Usaha Model Baru – Franchise Makanan ala Gerobak

By | 5 December 2012

Jenis Bisnis Model Baru, Franchise Makanan ala Gerobak

Usaha Model BaruPeluang usaha Franchise di Indonesia semakin perkembangan dan ramai peminat, investasi di bidang kuliner memang masih jadi pilihan favorit bagi para investor yang tertarik dengan system kemitraan ini. Prospek yang menjanjikan dari usaha makanan model baru ini tak pernah habis ditelan zaman, juga praktisnya pengelolaan sistem bisnis dengan model kemitraan. Sebagian besar masyarakat tertarik menginvestasikan modal yang mereka miliki untuk begabung pada perusahaan lokal maupun asing yang menyelenggarakan berbagai jenis bisnis kemitraan.

Bermacam merek franchise pun kini mulai ditawarkan franchisor untuk para calon mitra, dari mulai investasi waralaba yang nilainya milyaran rupiah, sampai kemitraan ala gerobak yang dapat dijangkau para mitra dengan biaya yang relative murah. Pada kenyataannya dari berbagai kemitraan yang ditawarkan, sistem franchise makanan ala gerobak ini yang berhasil memberi daya tarik terbesar bagi kebanyakan orang, sehingga tak sedikit para franchisor yang berhasil menggaet ratusan mitra dengan sistem kemitraan ini.

Walaupun perkembangan pasar franchise sekarang ini cukup pesat, ada baiknya untuk kita tahu tentang kelebihan franchise makanan model gerobak yang dapat kita jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum memilih sebuah merek franchise yang akan kita jalankan.

Kelebihan usaha model baru franchise makanan ala gerobak

a. Dari sisi investasi dirasa cukup murah dan bisa balik modal dengan dalam jangka waktu yang pendek. Biasanya para franchisor menawarkan kemitraan ala gerobak dengan investasi mulai dari Rp.2 juta rupiah bahkan belasan juta rupiah. Selain itu sistem kemitraan ini jangka waktu balik modal relative cepat, kebanyakan para franchisor memberikan jaminan kepada para mitranya dengan jangka waktu balik modal kurang dari satu tahun. Tak heran jika banyak orang tertarik dengan kemitraan ala gerobak ini, karena keuntungan yang ditawarkan cukup menjajikan.

b. Persiapan yang lebih fleksibel. Umumnya kemitraan ala gerobak ini hanya butuh lokasi usaha yang strategis, sedang untuk peralatan dan bahan baku awal semuanya disupport oleh franchisor itu sendiri. Ini membuat para mitra hanya perlu mempersiapkan lokasi saja, dan calon tenaga kerja yang siap. Selanjutnya ditanggung oleh perusahaan yang menyelenggarakan kemitraan tersebut.

c. Biaya operasional lebih sedikit. Pada sistem gerobak ini, para mitra tidak membutuhkan lokasi usaha speerti pada usaha skala besar, sehingga biaya sewanyapun juga tidak mahal. Sekedar gambaran saja, para mitra dapat menyewa lokasi sekitar 2 sampai 3 m persegi di depan minimarket atau pinggir jalan yang ramai. Di samping itu, kemitraan gerobak juga tak membutuhkan banyak tenaga kerja. Paling banyak hanya mempekerjakan dua orang tenaga kerja. Maka untuk biaya operasional lebih rendah disbanding usaha skala besar.

Merupakan pilihan tepat untuk memulai usaha model baru dengan memilih francise ala gerobak ini.