Benarkah Bukan Bisnis Franchise yang Tumbuh di Indonesia?

By | 18 January 2013

Bukan Bisnis Franchise yang Tumbuh di Indonesia, melainkan “Grobakchise”

Bisnis FranchiseMenilik keberadaannya pada saat ini bisnis franchise memang menjadi bagian dari solusi kebutuhan ekonomi yang dengan mudah dapat dijalankan oleh siapapun. Meski demikian, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali melihat dari sudut pandang yang berbeda, kecenderungan pertumbuhan, khususnya usaha mikro dan kecil yang dijalani oleh anak muda perkuliahan pada saat ini, lebih pada usaha jajanan warung dan camilan ketimbang industri franchice. Belaiau menyebutnya sebagai usaha “grobakchice”.

Beliau menuturkan “Jadi yang tumbuh bukannya bisnis franchise, melainkan grobakchise. Para sarjana di Indonesia yang berwirausaha hanya berorientasi pada camilan dan grobakchise,” tuturnya. Menurut Rhenald, bisnis modal kecil yang dijalani anak muda calon sarjana tersebut bisa berdampak pada usaha kecil yang dilakoni oleh kalangan bawah. Kalangan bawah justru harus bersaing pasar dengan para wirausaha muda dari kalangan orang berpendidikan.

Bukan melakukan inovasi tapi malah bertempur dan menjadi kompetitor bagi rakyat kecil. Nah ini semua karena kebanyakan pelaku bisnis franchise terlalu hanyut dengan usaha modal kecil, yang dalam masa krisis menjadi penyelamat ekonomi nasional.

Keadaan seperti sekarang ini di Indonesia, menurut Rhenald, justru berbeda dengan usaha anak muda yang dijalani pada masa 1980-an silam. Beliau memberikan contoh, tokoh Sukanto Tanoto yang pada tahun 1980-an sudah berani terjun dalam usaha pabrik bubur kertas. Dan pada tahun 1990-an, ada Sudarpo, seperti halnya Tanoto, sudah berani terjun dalam usaha perkapalan, dan Hasyim Ning yang memulai karirnya pada usaha dealer mobil.

Berbeda memang jika disandingkan pada saat ini, tahun 2010-an ke atas, kita hanya berani jualan dawet dan camilan. Oleh sebab itu, visi industri harus dibangun. Ke mana menteri perindustrian dalam mengembangkan bakat para pengusaha muda? Ke mana kredit-kredit untuk industry kecil? Ini saatnya dunia wirausaha di Indonesia direvitalisasi, diarahkan ke industri, khususnya energi terbaru, lingkungan, dan inovasi.

Rhenald Kasali juga menambahkan, anak muda tersebut jangan hanya bermental penumpang, tapi harus punya mental seperti halnya pengemudi. Pengemudi yang kreatif dan juga punya keberanian mengambil risiko dan punya pemikiran strategis.

Mereka juga harus bisa membangun jaringan dan khususnya memiliki mental sebagai pemenang, lanjut Rhenald. Baginya, lawan pemenang adalah mereka yang berhenti. Rhenald juga menambahkan bahwa, pemenang itu bukan mreka yang tidak pernah jatuh atau kalah, tapi yang tak pernah berhenti. Dan yang kalah adalah mereka yang berhenti.

“Lalu impiannya harus jadi pengusaha besar, yakni industri, bukan bertarung dengan rakyat kecil di kaki lima,” tutur Rhenald Kasali. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk membangun sebuah usaha perlu ide kreatif dan inovatif sehingga semua usaha dapat berjalan bersama-sama menguatkan perekonomian nasional. Dan dalam dunia bisnis franchise tidak untuk saling menjatuhkan lawan. Selamat berbisnis.

Usaha Baru Bisnis pakaian

Konsep bisnis usaha rumahan ini adalah OBRAL / GROSIRAN dimana tidak perlu ruang khusus seperti butik atau toko/kios. Cukup sediakan BOX khusus untuk menampung baju-baju anak dan tumpahkan semua baju dalam box tersebut. Bisa anda buka di garasi rumah sebagai usaha rumahan. Hal ini memberikan kesan grosir/Murah sehingga pengunjung akan ramai berbondong2 membeli obral Baju 5.000 anda. Jika anda perlu gambaran, silahkan kunjungi langsung gudang pusat untuk melihat secara langsung konsep bisnis yang kami tawarkan.


Usaha ini cocok dijalankan di rumah, baik itu di garasi atau halaman rumah. Bisnis ini juga sangat cocok anda jalankan di Alfamart, Indomaret maupun Yomart karena kita bisa manfaatkan traffic pengunjung disana, selain itu sewa tempat tidak terlalu mahal, berkisar Rp 100 ribu – 250 ribu per bulan. Anda juga dapat berjualan obral baju murah meriah secara emperan kaki lima di pasar kaget dekat rumah anda yang biasa hadir pada waktu tertentu.


Anda tidak perlu bingung dgn modal seadanya anda bisa menciptakan usaha rumahan grosir Baju harga pabrik. ini bukan MLM/waralaba murni bisnis sampingan dirumah, apalagi jika anda memang sedang/sudah menjalani bisnis Baju / grosir Baju murah. anda bisa menilai sendiri bagaimana prospeknya.


ANALISA BISNIS BAJU MURAH


Nama : Biaya
Investasi Awal : Rp.3.500.000
Sewa tempat : Rp. 350.000/bulan
Karywan : Rp. 600.000/bulan
Harga Jual : Rp. 15.000/2pc atau Rp.25.000/2pc (untuk setelan)
Rata-rata penjualan per Hari : 100pc
Margin : Rp. 2.500/pc
Omset Per Hari : Rp. 250.000
Omset Per Bulan : Rp. 250.000 x 30 = Rp.7.500.000
Sewa tempat + Karyawan : Rp. 350.000 + Rp.600.000 = Rp. 9.500.000
KEUNTUNGAN per Bulan : Rp. 2.550.000 (LUMAYAN KAN)

Tidak sampai 3 Bulan Anda sudah balik Modal!



Segera Hubungi grosirbajuku untuk mendapatkan penawaran menarik dari kami.

Usaha Baru Bisnis Murah

SMS : 0857 7221 5758 - Telp : 0878 1950 6754

Delta Sari Indah BD.11 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur



Anda sedang membaca Artikel » BukaUsaha.com

Untuk mendapatkan harga murah grosir langsung dari pabrik silahkan hubungi kami segera di 0857 7346 5849. Atau datang langsung ke alamat kami di Delta Sari Indah BD.11 Waru Sidoarjo SURABAYA Jawa Timur dan gabung dengan komunitas bisnis baju murah di facebook kami, untuk mendapatkan informasi update promo produk bisnis.
facebook delta grosir usaha pakaian murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *