat keseluruhan bersama-sama,”

DALAM PRAKTIK

Berbisnis harus mempunyai kedisiplinan, saya yakin bahwa lima disiplin merupakan inti dari organisasi pembelajaran. Pertimbangkan mana lima aspek penting dari pembelajaran ini yang dapat diperbaiki dalam bisnis anda.

  1. System berpikir adalah kemampuan untuk memahami dan menangani keseluruhan, memahami saling keterkaitan antara bagian-bagian. Salah satu dari masalah kunci yang dihadapi banyak bisnis adalah bahwa mereka menerapkan kerangka kerja yang disederhanakan pada system yang kompleks. Kita cenderung untuk focus pada bagian-bagian bukunnya melihat secara utuh, dan gagal melihat organisasi sebagai proses dinamik. Jadi penghargaan yang lebih baik dari system akan mengarah pada tindakan yang lebih tepat.
  2. Penguasaan diri adalah kemampuan untuk menjelaskan visi pribadi kita, memfokuskan energy kita, sabar, dan menunjukan objektivitas. Orang dengan penguasaan diri tingkat tinggi tidak pernah berhenti belajar, mereka secara teliti sadar mengenai apa saja bidang yang tidak mereka kuasai dan bidang pertumbuhan mereka, dan mereka, dan mereka juga amat percaya diri. Hal ini tampaknya paradoks, tetapi bagi orang dengan penguasaan diri, perjalanan jauh dipandang sebagai imbalan.
  3. Model mental adalah pandangan, asumsi, dan generalisasi yang berurat akar mendalam yang mempengaruhi cara kita memahami dunia dan cara kita bertindak. Menggunakan model mental dimulai dengan melihat dalam bercermin: belajar menggali gambar internal kita mengenai dunia, membawanya kepermukaan, dan mempertahankannya dengan teguh untuk meneliti. Ini juga termasuk kemampuan untuk melakukan percakapan yang “mempelajari” untuk menyeimbangkan penelitian dan sikap mendukung, yang membuat orang mengemukakan pemikiran mereka sendiri secara efektif dan membuat pemikiran itu terbuka terhadap pengaruh pemikiran lain.
  4. Membangun visi bersama berarti mengembangkan gambar bersama mengenai masa depan. Visi seperti itu mempunyai daya untuk menggembirakan, mendorong percobaan, dan inovasi. Ini dapat juga menguatkan perspektif jangka waktu panjang. Akan tetapi, apa yang diperlukan untuk sukses adalah kemampuan untuk menerjemahkan visi menjadi satu set pedoman parktik yang jelas dan batas-batas yang tak boleh dilanggar.
  5. Daya Saing Produk


  6. Pembelajaran usaha dalam tim adalah aspek akhir dari organisasi pembelajaran, dan ditetapkan oleh peter senge sebagai “proses menyelaraskan dan mengembangkan kapasitas sebuah tim untuk menciptakan hasil yang benar-benar diinginkan oleh para anggotanya. “ ini membangun penguasaan diri dan visi bersama, dan menyadari bahwa orang perlu dapat bertindak bersama-sama. Ketika tim belajar bersama, senge menyatakan, hasilnya bukan hanya akan baik untuk organisasi, tetapi para anggotanya akan mengembangkan keterampilan mereka dengan lebih cepat.