Mengenal Resiko Usaha di Tahun 2014 dalam Pengembangan Bisnis

By | 6 December 2012

Mengenal Resiko Wirausahawan dalam Pengembangan Bisnis di Tahun 2014

Resiko UsahaSemakin berkembangnya sebuah usaha, maka semakin ketat pula persaingan yang akan dihadapi. Itu sudah lazim terjadi pada setiap usaha yang dibangun dari mulai membangun sampai berkembang hingga sukses namun di perjalanan sebuah usaha tersebut terkadang masalah terberat yang harus dihadapi salah satunya adalah masalah kompetitor. Inilah resiko usaha yang harus dihadapi. Bahkan seiring dengan perkembangannya juga diikuti dengan perubahan gaya manajemen, maka pada saat yang sama para pelaku usaha dihadapkan pada berbagai risiko.

Sebagian wirausahawan yang punya cukup keberanian dan kematangan berpikir resiko-resiko tersebut mungkin sudah dapat mengantisipasi dan dilalui dengan baik. Tapi, bagi sebagian wirausahawan, resiko yang harus dihadapi dalam mengembangan peluang usaha-nya bisa jadi dirasakan lebih berat dan penuh ketidakpastian sehingga mereka lebih memilih untuk bertahan.

Secara gambaran umum terdapat dua risiko yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha pada saat diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Kedua risiko tersebut yaitu:

1. Resiko secara nyata. Risiko Riil merupakan sebuah risiko yang terlihat, bisa dihitung, bisa diantisipasi bahkan juga bisa dihindari. Yang termasuk dalam risiko ini yaitu:

  • Hilangnya modal yang sudah ditanam maupun yang akan ditanamkan ke dalam perusahaan
  • Hilangnya kesempatan untuk mendapat keuntungan, di waktu sekarang atau masa yang akan datang
  • Hilangnya mata pencaharian dalam menutupi kebutuhan sehari-hari
  • Hilangnya kendali atas kekuasaan yang selama ini dimilikinya karena ada pengalihan gaya bisnis keluarga menjadi gaya bisnis yang lebih profesional

2. Risiko secara psikologis. Risiko Psikologis merupakan risiko yang tak terlihat, tak bisa dihitung, namun bisa diantisipasi, tetapi belum tentu dapat dihindari. Diataranya adalah:

  • Hilangnya reputasi (hilang harga diri, nama besar, citra, dll) dan risiko menanggung malu
  • Hilangnya rasa percaya pada diri sendiri maupun pada orang lain
  • Hilangnya perasaan “potent” atau mampu yang akan menyebabkan hilangnya rasa percaya diri
  • Hilangnya jatidiri, terutama untuk mereka yang menganggap keberadaan perusahaan sebagai keberadaan dirinya sendiri.
  • Kehilangan motivasi untuk terus berjuang

Risiko-risiko riil tersebut, yang harus dihadapi oleh seorang wirausahawan seringkali terlewatkan dan tak dipertimbangkan secara mendalam yaitu risiko terakhir, yaitu kehilangan kendali/kekuasaan karena perubahan gaya bisnis keluarga ke gaya bisnis yang lebih profesional.Banyak para pelaku usaha yang menganggap hal ini bukan sebuah risiko yang harus dipertimbangkan dan tetap memaksakan untuk mempertahankan gaya bisnis lama ke dalam perusahaannya.

Namun pada kenyataannya, gaya ini seringkali tak bertahan lama dan mungkin akan membawa kerugian lain dan juga kehilangan kesempatan. Di satu sisi penerapan gaya bisnis tersebut justru membuat para profesional tidak bisa memberikan kemampuan terbaik yang ada pada diri mereka.

Dampak yang paling terasa dari pengabaian resiko tersebut yaitu perusahaan yang lamban berkembang dan sumberdaya yang ada menjadi tidak bekerja maksimal. Revenue perusahaan tetap tapi cost menjadi tinggi karena adanya investasi baru dan menyebabkan keuntungan menurun.

 

Usaha Baru Bisnis pakaian

Konsep bisnis usaha rumahan ini adalah OBRAL / GROSIRAN dimana tidak perlu ruang khusus seperti butik atau toko/kios. Cukup sediakan BOX khusus untuk menampung baju-baju anak dan tumpahkan semua baju dalam box tersebut. Bisa anda buka di garasi rumah sebagai usaha rumahan. Hal ini memberikan kesan grosir/Murah sehingga pengunjung akan ramai berbondong2 membeli obral Baju 5.000 anda. Jika anda perlu gambaran, silahkan kunjungi langsung gudang pusat untuk melihat secara langsung konsep bisnis yang kami tawarkan.


Usaha ini cocok dijalankan di rumah, baik itu di garasi atau halaman rumah. Bisnis ini juga sangat cocok anda jalankan di Alfamart, Indomaret maupun Yomart karena kita bisa manfaatkan traffic pengunjung disana, selain itu sewa tempat tidak terlalu mahal, berkisar Rp 100 ribu – 250 ribu per bulan. Anda juga dapat berjualan obral baju murah meriah secara emperan kaki lima di pasar kaget dekat rumah anda yang biasa hadir pada waktu tertentu.


Anda tidak perlu bingung dgn modal seadanya anda bisa menciptakan usaha rumahan grosir Baju harga pabrik. ini bukan MLM/waralaba murni bisnis sampingan dirumah, apalagi jika anda memang sedang/sudah menjalani bisnis Baju / grosir Baju murah. anda bisa menilai sendiri bagaimana prospeknya.


ANALISA BISNIS BAJU MURAH


Nama : Biaya
Investasi Awal : Rp.3.500.000
Sewa tempat : Rp. 350.000/bulan
Karywan : Rp. 600.000/bulan
Harga Jual : Rp. 15.000/2pc atau Rp.25.000/2pc (untuk setelan)
Rata-rata penjualan per Hari : 100pc
Margin : Rp. 2.500/pc
Omset Per Hari : Rp. 250.000
Omset Per Bulan : Rp. 250.000 x 30 = Rp.7.500.000
Sewa tempat + Karyawan : Rp. 350.000 + Rp.600.000 = Rp. 9.500.000
KEUNTUNGAN per Bulan : Rp. 2.550.000 (LUMAYAN KAN)

Tidak sampai 3 Bulan Anda sudah balik Modal!



Segera Hubungi grosirbajuku untuk mendapatkan penawaran menarik dari kami.

Usaha Baru Bisnis Murah

SMS : 0857 7221 5758 - Telp : 0878 1950 6754

Delta Sari Indah BD.11 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur



Anda sedang membaca Artikel » BukaUsaha.com

Untuk mendapatkan harga murah grosir langsung dari pabrik silahkan hubungi kami segera di 0857 7346 5849. Atau datang langsung ke alamat kami di Delta Sari Indah BD.11 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur dan gabung dengan komunitas bisnis baju murah di facebook kami, untuk mendapatkan informasi update promo produk bisnis.
facebook delta grosir usaha pakaian murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *