Jenis Usaha Rumahan – Bisnis Kerupuk Padang Pasir

By | 7 November 2012

Jenis Usaha Rumahan Kerupuk Padang Pasir dengan Omzet Jutaan Rupiah

Jenis Usaha RumahanUnik kedengarannya jika kita belum pernah dengar yang namanya “Kerupuk Padang Pasir”. Sebutan kerupuk Padang pasir sangat beralasan karena proses penggorengannya yang dilakukan dengan menggunakan media pasir halus. Contohnya adalah Bambang Suparno (49 th), warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, usaha kerasnya ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja. Dari jenis usaha rumahan berdagang kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dalam satu bulan bisa mengantongi omzet hingga Rp 90 juta.

Pekerjaan yang dilakoni Bambang ini adalah menggoreng kerupuk tanpa pakai minyak goreng. Ia ganti minyak goreng dengan pasir halus hasil penyaringan. Dengan dibantu pengapian, kerupuk tetap mekar. Cara menggoreng inilah yang membuat jenis kerupuk ini disebut kerupuk padang pasir.

Kerupuk dengan cara menggoreng seperti ini rasanya akan sedikit berbeda jika dibanding dengan yang menggunakan minyak goreng. Kelebihan lainnya adalah rendah kolesterol dan tentu saja lebih hemat dalam menekan biaya produksi karean tak usah membeli minyak goreng. Hal lain adalah risiko untuk melempem dapat ditekan karena bisa dilakukan daur ulang.

Rasanya juga bermacam-macam. Paling tidak ada 7 rasa yang dibuat oleh pria yang memulai usahanya di tahun 2001 ini. Varian rasanya pun banyak, ada rasa pedas, manis, terasi, pedas manis, rujak, bawang, seledri, serta ubi. Pemberian rasa dilakukan dengan dua teknik, yakni bumbu dicampur dengan kerupuk sebelum digoreng atau dicampur setelah digoreng.

Kerupuk yang telah selesai digoreng lalu dikemas dalam plastik ukuran setengah kilogram dan panjang 30-40 sentimeter. Untuk bungkus ukuran besar ia jual seharga Rp 1.000 – Rp 2.500. Tiap rasa juga berbeda harga.
Kerupuk yang sudah dikemas lalu dikirim kepada agennya yang tersebar di beberapa kota, seperti Nganjuk, Kediri, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Malang, dan Sidoarjo. Agen tersebut merupakan pedagang di pusat oleh-oleh di kota masing-masing.

Bambang merupakan pengusaha yang ulet dalam bekerja. Untuk jenis usaha rumahan itu, ia hanya punya 4 karyawan pria yang bertugas mulai dari menjemur kerupuk sampai menggoreng. Pengemasan dilakukan oleh istri dan enam anaknya serta beberapa tenaga borongan yang juga para tetangganya.

“Kalau saya sendiri bertugas di pengaturan serta pengiriman barang ke kota-kota,” kata pemilik usaha kerupuk padang pasir dengan mengusung merk Arofah ini.

Perkembangan usahanya lumayan maju pesat. Ketika awal mulai, ia hanya memproduksi 30 kilogram kerupuk dan itu hanya untuk beberapa hari. Karena tingginya permintaan, ia terus terpacu untuk mengembangkan usahanya dan hingga kini produksi per hari mencapai 2,5 kuintal.

“Kalau tentang omzet bgini saja, harga bahan kerupuknya per kilo Rp.12.000 lalu dikalikan 250 kilogram, dikali lagi selama 30 hari. Berapa itu hasilnya, silakan dikira-kira sendiri,” ungkapnya.

Peluang bisnis ini sangat terbuka untuk kita yang ingin mencoba. Tak selalu harus memproduksi jika ingin berbisnis dengan modal seadanya, kita pun bisa jadi agen dari Jenis Usaha Rumahan.