Mahasiswa Ini Sukses Buka Usaha Kuliner Aqiqah

By | 29 June 2013

Peluang Usaha Bisnis Mahasiswa TerbaruAndi Nata seoarang Mahasiswa Universitas Indonesia, berhasil mengembangkan usaha masakan aqiqah. Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak sebagai tanda syukur bagi kaum muslim. Andi juga membagi cara bagaimana sukses mengelola usaha kuliner Aqiqah hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Berikut triknya

Ia mengaku menekuni bisnis kuliner tidak selalu bisa masak. Berkaca pada kemampuannya yang sama sekali tidak bisa masak namun ingin punya bisnis kuliner, dirinya harus mencari juru masak handal. Sangat susah mencari juru masak yang enak dan mau diajak kerjasama. Tak habis akal Andi pun melancarkan berbagai trik, salah satunya bersilaturahmi atau mengunjungi orang-orang yang menjadi target. Ini kata andi

Ya, dengan niat bersilaturahmi orang tak akan mungkin mengusir saya, walaupun kenal saja tidak. Sambil main ke rumah juru masak yang saya incar, hampir tiap hari tidak lupa membawa jajanan, seperti coklat, biskuit, dan lain-lain untuk anaknya, ya istilahnya nyogok

Akhirnya, hampir 2 minggu silaturahmi sambil mengungkapkan keinginan tulusnya, akhirnya si juru masak yang menjadi target itu mau. Si juru masak mau jalin kerjasama.

Apa yang membuat usaha aqiqah yang diberi nama Raja Aqiqah. Klaim Andi tidak lain karena kualitas bahan utama dan cita rasa masakannya yang jauh dibandingkan yang lain. Bahan bakunya bukan kambing seperti pada umumnya, tapi daging domba yang merupakan perkawinan domba Afrikan F1 dengan domba Jawa Barat. Hasilnya dagingnya empuk dan tidak amis, apalagi yang paling utama tidak mengandung kolestrol

Keunggulan tersebut membuat pelanggannya senang, dan menjadikan rekomendasi para calon pelanggannya yang lain. Tidak kurang dalam sehari 2-5 domba yang disembelih atau rata-rata 100 domba tiap bulan. Perhitungan bisnis Andi sederhana, dalam sebulan tidak kurang ada 1.000 acara aqiqah hanya di Jakarta saja. Kalau saya ambil pasar 2% saja, sudah besar sekali. Ia menyatakan saat ini omzet bisnisnya bisa mencapai Rp 400 juta per bulan.